alexametrics
32.2 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Dipicu Hutan Gundul, Jembatan Penghubung Desa Ambrol 

BOJONEGORO – Hujan dengan intensitas deras disertai kondisi hutan buruk memicu jembatan penghubung Dusun Maor dan Dusun/Desa Clebung, Kecamatan Bubulan putus. Hujan dalam waktu sangat cepat, memicu arus air sangat kencang. 

Hingga kemarin (26/11) warga harus melintasi jalur memutar akibat jembatan putus. “Itu miring dan banyak hutan dan pepohonan gundul,” kata Kasi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Eko Susanto.

Menurut dia, penyebab parahnya dampak banjir bandang karena letaknya berada di perbukitan dengan kemiringan lebih dari 20 derajat. Itu diperparah kondisi pepohonan hutan mulai gundul. Karena itu, penggunaan lahan bakal rawan longsor, terutama saat terjadi banjir bandang. 

Selain jembatan putus, hujan deras terjadi Minggu sore juga mengakibatkan banjir bandang di Kecamatan Bubulan dan Kecamatan Gondang. 

Baca Juga :  Sisa 10 Kasus, Asesmen Kemenkes Level 1 di Bojonegoro

Lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Bubulan meliputi Desa Clebung, Desa Cancung, Desa Sumberbendo, dan Desa Ngorogunung. Sedangkan, di Kecamatan Gondang meliputi Desa Jari dan Desa Gondang. 

Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bojonegoro Nadif Ulfia menambahkan, banjir bandang terjadi Minggu (25/11) sore menjelang malam. Saat itu, Kecamatan Bubulan dan Kecamatan Gondang dilanda hujan intensitas tinggi. Sehingga debit air hujan merangsek ke permukiman warga. 

Di Desa Clebung, kata Nadif, sebanyak 54 kepala keluarga (KK) sempat terisolasi. Meski hanya berlangsung sekitar 30 menit, kata Nadif, beberapa halaman rumah warga dan persawahan di Desa Clebung terendam. 

Sekitar 3 hektare kebun jagung juga terendam air di Desa/ Kecamatan Gondang. Bahkan, di desa tersebut, sebanyak 17 rumah juga sempat terendam. “Tidak ada korban jiwa dan perkiraan kerugian masih dihitung,” jelasnya.

Baca Juga :  Dirikan Posko Nataru, Tutup Tempat Hiburan Dua Hari

Nadif menjelaskan, meski tidak mengakibatkan korban jiwa, banjir bandang harus diwaspadai. Sebab, dalam waktu sangat cepat, arus air sangat kencang. Terkait kerugian diderita para korban, sampai saat ini belum ada laporan. Berapa kerugian yang diderita. Namun, untuk kerugian akibat jembatan putus, capai Rp 1,5 miliar.

BOJONEGORO – Hujan dengan intensitas deras disertai kondisi hutan buruk memicu jembatan penghubung Dusun Maor dan Dusun/Desa Clebung, Kecamatan Bubulan putus. Hujan dalam waktu sangat cepat, memicu arus air sangat kencang. 

Hingga kemarin (26/11) warga harus melintasi jalur memutar akibat jembatan putus. “Itu miring dan banyak hutan dan pepohonan gundul,” kata Kasi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Eko Susanto.

Menurut dia, penyebab parahnya dampak banjir bandang karena letaknya berada di perbukitan dengan kemiringan lebih dari 20 derajat. Itu diperparah kondisi pepohonan hutan mulai gundul. Karena itu, penggunaan lahan bakal rawan longsor, terutama saat terjadi banjir bandang. 

Selain jembatan putus, hujan deras terjadi Minggu sore juga mengakibatkan banjir bandang di Kecamatan Bubulan dan Kecamatan Gondang. 

Baca Juga :  Bosda Madin di Bojonegoro Tahun Depan Berdasar Data EMIS

Lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Bubulan meliputi Desa Clebung, Desa Cancung, Desa Sumberbendo, dan Desa Ngorogunung. Sedangkan, di Kecamatan Gondang meliputi Desa Jari dan Desa Gondang. 

Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bojonegoro Nadif Ulfia menambahkan, banjir bandang terjadi Minggu (25/11) sore menjelang malam. Saat itu, Kecamatan Bubulan dan Kecamatan Gondang dilanda hujan intensitas tinggi. Sehingga debit air hujan merangsek ke permukiman warga. 

Di Desa Clebung, kata Nadif, sebanyak 54 kepala keluarga (KK) sempat terisolasi. Meski hanya berlangsung sekitar 30 menit, kata Nadif, beberapa halaman rumah warga dan persawahan di Desa Clebung terendam. 

Sekitar 3 hektare kebun jagung juga terendam air di Desa/ Kecamatan Gondang. Bahkan, di desa tersebut, sebanyak 17 rumah juga sempat terendam. “Tidak ada korban jiwa dan perkiraan kerugian masih dihitung,” jelasnya.

Baca Juga :  Pusat Kota Terbanyak TB Paru 

Nadif menjelaskan, meski tidak mengakibatkan korban jiwa, banjir bandang harus diwaspadai. Sebab, dalam waktu sangat cepat, arus air sangat kencang. Terkait kerugian diderita para korban, sampai saat ini belum ada laporan. Berapa kerugian yang diderita. Namun, untuk kerugian akibat jembatan putus, capai Rp 1,5 miliar.

Artikel Terkait

Most Read

Tak Sabar Tunggu Hasil Nilai

Penahanan Shodikin Diperpanjang 40 Hari

Desa Wajib Lapor

Artikel Terbaru


/