alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Penghormatan Bagi Hariyanto, Perawat RSUD yang Gugur Melawan Covid-19

Radar Bojonegoro – Satu lagi tenaga medis gugur setelah berjuang melawan Covid-19. Hariyanto, perawat senior RSUD dr R. Sosodoro Djatikoesoemo kemarin (26/8). Suasana duka menyelimuti RSUD setempat kala memberi upacara penghormatan terakhir.

Langit di atas halaman gedung RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo seakan-akan tampak sendu sore kemarin (26/8). Puluhan orang berdiri berjajar di setiap sisi jalan halaman sekitar gedung F dan G. Suasana di lokasi berselimutkan haru. Tertunduk berbela sungkawa atas meninggalnya Hariyanto, perawat senior RSUD Jalan Veteran itu. Hariyanto gugur setelah terpapar Covid-19. Kehadiran para tenaga kesehatan (nakes) RSUD hingga sejumlah jajaran pemkab setempat untuk memberi penghormatan terakhir.

Suasana di lokasi berselimutkan haru. Tertunduk berbela sungkawa atas meninggalnya Hariyanto, perawat senior RSUD Jalan Veteran itu. Hariyanto gugur setelah terpapar Covid-19. Kehadiran para tenaga kesehatan (nakes) RSUD hingga sejumlah jajaran pemkab setempat untuk memberi penghormatan terakhir. Adapun jenazah telah dimandikan dan diletakkan dalam peti. Juga telah dinaikkan ke mobil jenazah terparkir di muka gedung G. Bergegas sejumlah orang hadir berduyun-duyun mengambil air wudu untuk salat jenazah.

Baca Juga :  Catering Lancar, Bayar Iuran JKN Pun Tak jadi Ambyar

Haru terasa kehilangan sosok Hariyanto. Sehingga tenaga medis tak ingin tertinggal salat jenazah. Salat di halaman dengan masih memakai sepatu dan sandal. Prosesi penghormatan ini menandakan sosok Hariyanto telah berjuang penanganan Covid-19.

Setelah salat berakhir, beberapa orang itu kembali berjajar di setiap sisi halaman. Mobil jenazah mulai menyalakan mesin dan berjalan perlahan. Di depannya ada dua orang berjalan mengiringi. Sembari memegang foto almarhum. Suasana duka pun semakin menggebu. Mengenang jasanya kepada masyarakat dan juga berjuang melawan Covid-19. Setiba di muka Gedung F, mobil jenazah mematikan mesin dan berhenti berjalan.

Berlangsung upacara penghormatan. Dipimpin Asisten Administrasi Umum Sekda Bojonegoro Yayan Rohman. Usai memanjatkan doa, sikap hormat para peserta upacara mengiringi mobil jenazah berjalan pelan keluar halaman RSUD. Dan menuju rumah duka.

Baca Juga :  Perbanyak Beasiswa, Pemkab Bojonegoro Serius Tingkatkan IPM

Hal ini patut menjadi renungan bersama. Kaitannya totalitas para nakes memerangi Covid-19. Sebab, dalam bertugas mereka mempertaruhkan segenap waktu, tenaga, dan bahkan nyawanya. Humas RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Thomas Djaja mengatakan nakes tersebut merupakan perawat bertugas di ruang bedah. Setelah pemeriksaan rapid test dan swab test, hasil menunjukkan positif.

‘’Setelah itu diisolasi baru dua hari tetapi akhirnya meninggal,” katanya kemarin (26/8). Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Bojonegoro Sukir mengatakan turut berbela sungkawa atas meninggalnya rekan seperjuangannya. Kepergian Hariyanto menjadi kali kedua merenggut nyawa perawat. Sebelumnya ada perawat bertugas di puskesmas kawasan Baureno meninggal. ‘’Sehingga ke depannya perlu kehati-hatian dalam bertugas. Baik itu penggunaan APD, kondisi fisik, hingga penuhan nutrisi,” tuturnya.

Radar Bojonegoro – Satu lagi tenaga medis gugur setelah berjuang melawan Covid-19. Hariyanto, perawat senior RSUD dr R. Sosodoro Djatikoesoemo kemarin (26/8). Suasana duka menyelimuti RSUD setempat kala memberi upacara penghormatan terakhir.

Langit di atas halaman gedung RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo seakan-akan tampak sendu sore kemarin (26/8). Puluhan orang berdiri berjajar di setiap sisi jalan halaman sekitar gedung F dan G. Suasana di lokasi berselimutkan haru. Tertunduk berbela sungkawa atas meninggalnya Hariyanto, perawat senior RSUD Jalan Veteran itu. Hariyanto gugur setelah terpapar Covid-19. Kehadiran para tenaga kesehatan (nakes) RSUD hingga sejumlah jajaran pemkab setempat untuk memberi penghormatan terakhir.

Suasana di lokasi berselimutkan haru. Tertunduk berbela sungkawa atas meninggalnya Hariyanto, perawat senior RSUD Jalan Veteran itu. Hariyanto gugur setelah terpapar Covid-19. Kehadiran para tenaga kesehatan (nakes) RSUD hingga sejumlah jajaran pemkab setempat untuk memberi penghormatan terakhir. Adapun jenazah telah dimandikan dan diletakkan dalam peti. Juga telah dinaikkan ke mobil jenazah terparkir di muka gedung G. Bergegas sejumlah orang hadir berduyun-duyun mengambil air wudu untuk salat jenazah.

Baca Juga :  Secangkir Kopi, Wujudkan Kebersamaan Warga Dan TNI

Haru terasa kehilangan sosok Hariyanto. Sehingga tenaga medis tak ingin tertinggal salat jenazah. Salat di halaman dengan masih memakai sepatu dan sandal. Prosesi penghormatan ini menandakan sosok Hariyanto telah berjuang penanganan Covid-19.

Setelah salat berakhir, beberapa orang itu kembali berjajar di setiap sisi halaman. Mobil jenazah mulai menyalakan mesin dan berjalan perlahan. Di depannya ada dua orang berjalan mengiringi. Sembari memegang foto almarhum. Suasana duka pun semakin menggebu. Mengenang jasanya kepada masyarakat dan juga berjuang melawan Covid-19. Setiba di muka Gedung F, mobil jenazah mematikan mesin dan berhenti berjalan.

Berlangsung upacara penghormatan. Dipimpin Asisten Administrasi Umum Sekda Bojonegoro Yayan Rohman. Usai memanjatkan doa, sikap hormat para peserta upacara mengiringi mobil jenazah berjalan pelan keluar halaman RSUD. Dan menuju rumah duka.

Baca Juga :  WBL Sudah Dibuka, Pengunjung Turun 50 Persen

Hal ini patut menjadi renungan bersama. Kaitannya totalitas para nakes memerangi Covid-19. Sebab, dalam bertugas mereka mempertaruhkan segenap waktu, tenaga, dan bahkan nyawanya. Humas RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Thomas Djaja mengatakan nakes tersebut merupakan perawat bertugas di ruang bedah. Setelah pemeriksaan rapid test dan swab test, hasil menunjukkan positif.

‘’Setelah itu diisolasi baru dua hari tetapi akhirnya meninggal,” katanya kemarin (26/8). Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Bojonegoro Sukir mengatakan turut berbela sungkawa atas meninggalnya rekan seperjuangannya. Kepergian Hariyanto menjadi kali kedua merenggut nyawa perawat. Sebelumnya ada perawat bertugas di puskesmas kawasan Baureno meninggal. ‘’Sehingga ke depannya perlu kehati-hatian dalam bertugas. Baik itu penggunaan APD, kondisi fisik, hingga penuhan nutrisi,” tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/