alexametrics
30.9 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Latihan Peningkatan Kompetensi Pemadam Kebakaran

Latihan peningkatan kompetensi pemadam kebakaran dalam kegiatan pengurangan risiko bencana kegagalan teknologi industri kemarin (26/10) ditutup Wabup Tuban Noor Nahar Hussein.

Pelatihan yang merupakan kerja sama Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB PPEJ) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban 2017 tersebut diikuti 100 personel.

Rinciannya, 20 personel dari desa tangguh bencana (Destana) Desa Rahayu, Kecamatan Soko, 20 personel Destana Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel, 15 personel dari JOB PPEJ, dan 45 personel BPBD yang terdiri dari 17 personel pemadam kebakaran dan 28 personel relawan pusdalops.

Pelatihan yang berlangsung di Bukit  Willis, Hotel and Resort Jenu tersebut dibuka Sekda Tuban Budi Wiyana pada Rabu (25/10). Pelatihnya dari Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta.

Materi teori pelatihan tersebut, meliputi, perilaku api dan penggunaan alat pemadam ringan, peralatan kebakaran, dan formasi regu. Sementara praktiknya, alat pemadam api ringan, formasi regu pemadam latihan kering, dan formasi regu pemadam latihan basah. 

Baca Juga :  Titik Nol Jalan Aspal Hasil TMMD 106 Kodim Cilacap, Dibangun Gapura

Setelah pelatihan dua hari, kegiatan dilanjutkan dengan studi banding di Desa Balerante, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Klaten, Jateng pada Jumat (27/10) hari ini.

Lokasi ini merupakan kawasan letusan gunung berapi yang kini menjadi kawasan wisata. Studi banding tersebut terkait penanganan pascabencana. 

Kepala Pelaksana BPBD Tuban Joko Ludiono mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan, pemahaman, petunjuk, dan pedoman langsung kepada para stakeholder yang terlibat dalam penanggulangan bencana.

Pelatihan tersebut, lanjut dia, juga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat sekitar lokasi rawan bencana.

Tak kalah pentingnya, kata dia, untuk meningkatkan koordinasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam penanggulangan bencana di wilayah Tuban. 

Baca Juga :  Pentingnya Komunikasi

Wabup Tuban Noor Nahar Hussein dalam sambutan penutupan pelatihan mengatakan, kegiatan mengurangi bencana adalah investasi besar. Besarnya investasi tersebut, menurut dia, sangat sepadan dengan kerugian besar yang diderita korban bencana.

Dia kemudian mencontohkan kebakaran yang menimpa PT Pentawira Agraha Sakti Plumpang yang kerugiannya mencapai Rp 6 miliar.

Karena itulah, dia berharap dukungan dari legislatif untuk mendirikan pos pemadam kebakaran di Rengel, Tambakboyo, dan Jatirogo.

Mantan ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban ini juga menyatakan, Tuban termasuk satu dari 147 kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki risiko tinggi bencana. Termasuk akibat industri. 

Di akhir sambutannya, Noor Nahar menyemangati personel yang baru mengikuti pelatihan. Ditegaskan dia, personel pemadam kebakaran harus memiliki kebanggaan dan jiwa korsa.

Semangat tidak pulang sebelum api padam, harus dipertahankan untuk menumbuhkan jiwa herois.

Latihan peningkatan kompetensi pemadam kebakaran dalam kegiatan pengurangan risiko bencana kegagalan teknologi industri kemarin (26/10) ditutup Wabup Tuban Noor Nahar Hussein.

Pelatihan yang merupakan kerja sama Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB PPEJ) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban 2017 tersebut diikuti 100 personel.

Rinciannya, 20 personel dari desa tangguh bencana (Destana) Desa Rahayu, Kecamatan Soko, 20 personel Destana Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel, 15 personel dari JOB PPEJ, dan 45 personel BPBD yang terdiri dari 17 personel pemadam kebakaran dan 28 personel relawan pusdalops.

Pelatihan yang berlangsung di Bukit  Willis, Hotel and Resort Jenu tersebut dibuka Sekda Tuban Budi Wiyana pada Rabu (25/10). Pelatihnya dari Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta.

Materi teori pelatihan tersebut, meliputi, perilaku api dan penggunaan alat pemadam ringan, peralatan kebakaran, dan formasi regu. Sementara praktiknya, alat pemadam api ringan, formasi regu pemadam latihan kering, dan formasi regu pemadam latihan basah. 

Baca Juga :  Konsisten Bisnis Hijab

Setelah pelatihan dua hari, kegiatan dilanjutkan dengan studi banding di Desa Balerante, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Klaten, Jateng pada Jumat (27/10) hari ini.

Lokasi ini merupakan kawasan letusan gunung berapi yang kini menjadi kawasan wisata. Studi banding tersebut terkait penanganan pascabencana. 

Kepala Pelaksana BPBD Tuban Joko Ludiono mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan, pemahaman, petunjuk, dan pedoman langsung kepada para stakeholder yang terlibat dalam penanggulangan bencana.

Pelatihan tersebut, lanjut dia, juga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat sekitar lokasi rawan bencana.

Tak kalah pentingnya, kata dia, untuk meningkatkan koordinasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam penanggulangan bencana di wilayah Tuban. 

Baca Juga :  Turun, Jumlah Desa Kekeringan

Wabup Tuban Noor Nahar Hussein dalam sambutan penutupan pelatihan mengatakan, kegiatan mengurangi bencana adalah investasi besar. Besarnya investasi tersebut, menurut dia, sangat sepadan dengan kerugian besar yang diderita korban bencana.

Dia kemudian mencontohkan kebakaran yang menimpa PT Pentawira Agraha Sakti Plumpang yang kerugiannya mencapai Rp 6 miliar.

Karena itulah, dia berharap dukungan dari legislatif untuk mendirikan pos pemadam kebakaran di Rengel, Tambakboyo, dan Jatirogo.

Mantan ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban ini juga menyatakan, Tuban termasuk satu dari 147 kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki risiko tinggi bencana. Termasuk akibat industri. 

Di akhir sambutannya, Noor Nahar menyemangati personel yang baru mengikuti pelatihan. Ditegaskan dia, personel pemadam kebakaran harus memiliki kebanggaan dan jiwa korsa.

Semangat tidak pulang sebelum api padam, harus dipertahankan untuk menumbuhkan jiwa herois.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/