alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Wednesday, May 18, 2022

Tinggal Satu Desa Belum Kirim DAK

KOTA – Penyaluran dana alokasi khusus (DAK) pendidikan sudah hampir kelar.

Dari 430 desa dan kelurahan, hanya satu desa yang belum mengirimkan dananya ke BPR Bojonegoro.

Direktur BPR Bojonegoro Sutarmini mengatakan, pengiriman dana DAK dari desa ke BPR sudah hampir tuntas. Sebab, hanya tersisa satu desa yang belum.

’’Desa tersebut belum mengirimkan bukan karena disengaja. Melainkan karena ada data yang belum valid,’’ katanya saat dihubungi kemarin (26/7).

Sutarmini menjelaskan, setelah desa selesai mentransfer dana desa, maka BPR langsung mentransfer dana tersebut ke rekening siswa.

Setelah itu, siswa bisa langsung melakukan proses pencairan sesuai persyaratan yang ditetapkan. Namun, Sutarmini enggan menyebutkan desa mana yang belum mengirimkan dana tersebut. 

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 Tunggu Distribusi dari Dinkes Pemprov Jatim

Pengambilan dana tersebut tidak dibatasi waktu. Siswa bisa mengambilnya kapan saja. Meskipun terlewatkan tahun depan.

Sebab, dana tersebut sudah masuk rekening siswa. ’’Selama siswa masih sekolah, masih bisa diambil. Kalau sudah lulus tidak bisa. Jadi, sebelum lulus harus diambil,’’ jelasnya.

Tahun ini pencairan DAK pendidikan sedikit lama. Hal itu disebabkan lamanya proses pengiriman dana dari desa ke BPR sebagai penyalur.

Sebab, dana tersebut tidak langsung dari Pemkab ke BPR. Melainkan dari pemkab ke desa dan desa ke BPR. ’’Mekanismenya memang demikian,’’ ungkap kepala DPKAD Bojonegoro Ibnu Soeyuthi.

Tahun ini, pembagian DAK juga tidak sama. Sebab, dibedakan beberapa golongan. Ada golongan siswa miskin dan tidak miskirn.

Baca Juga :  Curiga Diduakan, Wanita Ini Laporkan Suami Sirinya

Juga dibedakan apakah anak PNS dan non PNS. Siswa yang tetap menerima senilai Rp 2 juta adalah sisw miskin. Sisanya beragam mulai Rp 1,3 juta hingga Rp 1,7 juta.

Tahun ini, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan anggaran untuk DAK pendidikan senilai Rp 50 miliar.

Dana tersebut diberikan kepada semua warga Bojonegoro yang masih menempuh pendidikan SMA/SMK/MA. Baik sekolah di Bojonegoro maupun di luar Bojonegoro.

KOTA – Penyaluran dana alokasi khusus (DAK) pendidikan sudah hampir kelar.

Dari 430 desa dan kelurahan, hanya satu desa yang belum mengirimkan dananya ke BPR Bojonegoro.

Direktur BPR Bojonegoro Sutarmini mengatakan, pengiriman dana DAK dari desa ke BPR sudah hampir tuntas. Sebab, hanya tersisa satu desa yang belum.

’’Desa tersebut belum mengirimkan bukan karena disengaja. Melainkan karena ada data yang belum valid,’’ katanya saat dihubungi kemarin (26/7).

Sutarmini menjelaskan, setelah desa selesai mentransfer dana desa, maka BPR langsung mentransfer dana tersebut ke rekening siswa.

Setelah itu, siswa bisa langsung melakukan proses pencairan sesuai persyaratan yang ditetapkan. Namun, Sutarmini enggan menyebutkan desa mana yang belum mengirimkan dana tersebut. 

Baca Juga :  Jalur Pantura Ikut Macet

Pengambilan dana tersebut tidak dibatasi waktu. Siswa bisa mengambilnya kapan saja. Meskipun terlewatkan tahun depan.

Sebab, dana tersebut sudah masuk rekening siswa. ’’Selama siswa masih sekolah, masih bisa diambil. Kalau sudah lulus tidak bisa. Jadi, sebelum lulus harus diambil,’’ jelasnya.

Tahun ini pencairan DAK pendidikan sedikit lama. Hal itu disebabkan lamanya proses pengiriman dana dari desa ke BPR sebagai penyalur.

Sebab, dana tersebut tidak langsung dari Pemkab ke BPR. Melainkan dari pemkab ke desa dan desa ke BPR. ’’Mekanismenya memang demikian,’’ ungkap kepala DPKAD Bojonegoro Ibnu Soeyuthi.

Tahun ini, pembagian DAK juga tidak sama. Sebab, dibedakan beberapa golongan. Ada golongan siswa miskin dan tidak miskirn.

Baca Juga :  Miliki Kesan  Laga Derby

Juga dibedakan apakah anak PNS dan non PNS. Siswa yang tetap menerima senilai Rp 2 juta adalah sisw miskin. Sisanya beragam mulai Rp 1,3 juta hingga Rp 1,7 juta.

Tahun ini, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan anggaran untuk DAK pendidikan senilai Rp 50 miliar.

Dana tersebut diberikan kepada semua warga Bojonegoro yang masih menempuh pendidikan SMA/SMK/MA. Baik sekolah di Bojonegoro maupun di luar Bojonegoro.

Artikel Terkait

Most Read

Daftarkan 21 Atlet di Kejurprov II

Tahun Ini Tak Ada Pelebaran Jalan

Artikel Terbaru


/