alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Akhir Desember Target Pasar Banjarejo dan Sroyo Beroperasi Kembali

Radar Bojonegoro – Pembangunan Pasar Banjarejo dan Pasar Sroyo terus digenjot. Selain itu dinas perdagangan (disdag) mengaku sedang meramu persiapan sebelum pasar tersebut akan ditempati pedagang. Kemungkinan akhir Desember ini.

‘’Pasar Sroyo sudah 92 persen dan Pasar Banjarejo 93 persen. Dan 10 persen (terakhir) itu tinggal pengerjaan finishing saja (dari 100 persen),” kata Kepala Disdag Bojonegoro Sukaemi kemarin (26/11). Menurut dia, kemungkinan para pedagang bisa menempati pada akhir Desember nanti. Tentunya usai pembangunan pasar rampung. Ditarget pertengahan Desember.

Seiring akan selesai pengerjaan, disdag masih melakukan persiapan. ‘’Sebelum ditempati, kami akan evaluasi data pedagang dulu. Jangan sampai ada orang baru,” ujar mantan Camat Tambakrejo itu.

Menurut dia, revitalisasi pasar daerah ini peruntukannya bagi pedagang lama. Jadi mereka akan diu tamakan dan didahulukan. Kalaupun ada pedagang baru, pihaknya akan melihat kondisi tata letak para pedagang terlebih dahulu. ‘’Untuk selanjutnya, kami lihat nanti (jika ada pedagang baru). Yang jelas untuk sementara ini hanya mencukupi pedagang lama,” imbuhnya.

Baca Juga :  Deadline Proyek Nasional Tinggal Hitungan Hari 

Meski begitu, pihaknya akan melakukan verifikasi pada pedagang lama. Intinya berkaitan eksistensi mereka di pasar tersebut. Seiring dengan landasan revitalisasi pasar daerah dengan total anggaran Rp 73 miliar itu. Menurut Kemmi, nantinya para pedagang akan ditata. Berbasis zonasi. Maksudnya sesuai barang dagangan diperjualbelikan.

Misalnya di satu titik khusus menjual sayur dan buah saja. Kemudian pedagang pakaian dan komoditas lain di titik lainnya. ‘’Intinya jangan sampai ada pedagang yang berjualan lesehan dan di jalanan (pasar). Tapi harus di meja keramik, setiap selesai dibersihkan, dan setiap paginya sudah steril dan bersih. Intinya nyaman untuk pedagang dan juga pembeli,” terang dia.

Selain itu, pihaknya akan menyerap aspirasi dari para pedagang. Kaitannya ketentuan maupun aturan nantinya akan diterapkan. Seperti halnya pengaturan jam operasional pasar. Setelahnya baru melakukan penataan. ‘’Tetap mengedepankan keadilan, kesepahaman, kenyamanan, dan keamanan. Namanya juga perubahan, harus lebih baik,” katanya.

Baca Juga :  Warga Bojonegoro Tak Kuat Menahan Rindu Untuk Berolahraga

Dia mengatakan, pasar tidak ditempati sebagai gudang, tempat tidur, hingga dapur. Tidak disewakan serta tidak perjualbelikan antara pedagang dengan pedagang. Pemkab hanya memfasilitasi sewa toko bidak los, dan lainnya hanya retribusi. ‘’Sehingga nanti akan ada perjanjian dan klausul harus dijalankan. Agar tidak muncul lagi istilah semrawut dan sejenisnya,” ujar Kemmi.

Radar Bojonegoro – Pembangunan Pasar Banjarejo dan Pasar Sroyo terus digenjot. Selain itu dinas perdagangan (disdag) mengaku sedang meramu persiapan sebelum pasar tersebut akan ditempati pedagang. Kemungkinan akhir Desember ini.

‘’Pasar Sroyo sudah 92 persen dan Pasar Banjarejo 93 persen. Dan 10 persen (terakhir) itu tinggal pengerjaan finishing saja (dari 100 persen),” kata Kepala Disdag Bojonegoro Sukaemi kemarin (26/11). Menurut dia, kemungkinan para pedagang bisa menempati pada akhir Desember nanti. Tentunya usai pembangunan pasar rampung. Ditarget pertengahan Desember.

Seiring akan selesai pengerjaan, disdag masih melakukan persiapan. ‘’Sebelum ditempati, kami akan evaluasi data pedagang dulu. Jangan sampai ada orang baru,” ujar mantan Camat Tambakrejo itu.

Menurut dia, revitalisasi pasar daerah ini peruntukannya bagi pedagang lama. Jadi mereka akan diu tamakan dan didahulukan. Kalaupun ada pedagang baru, pihaknya akan melihat kondisi tata letak para pedagang terlebih dahulu. ‘’Untuk selanjutnya, kami lihat nanti (jika ada pedagang baru). Yang jelas untuk sementara ini hanya mencukupi pedagang lama,” imbuhnya.

Baca Juga :  Mengubah Sampah Menjadi Berkah dengan Inovasi GELAR SAJADAH

Meski begitu, pihaknya akan melakukan verifikasi pada pedagang lama. Intinya berkaitan eksistensi mereka di pasar tersebut. Seiring dengan landasan revitalisasi pasar daerah dengan total anggaran Rp 73 miliar itu. Menurut Kemmi, nantinya para pedagang akan ditata. Berbasis zonasi. Maksudnya sesuai barang dagangan diperjualbelikan.

Misalnya di satu titik khusus menjual sayur dan buah saja. Kemudian pedagang pakaian dan komoditas lain di titik lainnya. ‘’Intinya jangan sampai ada pedagang yang berjualan lesehan dan di jalanan (pasar). Tapi harus di meja keramik, setiap selesai dibersihkan, dan setiap paginya sudah steril dan bersih. Intinya nyaman untuk pedagang dan juga pembeli,” terang dia.

Selain itu, pihaknya akan menyerap aspirasi dari para pedagang. Kaitannya ketentuan maupun aturan nantinya akan diterapkan. Seperti halnya pengaturan jam operasional pasar. Setelahnya baru melakukan penataan. ‘’Tetap mengedepankan keadilan, kesepahaman, kenyamanan, dan keamanan. Namanya juga perubahan, harus lebih baik,” katanya.

Baca Juga :  RS Muhammadiyah Kalikapas Spesialis Gizi Klinik Pertama di Lamongan

Dia mengatakan, pasar tidak ditempati sebagai gudang, tempat tidur, hingga dapur. Tidak disewakan serta tidak perjualbelikan antara pedagang dengan pedagang. Pemkab hanya memfasilitasi sewa toko bidak los, dan lainnya hanya retribusi. ‘’Sehingga nanti akan ada perjanjian dan klausul harus dijalankan. Agar tidak muncul lagi istilah semrawut dan sejenisnya,” ujar Kemmi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/