alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Pelaku Usaha Minim Daftarkan Merek

BOJONEGORO – Pelaku usaha di Bojonegoro banyak yang belum mendaftarkan mereknya ke Hak Kekayaan Intelektual (KHI). Sehingga, merek-merek dagang tersebut rawan disalahgunakan bahkan ditiru oleh pihak lain.

”Pendaftaran mereka itu sangat penting, supaya tidak ditiru,” ungkap Ketua Sentra HKI Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogjakarta, Ani Wijayanti saat pertemuan di Bojonegoro kemarin.

Ani menjelaskan, selain melindungi merek, pendaftaran merek ke HKI juga akan mempermudah jika suatu saat produk akan berekspansi. Misalnya, produk sudah siap diekspor atau diwaralabakan. ”Jika sudah terdaftar, maka akan lebih mudah,” jelasnya.

Mereka yang didaftarkan bisa usaha apa saja. Mulai usaha jual beli, kuliner, hingga jasa. Paling banyak tentunya kuliner. ”Kami tidak akan melindungi produknya. Tapi mereknya saja,” ungkap Ani.

Baca Juga :  Tak Percayai Kirim SS via Ketapel

Sejauh ini, lanjut dia, minat pengusaha pemula untuk mendaftarkan merekanya ke HKI sangat minim. Bahkan, usaha yang sudah berjalan sekian tahun masih ada yang belum terdaftar di HKI. ”Suatu saat jika timbul masalah, mereka sendiri yang rugi,” jelasnya.

Masalah yang kemungkinan timbul adalah, ketika ada mereka serupa, tidak bisa menggugat secara hukum. Apalagi, mereka serupa tersebut sudah terdaftar di HKI lebih dulu. ”Ini masalah yang kerap timbul. Jika sudah demikian, pemilik mereka yang belum terdaftar ya kalah,” jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, banyak merek-mereka rumah makan di Bojonegoro yang sudah dipakai namanya. Hal itu sekilas dia lihat saat ada yang mendaftar. ”Saya yakin sudah banyak yang ada. Sekilas saya lihat begitu,” ungkap dia.

Baca Juga :  Anggarkan Rp 2 M, Jembatan Diperbaiki Awal 2019 

Pendaftaran mereka dagang sangat perlu. Karena itu, dia meminta semua pengusaha agar segera mendaftarkan hak mereknya. Bahkan, jika perlu sebelum membuka usaha. ”Ini untuk persiapan saja,” ungkap dia.

BOJONEGORO – Pelaku usaha di Bojonegoro banyak yang belum mendaftarkan mereknya ke Hak Kekayaan Intelektual (KHI). Sehingga, merek-merek dagang tersebut rawan disalahgunakan bahkan ditiru oleh pihak lain.

”Pendaftaran mereka itu sangat penting, supaya tidak ditiru,” ungkap Ketua Sentra HKI Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogjakarta, Ani Wijayanti saat pertemuan di Bojonegoro kemarin.

Ani menjelaskan, selain melindungi merek, pendaftaran merek ke HKI juga akan mempermudah jika suatu saat produk akan berekspansi. Misalnya, produk sudah siap diekspor atau diwaralabakan. ”Jika sudah terdaftar, maka akan lebih mudah,” jelasnya.

Mereka yang didaftarkan bisa usaha apa saja. Mulai usaha jual beli, kuliner, hingga jasa. Paling banyak tentunya kuliner. ”Kami tidak akan melindungi produknya. Tapi mereknya saja,” ungkap Ani.

Baca Juga :  Anggarkan Rp 2 M, Jembatan Diperbaiki Awal 2019 

Sejauh ini, lanjut dia, minat pengusaha pemula untuk mendaftarkan merekanya ke HKI sangat minim. Bahkan, usaha yang sudah berjalan sekian tahun masih ada yang belum terdaftar di HKI. ”Suatu saat jika timbul masalah, mereka sendiri yang rugi,” jelasnya.

Masalah yang kemungkinan timbul adalah, ketika ada mereka serupa, tidak bisa menggugat secara hukum. Apalagi, mereka serupa tersebut sudah terdaftar di HKI lebih dulu. ”Ini masalah yang kerap timbul. Jika sudah demikian, pemilik mereka yang belum terdaftar ya kalah,” jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, banyak merek-mereka rumah makan di Bojonegoro yang sudah dipakai namanya. Hal itu sekilas dia lihat saat ada yang mendaftar. ”Saya yakin sudah banyak yang ada. Sekilas saya lihat begitu,” ungkap dia.

Baca Juga :  Sobek Terpal Truk, Bajing Loncat Kuras 105 Batik

Pendaftaran mereka dagang sangat perlu. Karena itu, dia meminta semua pengusaha agar segera mendaftarkan hak mereknya. Bahkan, jika perlu sebelum membuka usaha. ”Ini untuk persiapan saja,” ungkap dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/