alexametrics
28.1 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Proyek Jembatan Terancam Molor

KOTA – Proyek perbaikan Jembatan Karanggeneng terancam molor. Sebab, pengerjaannya baru direncanakan pekan ini. Padahal, sekitar sebulan lagi sudah tutup anggaran 2017. 

Kepala Dinas PU Bina Marga Lamongan, Eko Agus Triandono, menyatakan, perbaikan jembatan yang melintang di atas Bengawan Solo tersebut dibutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan.

Proses perbaikan jembatan tidak boleh melewati tahun anggaran 2017. Sebab anggarannya masuk di dalam perubahan (P)-APBD 2017.

Mantan kabag pembangunan itu menuturkan, pelaksana proyek harus bisa menyelesaikannya sampai akhir tahun anggaran 2017.

‘’Kontraknya sampai Desember 2017 (akhir tahun anggaran,Red),’’ ujarnya.

Seperti diberitakan, meski kerusakan jembatan itu diketahui sejak Februari lalu, perbaikan belum bisa dilaksanakan.

Baca Juga :  Rakornas Inflasi 2021: Akselerasi Transformasi Digital UMKM Pangan

Pemprov Jatim akan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan Jembatan Karanggeneng dari dana tak terduga Rp 720 juta

. Anggaran dari provinsi tersebut dimasukkan dalam P-APBD Lamongan 2017.

Meski mengalami kerusakan yang cukup berat di landasannya, jembatan tersebut tetap dibuka untuk umum. Termasuk kendaraan berat.

Portal pada dua ujung jembatan yang menghubungkan wilayah Lamongan dan Gresik itu dicopot.

‘’Kerusakan jembatan itu disebabkan adanya kendaraan yang lewat tonase-nya melebihi kelas jalan, di atas 7 ton.

Kalau kendaraan yang lewat di bawah 7 ton, insya Allah tetap aman,’’ tutur Eko.

KOTA – Proyek perbaikan Jembatan Karanggeneng terancam molor. Sebab, pengerjaannya baru direncanakan pekan ini. Padahal, sekitar sebulan lagi sudah tutup anggaran 2017. 

Kepala Dinas PU Bina Marga Lamongan, Eko Agus Triandono, menyatakan, perbaikan jembatan yang melintang di atas Bengawan Solo tersebut dibutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan.

Proses perbaikan jembatan tidak boleh melewati tahun anggaran 2017. Sebab anggarannya masuk di dalam perubahan (P)-APBD 2017.

Mantan kabag pembangunan itu menuturkan, pelaksana proyek harus bisa menyelesaikannya sampai akhir tahun anggaran 2017.

‘’Kontraknya sampai Desember 2017 (akhir tahun anggaran,Red),’’ ujarnya.

Seperti diberitakan, meski kerusakan jembatan itu diketahui sejak Februari lalu, perbaikan belum bisa dilaksanakan.

Baca Juga :  BPJamsostek Bojonegoro Serahkan Manfaat Program Beasiswa

Pemprov Jatim akan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan Jembatan Karanggeneng dari dana tak terduga Rp 720 juta

. Anggaran dari provinsi tersebut dimasukkan dalam P-APBD Lamongan 2017.

Meski mengalami kerusakan yang cukup berat di landasannya, jembatan tersebut tetap dibuka untuk umum. Termasuk kendaraan berat.

Portal pada dua ujung jembatan yang menghubungkan wilayah Lamongan dan Gresik itu dicopot.

‘’Kerusakan jembatan itu disebabkan adanya kendaraan yang lewat tonase-nya melebihi kelas jalan, di atas 7 ton.

Kalau kendaraan yang lewat di bawah 7 ton, insya Allah tetap aman,’’ tutur Eko.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/