alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Sisa 16 Desa Belum Cairkan DAK

BOJONEGORO – Pencairan dana alokasi khusus (DAK) pendidikan ternyata masih belum tuntas. Hingga selasa (26/6) masih ada 16 desa di Kecamatan Baureno dan Kecamatan Sumberrejo, yang belum mengajukan pencairan. “Sisa dua kecamatan itu saja yang belum. Lainnya sudah cair semua,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro Ibnu Soeyuthi selasa.

Ibnu menjelaskan, Kecamatan Baureno ada 12 desa, sedangkan Kecamatan Sumberrejo ada 4 desa. Desa-desa belum mengajukan pencairan DAK tersebut diberikan kesempatan hingga akhir Juni ini. Sebab, Juli mendatang sudah memasuki tahun ajaran baru. Artinya, siswa yang diberikan DAK pendidikan sudah bukan lagi siswa. “Mereka sudah lulus. Jadi, harus segera mengajukan pencairan,“ ungkap Ibnu.

Baca Juga :  Masih Terkendala Status Bangunan

Ibnu menjelaskan, sebenarnya 16 desa tersebut sudah mengajukan. Namun, pengajaun pencairan tersebut belum sampai BPKAD. Tapi, di dinas pemberdayaan masyarakat desa (DPMD). Sebab, sebelum ke BPKAD harus ke DPMD terlebih dulu. Setelah dinyatakan lengkap, baru diajukan pencairan ke BPKAD. “Sampai saat ini belum sampai ke sini. Berarti masih ada yang salah dan harus diperbaiki,“ jelasnya.

Menurut dia, pengajuan ke BPKAD harus dipercepat. Yaitu, dilaksanakan sebelum Juli. Setelah dana ditransfer ke rekening desa, proses selanjutnya bisa lebih mudah. “Yang penting dari sini harus cepat. Setelah di rekening desa harus ditransfer ke rekening BPR,“ jelasnya. 

Dana itu, lanjut dia, nantinya oleh BPR akan ditransfer ke rekening siswa penerima. Dan, siswa penerima bisa diambil secepatnya setelah ada pemberitahuan. Dan, proses pencairannya memakai rekomendasi sekolah. “Karena sudah lulus, rekomendasinya lebih mudah,“ jelasnya.

Baca Juga :  Penundaan Paripurna Belum Jelas

DAK pendidikan memang terlambat cair. Sebab, desa tidak kunjung mengajukan pencairan. Seharusnya, DAK pendidikan dicairkan sebelum ujian nasional (unas) berlangsung. Sehingga, semua siswa bisa menerimanya sebelum lulus. Saat ini banyak siswa menerima ketika mereka sudah lulus unas.

BOJONEGORO – Pencairan dana alokasi khusus (DAK) pendidikan ternyata masih belum tuntas. Hingga selasa (26/6) masih ada 16 desa di Kecamatan Baureno dan Kecamatan Sumberrejo, yang belum mengajukan pencairan. “Sisa dua kecamatan itu saja yang belum. Lainnya sudah cair semua,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro Ibnu Soeyuthi selasa.

Ibnu menjelaskan, Kecamatan Baureno ada 12 desa, sedangkan Kecamatan Sumberrejo ada 4 desa. Desa-desa belum mengajukan pencairan DAK tersebut diberikan kesempatan hingga akhir Juni ini. Sebab, Juli mendatang sudah memasuki tahun ajaran baru. Artinya, siswa yang diberikan DAK pendidikan sudah bukan lagi siswa. “Mereka sudah lulus. Jadi, harus segera mengajukan pencairan,“ ungkap Ibnu.

Baca Juga :  Pepohonan di Sepanjang Jalan Gajahmada Bakal Diganti Tabebuya

Ibnu menjelaskan, sebenarnya 16 desa tersebut sudah mengajukan. Namun, pengajaun pencairan tersebut belum sampai BPKAD. Tapi, di dinas pemberdayaan masyarakat desa (DPMD). Sebab, sebelum ke BPKAD harus ke DPMD terlebih dulu. Setelah dinyatakan lengkap, baru diajukan pencairan ke BPKAD. “Sampai saat ini belum sampai ke sini. Berarti masih ada yang salah dan harus diperbaiki,“ jelasnya.

Menurut dia, pengajuan ke BPKAD harus dipercepat. Yaitu, dilaksanakan sebelum Juli. Setelah dana ditransfer ke rekening desa, proses selanjutnya bisa lebih mudah. “Yang penting dari sini harus cepat. Setelah di rekening desa harus ditransfer ke rekening BPR,“ jelasnya. 

Dana itu, lanjut dia, nantinya oleh BPR akan ditransfer ke rekening siswa penerima. Dan, siswa penerima bisa diambil secepatnya setelah ada pemberitahuan. Dan, proses pencairannya memakai rekomendasi sekolah. “Karena sudah lulus, rekomendasinya lebih mudah,“ jelasnya.

Baca Juga :  AKSELERASI PERTUMBUHAN EKONOMI LAMONGAN MENUJU JATIM BANGKIT

DAK pendidikan memang terlambat cair. Sebab, desa tidak kunjung mengajukan pencairan. Seharusnya, DAK pendidikan dicairkan sebelum ujian nasional (unas) berlangsung. Sehingga, semua siswa bisa menerimanya sebelum lulus. Saat ini banyak siswa menerima ketika mereka sudah lulus unas.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/