alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Normalisasi Sungai Belum Tuntas

KOTA – Normalisasi jaringan irigasi di Lamongan belum tuntas. Tahun ini baru dilakukan di 13 titik. Tahun depan ditargetkan mencapai 64 titik. Normalisasi itu untuk memperbanyak akses masyarakat untuk lebih mudah untuk memperoleh air. 

Menurut sekretaris Dinas Pu Sumberdaya Air Lamongan, M. Jupri, keberadaan sungai sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat. Antara lin untuk irigasi sawah dan tambak. Jika sungai mengalami pendangkalan atau terdapat tanamanan pengganggu, kapasitas air menjadi tidak normal. “Sehingga diperlukan perawatan berkala atau normalisasi,” terangnya selasa (26/6). 

Dia mengungkapkan, normalisasi fungsi sungai membutuhkan waktu lama. Karena kewenangan pemeliharaan sungai ada pada pemerintah kabupaten dan provinsi. ‘’Beberapa permasalahan pada sungai yang berkaitan dengan masyarakat, rata-rata kewenangannya melekat di provinsi. Seperti sungai tebasan dan tumbuhnya tanaman liar seperti eceng gondok,’’ klaimnya. 

Baca Juga :  Dump Truk Tabrak Roda Tiga dan Dua Motor, Satu Tewas

Karena itu, lanjut dia, Pemkab Lamongan terus melakukan koordinasi dengan provinsi terkait pemeliharaan sungai. “Sebenarnya ada perwakilan provinsi (di Lamongan,red), tapi mengenai kegiatan tetap menunggu persetujuan instansi provinsi,” ujarnya 

Dia menambahkan, normalisasi bentuknya beragam. Mulai menyediakan jaringan, plengsengan, dan pengerukan. Terkait pengerukan, pihaknya sudah mulai melakukan aktivitas di sungai Jalan Pahlawan Lamongan. Pengerukan dengan kedalaman sekitar dua meter tersebut rencananya rampung bulan ini. ‘’Setelah itu akan pindah di tempat lain,’’ tukasnya

KOTA – Normalisasi jaringan irigasi di Lamongan belum tuntas. Tahun ini baru dilakukan di 13 titik. Tahun depan ditargetkan mencapai 64 titik. Normalisasi itu untuk memperbanyak akses masyarakat untuk lebih mudah untuk memperoleh air. 

Menurut sekretaris Dinas Pu Sumberdaya Air Lamongan, M. Jupri, keberadaan sungai sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat. Antara lin untuk irigasi sawah dan tambak. Jika sungai mengalami pendangkalan atau terdapat tanamanan pengganggu, kapasitas air menjadi tidak normal. “Sehingga diperlukan perawatan berkala atau normalisasi,” terangnya selasa (26/6). 

Dia mengungkapkan, normalisasi fungsi sungai membutuhkan waktu lama. Karena kewenangan pemeliharaan sungai ada pada pemerintah kabupaten dan provinsi. ‘’Beberapa permasalahan pada sungai yang berkaitan dengan masyarakat, rata-rata kewenangannya melekat di provinsi. Seperti sungai tebasan dan tumbuhnya tanaman liar seperti eceng gondok,’’ klaimnya. 

Baca Juga :  Pembangunan Embung Terkendala Lahan

Karena itu, lanjut dia, Pemkab Lamongan terus melakukan koordinasi dengan provinsi terkait pemeliharaan sungai. “Sebenarnya ada perwakilan provinsi (di Lamongan,red), tapi mengenai kegiatan tetap menunggu persetujuan instansi provinsi,” ujarnya 

Dia menambahkan, normalisasi bentuknya beragam. Mulai menyediakan jaringan, plengsengan, dan pengerukan. Terkait pengerukan, pihaknya sudah mulai melakukan aktivitas di sungai Jalan Pahlawan Lamongan. Pengerukan dengan kedalaman sekitar dua meter tersebut rencananya rampung bulan ini. ‘’Setelah itu akan pindah di tempat lain,’’ tukasnya

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/