alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

PPKM, Agrowisata Kebun Belimbing Hanya Melayani Penjualan Buah

Radara Bojonegoro – Agrowisata kebun belimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu belum berani buka selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Namun, tetap melayani pembelian buah belimbing untuk para pengunjung, tujuannya menambah pemasukan para petani belimbing.

Kepala Desa Ngringinrejo Kecamatan Kalitidu Endang Sriwigati menjelaskan, pembukaan wisata kebun belimbing mengikuti kebijakan pemerintah daerah maupun pusat. Karena selama PPKM berlangsung tidak membolehkan membuka wisata. “Menunggu kebijakan turun dari pusat, baru berani membuka secara resmi,” ujarnya kemarin (25/7).

Menurut Endang, agar petani kebun belimbing masih mendapat penghasilan, dari agrowisata hanya melayani penjualan buah saja. Pengunjung yang datang dipersilakan membeli buah kemudian dibawa pulang. “Soalnya kalau kami larang jualan, nanti kasihan petani tidak dapat pemasukan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Konsultasikan Jabatan Direktur RSUD 

Menurut Endang, seluruh wahana di sekitar kebun belimbing tidak dibuka. Pengun jung juga harus taat protokol kesehatan sesuai peraturan. Pihak BUMDes saat ini lebih untuk memperbaiki dan merawat fasilitas.

Ketua Unit Usaha Agrowisata Kebun Belimbing Prio Sulistio menjelaskan, pengunjung tetap ada, namun tidak banyak seperti sebelum PPKM diberlakukan. Wisata tetap ditutup namun para penjual belimbing masih bisa berjualan. “Kalau yang lainnya kan wisata, kami yang dibuka penjualan buahnya untuk menyambung hidup petani buah,” ujarnya.

Prio berharap pandemi saat ini segera berakhir dan pemerintah membuka kembali wisata. Karena selama PPKM diberlakukan begitu berdampak pada wistawan yang berkunjung, sehingga pemasukan para petani menjadi menyusut. “Penjulan kepasar juga masih kami lakukan,” pungkasnya. (luk) 

Baca Juga :  Kartu Tani Belum Berfungsi, Pendistribusian Pupuk Masih Manual

Radara Bojonegoro – Agrowisata kebun belimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu belum berani buka selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Namun, tetap melayani pembelian buah belimbing untuk para pengunjung, tujuannya menambah pemasukan para petani belimbing.

Kepala Desa Ngringinrejo Kecamatan Kalitidu Endang Sriwigati menjelaskan, pembukaan wisata kebun belimbing mengikuti kebijakan pemerintah daerah maupun pusat. Karena selama PPKM berlangsung tidak membolehkan membuka wisata. “Menunggu kebijakan turun dari pusat, baru berani membuka secara resmi,” ujarnya kemarin (25/7).

Menurut Endang, agar petani kebun belimbing masih mendapat penghasilan, dari agrowisata hanya melayani penjualan buah saja. Pengunjung yang datang dipersilakan membeli buah kemudian dibawa pulang. “Soalnya kalau kami larang jualan, nanti kasihan petani tidak dapat pemasukan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Perlahan, MPU Makin Ditinggalkan

Menurut Endang, seluruh wahana di sekitar kebun belimbing tidak dibuka. Pengun jung juga harus taat protokol kesehatan sesuai peraturan. Pihak BUMDes saat ini lebih untuk memperbaiki dan merawat fasilitas.

Ketua Unit Usaha Agrowisata Kebun Belimbing Prio Sulistio menjelaskan, pengunjung tetap ada, namun tidak banyak seperti sebelum PPKM diberlakukan. Wisata tetap ditutup namun para penjual belimbing masih bisa berjualan. “Kalau yang lainnya kan wisata, kami yang dibuka penjualan buahnya untuk menyambung hidup petani buah,” ujarnya.

Prio berharap pandemi saat ini segera berakhir dan pemerintah membuka kembali wisata. Karena selama PPKM diberlakukan begitu berdampak pada wistawan yang berkunjung, sehingga pemasukan para petani menjadi menyusut. “Penjulan kepasar juga masih kami lakukan,” pungkasnya. (luk) 

Baca Juga :  Amir Daftar, Dandi Mundur

Artikel Terkait

Most Read

Periksa Muhadjir Kali Ketiga

Pencairan BKD Ditarget Bulan Maret

Artikel Terbaru


/