alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Enam Tersangka Narkoba Tertangkap selama Ramadan 

KOTA – Ancaman narkoba di Lamongan semakin memprihatinkan. Bahkan peredarannya tidak mempedulikan bulan suci Ramadan. Tercatat enam tersangka berhasil ditangkap aparat polres setempat selama Ramadan lalu. Mereka terdiri dari pengguna maupun pengedar/kurir sabu-sabu dan karnopen. 

Menurut Kasat Narkoba Polres Lamongan, AKP Djoko Bisono, para tersangka yang tertangkap tersebut tidak hanya kurir, tetapi juga pengguna juga dilakukan penangkapan. ‘’Yang tertangkap rata – rata bukan pemain baru atau sekedar menjual begitu saja. Tetapi sudah lama berkecimpung dengan barang haram itu,’’ ungkapnya selasa (26/6).

Dia mengungkapkan, rata – rata tersangka pengedar narkoba tidak mau dikatakan sebagai kurir/pengedar. Mereka mengklaim hanya melayani orang yang ingin membeli saja. Namun kenyataan di lapangan, mereka menjadi kurir sekaligus  pengguna sabu – sabu. Kurir yang aksinya masih di bawah enam bulan, kebanyakan hanya bertugas mengirim barang, kemudian mendapat upah mengkonsumsi sabu – sabu dan mendapat uang jasa. Namun kalau sudah lebih enam bulan, mereka bisa mengambil barang sendiri tanpa sepengatahuan pemilik kalau ada yang memesan.

Baca Juga :  KUD Mati Suri, Ada 29 Unit, Hanya 19 Unit yang Aktif

‘’Aksi mereka tidak hanya di wilayah pantura saja, tapi juga meluas hingga Kota Lamongan,’’ ungkapnya Menurut dia, para tersangka awalnya memberi  Pil Inek (ekstasi)  secara gratis pada pelanggannya untuk dicoba terlebih dahulu. Kalau sudah ketagihan, pelanggan tersebut akan memesan. Bahkan semakin meningkat ke sabu-sabu dan jenis narkoba lain yang lebih keras. ‘’Semua pengedar pasti juga sudah kecanduan barang haram tersebut. Karena setiap kali melakukan pengiriman barang, akan mengambil dahulu untuk dipakai sendiri,’’ ucapnya. 

Djoko mengungkapkan, rata – rata narkoba tersebut didapatkan dari wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Upah yang diterima kurir kisaran Rp 100 Ribu sampai Rp  150 Ribu. Selain itu juga bisa mengambil sedikit untuk dipakai sendiri.

Baca Juga :  Surut, Akses Jalan Bisa Dilalui 

Dia menambahkan, operasional mereka sangat tertutup. Untuk mendapatkan pengakuannya, harus dilakukan dengan cara tertentu. Selain itu mereka sangat jeli dalam melakukan penjualan barang dan mempunyai jaringan rapi. ‘’Untuk mengungkap jaringannya di luar Lamongan akan semakin sulit. Karena penangkapan tersangka akan cepat diketahui, sehingga mereka bisa mengamankan diri, termasuk pemasoknya,’’ ujarnya 

KOTA – Ancaman narkoba di Lamongan semakin memprihatinkan. Bahkan peredarannya tidak mempedulikan bulan suci Ramadan. Tercatat enam tersangka berhasil ditangkap aparat polres setempat selama Ramadan lalu. Mereka terdiri dari pengguna maupun pengedar/kurir sabu-sabu dan karnopen. 

Menurut Kasat Narkoba Polres Lamongan, AKP Djoko Bisono, para tersangka yang tertangkap tersebut tidak hanya kurir, tetapi juga pengguna juga dilakukan penangkapan. ‘’Yang tertangkap rata – rata bukan pemain baru atau sekedar menjual begitu saja. Tetapi sudah lama berkecimpung dengan barang haram itu,’’ ungkapnya selasa (26/6).

Dia mengungkapkan, rata – rata tersangka pengedar narkoba tidak mau dikatakan sebagai kurir/pengedar. Mereka mengklaim hanya melayani orang yang ingin membeli saja. Namun kenyataan di lapangan, mereka menjadi kurir sekaligus  pengguna sabu – sabu. Kurir yang aksinya masih di bawah enam bulan, kebanyakan hanya bertugas mengirim barang, kemudian mendapat upah mengkonsumsi sabu – sabu dan mendapat uang jasa. Namun kalau sudah lebih enam bulan, mereka bisa mengambil barang sendiri tanpa sepengatahuan pemilik kalau ada yang memesan.

Baca Juga :  Kawanan Penculik Dibayar Rp 50 Juta

‘’Aksi mereka tidak hanya di wilayah pantura saja, tapi juga meluas hingga Kota Lamongan,’’ ungkapnya Menurut dia, para tersangka awalnya memberi  Pil Inek (ekstasi)  secara gratis pada pelanggannya untuk dicoba terlebih dahulu. Kalau sudah ketagihan, pelanggan tersebut akan memesan. Bahkan semakin meningkat ke sabu-sabu dan jenis narkoba lain yang lebih keras. ‘’Semua pengedar pasti juga sudah kecanduan barang haram tersebut. Karena setiap kali melakukan pengiriman barang, akan mengambil dahulu untuk dipakai sendiri,’’ ucapnya. 

Djoko mengungkapkan, rata – rata narkoba tersebut didapatkan dari wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Upah yang diterima kurir kisaran Rp 100 Ribu sampai Rp  150 Ribu. Selain itu juga bisa mengambil sedikit untuk dipakai sendiri.

Baca Juga :  Keliling 16 Negara Kampanyekan Pengurangan Sampah Plastik

Dia menambahkan, operasional mereka sangat tertutup. Untuk mendapatkan pengakuannya, harus dilakukan dengan cara tertentu. Selain itu mereka sangat jeli dalam melakukan penjualan barang dan mempunyai jaringan rapi. ‘’Untuk mengungkap jaringannya di luar Lamongan akan semakin sulit. Karena penangkapan tersangka akan cepat diketahui, sehingga mereka bisa mengamankan diri, termasuk pemasoknya,’’ ujarnya 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/