alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Tembak Spesialis Pencuri Motor

KOTA – Dua spesialis pencurian motor, Samsul Arifin, 33, asal Desa Kelbung, Kecamatan Sepulu, Bangkalan dan MH Anam, 26, asal Desa Pacuh, Kecamatan Balongpanggang, Gresik dilumpuhkan di rumah kosnya, Desa Kalen, Kecamatan Kedungpring. Keduanya sering melakukan pencurian di wilayah Kecamatan Modo dan Babat.

‘’Dua tersengaka ini saat dilakukan penangkapan mencoba melarikan diri. Sehingga terpaksa dilumpuhkan dnegan timah panas kedua kakinya,’’ ujar Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung, kemarin (26/6).

Dia menjelaskan, tersangka terdeteksi saat melakukan pencurian di wilayah Modo. Aksinya terekam CCTV. Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, tersangka sudah beraksi di empat tempat kejadian perkara (TKP). Yakni, pencurian Honda Beat hitam di dekat toko Toserba Yon, Desa Mojorejo, Modo (13/5). Kemudian pencurian di depan salah satu toko di Desa Pule, Modo (22/5). Dua aksi lainnya dilakukan   di wilayah Babat. Masing – masing menyikat Honda Beat putih di halaman parkir Alfamart Desa Banaran (22/5) dan melarikan N – Max hitam dari halaman Puskesmas Babat (18/6).

Baca Juga :  Operasi Yustisi di Jembatan Sosrodilogo, 2 Orang Positif Covid

Berdasarkan keterangan  yang diperoleh petugas, ada satu motor yang dijual Rp 4 juta. Hasilnya, dibagi berdua. ‘’Kemungkinan besar, pelaku masih banyak melakukan pencurian di beberapa tempat lainya. Sebab, pelaku kos di wilayah tersebut kurang lebih 3 bulan lamanya,’’ imbuh Kapolres.

Saat dilakukan penggeledahan di tempat kos, petugas menemukan beberapa kunci T dan pelat nomor yang diduga hasil curian. Selain itu, ada dua motor hasil pencurian yang belum sempat dijual.

‘’Dua tersangka ini adalah residivis dengan kasus yang sama, melakukan pencurian sepeda motor di wialayah Surabaya,’’ ujar Kapolres.

Samsul Arifin di hadapan petugas mengatakan, dirinya mencuri di wilayah pinggir Lamongan karena pengamatan motor tak ketat. Dia merasa sangat mudah menjalankan aksinya. Motor pencurian lalu jual ke wilayah Madura serta hasilnya dibagi bersama temannya.

Baca Juga :  PAD Terminal Terancam Tak Tercapai

Dia mengaku belajar pembukaan kunci ganda magnet di wilayah Madura bersama temannya. Pelaku membuat alat pembukaan kunci magnet membutuhkan waktu sebulan. Dia lebih mengincar Honda Beat karena desain pembuatan kunci khusus motor tersebut lebih mudah.

KOTA – Dua spesialis pencurian motor, Samsul Arifin, 33, asal Desa Kelbung, Kecamatan Sepulu, Bangkalan dan MH Anam, 26, asal Desa Pacuh, Kecamatan Balongpanggang, Gresik dilumpuhkan di rumah kosnya, Desa Kalen, Kecamatan Kedungpring. Keduanya sering melakukan pencurian di wilayah Kecamatan Modo dan Babat.

‘’Dua tersengaka ini saat dilakukan penangkapan mencoba melarikan diri. Sehingga terpaksa dilumpuhkan dnegan timah panas kedua kakinya,’’ ujar Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung, kemarin (26/6).

Dia menjelaskan, tersangka terdeteksi saat melakukan pencurian di wilayah Modo. Aksinya terekam CCTV. Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, tersangka sudah beraksi di empat tempat kejadian perkara (TKP). Yakni, pencurian Honda Beat hitam di dekat toko Toserba Yon, Desa Mojorejo, Modo (13/5). Kemudian pencurian di depan salah satu toko di Desa Pule, Modo (22/5). Dua aksi lainnya dilakukan   di wilayah Babat. Masing – masing menyikat Honda Beat putih di halaman parkir Alfamart Desa Banaran (22/5) dan melarikan N – Max hitam dari halaman Puskesmas Babat (18/6).

Baca Juga :  PAD Terminal Terancam Tak Tercapai

Berdasarkan keterangan  yang diperoleh petugas, ada satu motor yang dijual Rp 4 juta. Hasilnya, dibagi berdua. ‘’Kemungkinan besar, pelaku masih banyak melakukan pencurian di beberapa tempat lainya. Sebab, pelaku kos di wilayah tersebut kurang lebih 3 bulan lamanya,’’ imbuh Kapolres.

Saat dilakukan penggeledahan di tempat kos, petugas menemukan beberapa kunci T dan pelat nomor yang diduga hasil curian. Selain itu, ada dua motor hasil pencurian yang belum sempat dijual.

‘’Dua tersangka ini adalah residivis dengan kasus yang sama, melakukan pencurian sepeda motor di wialayah Surabaya,’’ ujar Kapolres.

Samsul Arifin di hadapan petugas mengatakan, dirinya mencuri di wilayah pinggir Lamongan karena pengamatan motor tak ketat. Dia merasa sangat mudah menjalankan aksinya. Motor pencurian lalu jual ke wilayah Madura serta hasilnya dibagi bersama temannya.

Baca Juga :  Waswas, Kekeringan Meluas

Dia mengaku belajar pembukaan kunci ganda magnet di wilayah Madura bersama temannya. Pelaku membuat alat pembukaan kunci magnet membutuhkan waktu sebulan. Dia lebih mengincar Honda Beat karena desain pembuatan kunci khusus motor tersebut lebih mudah.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/