alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Sejuta Warga Memilih Gubernur

KOTA – Hari ini (27/6) warga Lamongan yang memiliki hak pilih berhak mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) dan mencoblos pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (pigub) Jatim yang didukungnya. Berdasarkan data KPUK Lamongan, jumlah penduduk ada 1.360.9877 jiwa. Dari jumlah itu, daftar pemilih tetap (DPT) terdata 1.039.849 pemilih.

Namun, ada kemungkinan sebagian dari DPT itu tidak bisa mencoblos. Indikasinya, sehari menjelang pelaksanaan pemungutan suara, sejumlah warga mengaku belum menerima dokumen C-6 KWK atau surat panggilan pemilih. Padahal, dokumen itu sebagai salah satu syarat untuk menggunakan hak pilihnya di TPS.

‘’Dua anak saya yang belum dapat surat panggilan, makanya saya minta di sini (kantor KPUK),’’ kata Roosy Widyadini, warga Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan saat di kantor KPUK Lamongan kemarin.

Baca Juga :  Tanpa KTR, Pembeli Rokok Didomimasi Warga Miskin

Menurut dia, kedua anaknya selalu mendapatkan surat panggilan pada dua kali pemilihan sebelumnya. Untuk pemilihan kali ini, keduanya tidak mendapatkannya. ‘’Karena sebelumnya dua kali selalu dapat, tapi kali ini kok belum,’’ protesnya.

Sementara itu, Ketua KPUK Lamongan, Imam Ghozali, memastikan setiap warga negara yang tercantum memiliki hak untuk dipilih dan memilih. Meskipun tidak masuk dalam DPT, mereka tetap bisa menggunakan hak pilihnya. Asalkan, menunjukkan KTP asli. ‘’Yang belum dapat C-6, saya minta menghubungi KPPS setempat dulu,’’ pintanya.

Dia memastikan, dokumen C-6 itu mengacu pada dokumen DPT yang sebelumnya divalidasi beberapa kali. Ghozali mengulang bahwa meskipun nanti terpaksa tidak dapat dokumen C-6 dan tidak masuk DPT, warga bisa menunjukkan KTP. ‘’Kalau sudah C-6, tak perlu menunjukkan E-KTP,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Tuban Masuk Zona Rawan Narkoba

Adanya warga yang meminta surat panggilan itu, tetap membuat Ghozali optimistis angka partisipasi masyarakt yang menggunakan hak pilihnya bisa meningkat dibandingkan sebelumnya. Sesuai target yang ditetapkan KPU Jawa Timur, angka partisipasi mencapai 70 persen. (msu/yan)

KOTA – Hari ini (27/6) warga Lamongan yang memiliki hak pilih berhak mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) dan mencoblos pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (pigub) Jatim yang didukungnya. Berdasarkan data KPUK Lamongan, jumlah penduduk ada 1.360.9877 jiwa. Dari jumlah itu, daftar pemilih tetap (DPT) terdata 1.039.849 pemilih.

Namun, ada kemungkinan sebagian dari DPT itu tidak bisa mencoblos. Indikasinya, sehari menjelang pelaksanaan pemungutan suara, sejumlah warga mengaku belum menerima dokumen C-6 KWK atau surat panggilan pemilih. Padahal, dokumen itu sebagai salah satu syarat untuk menggunakan hak pilihnya di TPS.

‘’Dua anak saya yang belum dapat surat panggilan, makanya saya minta di sini (kantor KPUK),’’ kata Roosy Widyadini, warga Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan saat di kantor KPUK Lamongan kemarin.

Baca Juga :  Bagikan Total Hadiah Rp 640 Juta Untuk Nasabah Simpedes

Menurut dia, kedua anaknya selalu mendapatkan surat panggilan pada dua kali pemilihan sebelumnya. Untuk pemilihan kali ini, keduanya tidak mendapatkannya. ‘’Karena sebelumnya dua kali selalu dapat, tapi kali ini kok belum,’’ protesnya.

Sementara itu, Ketua KPUK Lamongan, Imam Ghozali, memastikan setiap warga negara yang tercantum memiliki hak untuk dipilih dan memilih. Meskipun tidak masuk dalam DPT, mereka tetap bisa menggunakan hak pilihnya. Asalkan, menunjukkan KTP asli. ‘’Yang belum dapat C-6, saya minta menghubungi KPPS setempat dulu,’’ pintanya.

Dia memastikan, dokumen C-6 itu mengacu pada dokumen DPT yang sebelumnya divalidasi beberapa kali. Ghozali mengulang bahwa meskipun nanti terpaksa tidak dapat dokumen C-6 dan tidak masuk DPT, warga bisa menunjukkan KTP. ‘’Kalau sudah C-6, tak perlu menunjukkan E-KTP,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Hindari Motor, Truk PMK Terguling

Adanya warga yang meminta surat panggilan itu, tetap membuat Ghozali optimistis angka partisipasi masyarakt yang menggunakan hak pilihnya bisa meningkat dibandingkan sebelumnya. Sesuai target yang ditetapkan KPU Jawa Timur, angka partisipasi mencapai 70 persen. (msu/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/