alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Di Inggris, Kang Yoto Sampaikan Tantangan OGP

BOJONEGORO – Bupati Bojonegoro, Suyoto mendapatkan kesempatan ke Universitas Sussex Inggris. Nilai-nilai Open Government Partnership (OGP) yang diterapkan di Bojonegoro kini menjadi sorotan positif. 

Dalam kesempatan tersebut, Kang Yoto menyampaikan tantangan mengimplementasikan OGP dalam pemerintah dan bagaimana menjamin keberlanjutannya.

Dalam kesempatan ini Kang Yoto menyampaikan tantangan terbesar dalam melaksanakan transparansi, akuntabilitas, partnership dan penggunaan IT dalam pemerintahan. 

Pertama, rasa takut politisi dan staf senior akan otoritas lebih yang dimilikinya akan berkurang, bahkan hilang. 

Kedua, ego masing masing pihak yang cenderung hanya memikirkan kepentingannya, dibanding kepentingan bersama.

Ketiga, lemahnya  kemampuan berkomunikasi antar pihak dalam berkoloborasi, termasuk penggunaan teknologi.

“Untuk inilah diperlukan kemampuan dialogis yang memastikan proses bersama dalam memahami tantangan yang dihadapi bersama, alternatif solusi, cara masing masing melakukan kontribusi, dan bagaiman secara bersama sama terus belajar menemukan cara yang lebih baik bagi masa depan bersama yang lebih baik,” kata Kang Yoto.

Baca Juga :  Sudah Dikoreksi, Hasil Tryout SMP Diumumkan

Soal keberlanjutan OGP, kang yoto menyatakan, bahwa sepenuhnya tergantung rakyat sebagai pemilik kekuasaana.

Bila rakyat dan para pihak puas serta nyaman akan hasil kolaborasi.Akan hasil kolaborasi bersama dengan nilai nilai dasar ogp dan saling percaya maka transformasi dalam rangka implementasi OGP akan berlanjut.

Apalagi jika daerah tersebut telah berhasil melembagakan keterbukaan, dan berkolaborasi dengan gerakan global peluang untuk mengubah arah transformasi akan makin kecil.

BOJONEGORO – Bupati Bojonegoro, Suyoto mendapatkan kesempatan ke Universitas Sussex Inggris. Nilai-nilai Open Government Partnership (OGP) yang diterapkan di Bojonegoro kini menjadi sorotan positif. 

Dalam kesempatan tersebut, Kang Yoto menyampaikan tantangan mengimplementasikan OGP dalam pemerintah dan bagaimana menjamin keberlanjutannya.

Dalam kesempatan ini Kang Yoto menyampaikan tantangan terbesar dalam melaksanakan transparansi, akuntabilitas, partnership dan penggunaan IT dalam pemerintahan. 

Pertama, rasa takut politisi dan staf senior akan otoritas lebih yang dimilikinya akan berkurang, bahkan hilang. 

Kedua, ego masing masing pihak yang cenderung hanya memikirkan kepentingannya, dibanding kepentingan bersama.

Ketiga, lemahnya  kemampuan berkomunikasi antar pihak dalam berkoloborasi, termasuk penggunaan teknologi.

“Untuk inilah diperlukan kemampuan dialogis yang memastikan proses bersama dalam memahami tantangan yang dihadapi bersama, alternatif solusi, cara masing masing melakukan kontribusi, dan bagaiman secara bersama sama terus belajar menemukan cara yang lebih baik bagi masa depan bersama yang lebih baik,” kata Kang Yoto.

Baca Juga :  Pedayung Asal Dander Sabet Emas di PON XX Papua

Soal keberlanjutan OGP, kang yoto menyatakan, bahwa sepenuhnya tergantung rakyat sebagai pemilik kekuasaana.

Bila rakyat dan para pihak puas serta nyaman akan hasil kolaborasi.Akan hasil kolaborasi bersama dengan nilai nilai dasar ogp dan saling percaya maka transformasi dalam rangka implementasi OGP akan berlanjut.

Apalagi jika daerah tersebut telah berhasil melembagakan keterbukaan, dan berkolaborasi dengan gerakan global peluang untuk mengubah arah transformasi akan makin kecil.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/