alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Lembaga Naungan Disdik

Radar Lamongan – Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan menerima laporan belum semua lembaga pendidikan SD melakukan simulasi pembelajaran tatap muka secara bertahap. “Kita meminta semua lembaga di bawah naungan disdik untuk melakukan tahapan simulasi. Harapannya saat ada perintah pembelajaran tatap muka, Lamongan sudah siap semua,” ujar Kepala Disdik Lamongan Adi Suwito.

Menurut dia, selama pelaksanaan simulasi yang berjalan sekitar satu bulan, ada beberapa lembaga yang belum bisa mengikuti. Lembaga – lembaga itu beralasan tidak mendapatkan izin dari lurah atau kades setempat. Lurah dan kades memiliki kewenangan untuk memberi izin atau tidak terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka di wilayah setempat.

“Karena pemdes yang lebih tahu kondisi desanya. Yang jelas lembaga tetap diminta mempersiapkan sampai mendapatkan izin simulasi,” ujarnya. Selain itu, lanjut dia, kurangnya sarana prasarana di lembaga yang sesuai dengan protokol kesehatan. Adi tidak memermasalahkan adanya lembaga yang belum mendapatkan izin simulasi. Baginya, itu tidak masalah.

Baca Juga :  Qila Taklukkan Petenis Vietnam di Final

Dia tetap meminta sekolah mempersiapkan sarpras sesuai dengan edarannya. Menurut dia, meski ada beberapa lembaga yang belum bisa simulasi, hanya SDN Blimbing, Kecamatan Paciran yang sudah melapor ke disdik. Adi menuturkan, angka pertumbuhan kasus di kelurahan tersebut masih tinggi.

Pihak kelurahan dan orang tua keberatan untuk simulasi. Namun, siswa tetap mendapatkan pembelajaran sesuai ketentuan. Di antaranya, pembelajaran dalam bentuk daring dan luring atau kunjungan guru ke rumah. Sebab, sebagian besar siswa kelas 1 – 3 SD masih memanfaatkan guru kunjung.

Anak – anak usia tersebut masih membutuhkan pendampingan. Sementara simulasi hanya diikuti kurang dari 25 persen siswa dalam satu kelas. ‘’Simulasi ini bertahap. Semua lembaga diminta mempersiapkan dan komunikasi dengan orang tua dan pemdes setempat, termasuk komite,” ujarnya.

Baca Juga :  Serapan APBD Bojonegoro Perlu Digenjot, Baru 21,78 Persen

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Lamongan Sri Yuliarsih menjelaskan, pelaksanaan simulasi tiga lembaga berjalan lancar. Hasilnya sudah dilaporkan ke provinsi untuk dilakukan evaluasi. Sehingga daerah hanya menunggu bisa membuka simulasi lembaga selanjutnya atau tidak. “Sekarang hanya tiga yang bisa membuka untuk satu kabupaten jadi kita mengikuti arahan,” ujarnya.

Radar Lamongan – Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan menerima laporan belum semua lembaga pendidikan SD melakukan simulasi pembelajaran tatap muka secara bertahap. “Kita meminta semua lembaga di bawah naungan disdik untuk melakukan tahapan simulasi. Harapannya saat ada perintah pembelajaran tatap muka, Lamongan sudah siap semua,” ujar Kepala Disdik Lamongan Adi Suwito.

Menurut dia, selama pelaksanaan simulasi yang berjalan sekitar satu bulan, ada beberapa lembaga yang belum bisa mengikuti. Lembaga – lembaga itu beralasan tidak mendapatkan izin dari lurah atau kades setempat. Lurah dan kades memiliki kewenangan untuk memberi izin atau tidak terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka di wilayah setempat.

“Karena pemdes yang lebih tahu kondisi desanya. Yang jelas lembaga tetap diminta mempersiapkan sampai mendapatkan izin simulasi,” ujarnya. Selain itu, lanjut dia, kurangnya sarana prasarana di lembaga yang sesuai dengan protokol kesehatan. Adi tidak memermasalahkan adanya lembaga yang belum mendapatkan izin simulasi. Baginya, itu tidak masalah.

Baca Juga :  Kasatnarkoba Polres Lamongan Mengamankan Pengedar SS

Dia tetap meminta sekolah mempersiapkan sarpras sesuai dengan edarannya. Menurut dia, meski ada beberapa lembaga yang belum bisa simulasi, hanya SDN Blimbing, Kecamatan Paciran yang sudah melapor ke disdik. Adi menuturkan, angka pertumbuhan kasus di kelurahan tersebut masih tinggi.

Pihak kelurahan dan orang tua keberatan untuk simulasi. Namun, siswa tetap mendapatkan pembelajaran sesuai ketentuan. Di antaranya, pembelajaran dalam bentuk daring dan luring atau kunjungan guru ke rumah. Sebab, sebagian besar siswa kelas 1 – 3 SD masih memanfaatkan guru kunjung.

Anak – anak usia tersebut masih membutuhkan pendampingan. Sementara simulasi hanya diikuti kurang dari 25 persen siswa dalam satu kelas. ‘’Simulasi ini bertahap. Semua lembaga diminta mempersiapkan dan komunikasi dengan orang tua dan pemdes setempat, termasuk komite,” ujarnya.

Baca Juga :  Seragam Gratis Belum Jelas

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Lamongan Sri Yuliarsih menjelaskan, pelaksanaan simulasi tiga lembaga berjalan lancar. Hasilnya sudah dilaporkan ke provinsi untuk dilakukan evaluasi. Sehingga daerah hanya menunggu bisa membuka simulasi lembaga selanjutnya atau tidak. “Sekarang hanya tiga yang bisa membuka untuk satu kabupaten jadi kita mengikuti arahan,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/