alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Fenomena Usai Lebaran, Antre Kartu Kuning

BOJONEGORO – Fenomena tahunan, usai Lebaran, warga antre membuat kartu kuning atau AK-1 di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro. Kartu tersebut diperlukan sebagai prasyarat melamar kerja.

Antrean kian banyak, karena kartu tersebut juga digunakan syarat mengikuti pelatihan diadakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas (PPSDM Migas) di Kecamatan Cepu,  Blora.  Deny Adi, salah satu pencari kerja asal Desa/Kecamatan Kapas mengatakan, membuat kartu kuning agar bisa mengikuti pelatihan di PPSDM Cepu. Dia berencana mengambil pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja (K3). 

Alasan ingin ikut pelatihan, untuk memperoleh sertifikat sebagai modal melamar kerja di proyek Jambaran Tiung Biru (JTB). “Iya, saya tertarik ingin bekerja di proyek Jambaran,” tuturnya.Indrawan pemohon lainnya mengatakan, membuat kartu kuning melamar kerja di daerah Bekasi. Sempat melihat-lihat papan informasi terkait pelatihan PPSDM Cepu, tapi dia tidak terlalu tertarik. “Lagi ingin mencoba cari pengalaman di luar kota,” ujar pemohon warga Kecamatan Kalitidu.

Baca Juga :  Serukan Komite Ketenagakerjaan

Kabid Penempatan Tenaga Kerja Dinperinaker Joko Santoso menjelaskan, sejak Kamis (21/6) lalu, jumlah pemohon kartu kuning terus berdatangan. Rata-rata per hari 50-100 orang. “Para pemohon kartu kuning ada yang tertarik ikut pelatihan diadakan PPSDM Cepu, melamar kerja di luar kota, atau melamar kerja di proyek JTB,” ujarnya.

Adapun jumlah kuota peserta pelatihan sebanyak 104 orang dibagi 19 jenis pelatihan. Apabila dirata-rata per pelatihan kuotanya 5-7 orang. “Semua pelatihan migas ada, seperti welding, rigger, K3, dan sebagainya. Pelatihannya mulai Juli hingga November,” tuturnya. Penawaran itu tentu sangat diminati, karena apabila ikut pelatihan secara mandiri, tentu biayanya mencapai puluhan juta. 

BOJONEGORO – Fenomena tahunan, usai Lebaran, warga antre membuat kartu kuning atau AK-1 di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro. Kartu tersebut diperlukan sebagai prasyarat melamar kerja.

Antrean kian banyak, karena kartu tersebut juga digunakan syarat mengikuti pelatihan diadakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas (PPSDM Migas) di Kecamatan Cepu,  Blora.  Deny Adi, salah satu pencari kerja asal Desa/Kecamatan Kapas mengatakan, membuat kartu kuning agar bisa mengikuti pelatihan di PPSDM Cepu. Dia berencana mengambil pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja (K3). 

Alasan ingin ikut pelatihan, untuk memperoleh sertifikat sebagai modal melamar kerja di proyek Jambaran Tiung Biru (JTB). “Iya, saya tertarik ingin bekerja di proyek Jambaran,” tuturnya.Indrawan pemohon lainnya mengatakan, membuat kartu kuning melamar kerja di daerah Bekasi. Sempat melihat-lihat papan informasi terkait pelatihan PPSDM Cepu, tapi dia tidak terlalu tertarik. “Lagi ingin mencoba cari pengalaman di luar kota,” ujar pemohon warga Kecamatan Kalitidu.

Baca Juga :  Runtuh, Dua Penambang Tewas

Kabid Penempatan Tenaga Kerja Dinperinaker Joko Santoso menjelaskan, sejak Kamis (21/6) lalu, jumlah pemohon kartu kuning terus berdatangan. Rata-rata per hari 50-100 orang. “Para pemohon kartu kuning ada yang tertarik ikut pelatihan diadakan PPSDM Cepu, melamar kerja di luar kota, atau melamar kerja di proyek JTB,” ujarnya.

Adapun jumlah kuota peserta pelatihan sebanyak 104 orang dibagi 19 jenis pelatihan. Apabila dirata-rata per pelatihan kuotanya 5-7 orang. “Semua pelatihan migas ada, seperti welding, rigger, K3, dan sebagainya. Pelatihannya mulai Juli hingga November,” tuturnya. Penawaran itu tentu sangat diminati, karena apabila ikut pelatihan secara mandiri, tentu biayanya mencapai puluhan juta. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/