alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Pemkab Bojonegoro Gelontorkan Santunan Rp 1,8 Miliar

Radar Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyalurkan santunan dana kerohiman sebesar Rp 1,8 miliar bagi 83 warga eks tanggul Bengawan Solo Jalan MH Thamrin kemarin (26/8). Dana tersebut bersumber dari corporate social responsibility (CSR) PT Asri Dharma Sejahtera (PT ADS).

Penyerahan santunan dana kerohiman digelar di Pendapa Malowopati. Dihadiri Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Bojonegoro Nurul Azizah, Direktur Utama PT ADS Lalu M Syahril Majidi, dan Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Bojonegoro Tedjo Sukmono.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga eks tanggul Bengawan Solo Jalan MH Thamrin yang telah ikhlas dan rela untuk membongkar bangunannya. Juga apresiasi diberikan karena tidak adanya konflik sosial setelah pembongkaran bangunan. Meski sebenarnya ada kekhawatiran terjadi gejolak sosial di tengah masyarakat setempat.

“Karena warga-warga ini sudah baik dan ikhlas, sehingga kami ingin memberikan santunan dana kerohiman yang bersumber dari dana CSR PT ADS yang mana merupakan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD),” jelasnya.

Baca Juga :  Tamsy Tedjo, Bupati Penggerak Agama dan Pendidikan

Bu Anna berharap keikhlasan masyarakat setempat menjadi keberkahan ke depannya. Adapun alasan utama dilakukan pembongkaran juga mengingat jalan di Bojonegoro butuh diperlebar dan dipercantik. Selain itu, tanah tersebut statusnya memang milik negara yang mana sebelumnya milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo lalu diserahkan ke Pemkab Bojonegoro.

Sekda Pemkab Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan, bahwa santunan dana kerohiman merupakan wujud kepedulian Bupati Bojonegoro terhadap warga yang menempati eks tanggul Bengawan Solo tersebut. Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro itu juga turut mengapresiasi masyarakat yang telah merelakan bangunannya untuk dimanfaatkan kembali oleh Pemkab Bojonegoro.

“Kesadaran masyarakat merelakan bangunannya patut diapresiasi, karena memang itu tanah milik negara. Ibu Bupati juga mencarikan solusi agar warga setempat mendapat santunan dana kerohiman dari CSR, karena tidak bisa menggunakan APBD,” ujarnya.

Direktur Utama PT ADS Lalu M Syahril Majidi menerangkan, bahwa pihaknya berterima kasih bisa menyalurkan dana CSR di masa-masa yang tidak mudah sekarang ini. Dia berharap santunan tersebut memberikan manfaat bagi warga terdampak. Adapun nilai CSR yang disalurkan untuk dana kerohiman sejumlah Rp 1,8 miliar bagi 83 warga terdampak.

Baca Juga :  Berusaha Cari Foto Bercerita

Nilai santunan tiap warganya berbeda-beda. “Nilai santunannya proporsional, menyesuaikan verifikasi dan validasi di lapangan. Salah satu santunan paling besar senilai Rp 35 juta,” ujarnya.

Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro Tedjo Sukmono menambahkan, bahwa rencana ke depan memang kawasan eks tanggul Bengawan Solo Jalan MH Thamrin sepanjang 1,3 kilometer akan diperlebar. Tanah eks tanggul tersebut akan ditata kembali dan juga dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) dan sarana penunjang lainnya.

“Kawasan itu akan menjadi ikon baru di Bojonegoro. Jalan MH Thamrin akan menjadi jalan alternatif pemecah kepadatan pada jalur akses utama dalam kota,” tutur Tedjo. Terkait afvoer untuk menampung pembuangan rumah tangga di sekitar kawasan tersebut nantinya, pengerjaannya melibatkan lima satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Yakni, DLH, Dinas PU Cipta Karya, Dinas PU Bina Marga, dan Dinas Perhubungan. 

Radar Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyalurkan santunan dana kerohiman sebesar Rp 1,8 miliar bagi 83 warga eks tanggul Bengawan Solo Jalan MH Thamrin kemarin (26/8). Dana tersebut bersumber dari corporate social responsibility (CSR) PT Asri Dharma Sejahtera (PT ADS).

Penyerahan santunan dana kerohiman digelar di Pendapa Malowopati. Dihadiri Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Bojonegoro Nurul Azizah, Direktur Utama PT ADS Lalu M Syahril Majidi, dan Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Bojonegoro Tedjo Sukmono.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga eks tanggul Bengawan Solo Jalan MH Thamrin yang telah ikhlas dan rela untuk membongkar bangunannya. Juga apresiasi diberikan karena tidak adanya konflik sosial setelah pembongkaran bangunan. Meski sebenarnya ada kekhawatiran terjadi gejolak sosial di tengah masyarakat setempat.

“Karena warga-warga ini sudah baik dan ikhlas, sehingga kami ingin memberikan santunan dana kerohiman yang bersumber dari dana CSR PT ADS yang mana merupakan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD),” jelasnya.

Baca Juga :  Seminggu, Dua Anak Tewas Tenggelam

Bu Anna berharap keikhlasan masyarakat setempat menjadi keberkahan ke depannya. Adapun alasan utama dilakukan pembongkaran juga mengingat jalan di Bojonegoro butuh diperlebar dan dipercantik. Selain itu, tanah tersebut statusnya memang milik negara yang mana sebelumnya milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo lalu diserahkan ke Pemkab Bojonegoro.

Sekda Pemkab Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan, bahwa santunan dana kerohiman merupakan wujud kepedulian Bupati Bojonegoro terhadap warga yang menempati eks tanggul Bengawan Solo tersebut. Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro itu juga turut mengapresiasi masyarakat yang telah merelakan bangunannya untuk dimanfaatkan kembali oleh Pemkab Bojonegoro.

“Kesadaran masyarakat merelakan bangunannya patut diapresiasi, karena memang itu tanah milik negara. Ibu Bupati juga mencarikan solusi agar warga setempat mendapat santunan dana kerohiman dari CSR, karena tidak bisa menggunakan APBD,” ujarnya.

Direktur Utama PT ADS Lalu M Syahril Majidi menerangkan, bahwa pihaknya berterima kasih bisa menyalurkan dana CSR di masa-masa yang tidak mudah sekarang ini. Dia berharap santunan tersebut memberikan manfaat bagi warga terdampak. Adapun nilai CSR yang disalurkan untuk dana kerohiman sejumlah Rp 1,8 miliar bagi 83 warga terdampak.

Baca Juga :  Tamsy Tedjo, Bupati Penggerak Agama dan Pendidikan

Nilai santunan tiap warganya berbeda-beda. “Nilai santunannya proporsional, menyesuaikan verifikasi dan validasi di lapangan. Salah satu santunan paling besar senilai Rp 35 juta,” ujarnya.

Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro Tedjo Sukmono menambahkan, bahwa rencana ke depan memang kawasan eks tanggul Bengawan Solo Jalan MH Thamrin sepanjang 1,3 kilometer akan diperlebar. Tanah eks tanggul tersebut akan ditata kembali dan juga dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) dan sarana penunjang lainnya.

“Kawasan itu akan menjadi ikon baru di Bojonegoro. Jalan MH Thamrin akan menjadi jalan alternatif pemecah kepadatan pada jalur akses utama dalam kota,” tutur Tedjo. Terkait afvoer untuk menampung pembuangan rumah tangga di sekitar kawasan tersebut nantinya, pengerjaannya melibatkan lima satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Yakni, DLH, Dinas PU Cipta Karya, Dinas PU Bina Marga, dan Dinas Perhubungan. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/