alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Sunday, July 3, 2022

325 Napi Tetap Tidak Bisa Memilih

BOJONEGORO – Hampir separo penghuni Lapas Kelas IIB Lamongan akhirnya dipastikan tidak dapat menggunakan hak pilihnya. Sebab, dari 698 napi penghuni lapas, 325 napi di antaranya terbentur persyaratan yang tidak bisa dpenuhi.

Kepala Lapas Kelas IIB Lamongan, Ignatus Gunardi, menyatakan, sebagian napi yang tidak bisa mencoblos itu karena tempat tinggalnya tidak bisa dipastikan di DPT setempat. Selain itu, NIK tidak keluar di rekaman E-KTP.

‘’Mendapatkan tambahan data yang bisa masuk sebanyak 134 napi,’’ ujarnya saat dikonfirmasi melalui ponsel.

Apalagi, lanjut dia, beberapa keluarga napi tidak aktif melakukan pengurusan formulir A5. Sebagian napi juga belum melakukan perekaman E-KTP. ‘’Saya kira sudah diupayakan semaksimal mungkin. Napi sendiri ada juga yang tak menghiraukan, serta golput,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Dukung Pasar Online Lamongan, QRIS Mudahkan Transaksi Online

Sementara itu, Ketua KPUK, Imam Ghozali, menjelaskan, napi sudah diusahakan semaksimal mungkin. Namun, sebagian belum masuk di DPT. Setelah dilakukan pengecekan, kemarin mendapatkan tambahan 108 napi yang bisa menggunakan formulir A5.

‘’Semua surat A5 untuk pemilihan di lapas sudah disediakan oleh petugas. Ada juga beberapa membawa surat keterangan karena sebagian KTP belum jadi,’’ ujarnya.

Bagaimana dengan pemilih yang berada di rumah sakit? ‘’Kalau rumah sakit, besok (hari ini, Red) anggota semua membawa surat A5 untuk pemilihan di tempat,’’ katanya.

Syaratnya, lanjut dia, pemilih menunjukkan KTP serta dilakukan pengecekan di DPT. Seperti diberitakan, pilgub Jatim tahun ini diikuti dua pasangan. Yakni, Khofifah Indar Parawansa berpasangan dengan Emil Dardak dan Saifullah Yusuf berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno. (ai/mal/yan)

Baca Juga :  Lima Jam Tenggelam, Siswa SD asal Balen Ditemukan Tewas

BOJONEGORO – Hampir separo penghuni Lapas Kelas IIB Lamongan akhirnya dipastikan tidak dapat menggunakan hak pilihnya. Sebab, dari 698 napi penghuni lapas, 325 napi di antaranya terbentur persyaratan yang tidak bisa dpenuhi.

Kepala Lapas Kelas IIB Lamongan, Ignatus Gunardi, menyatakan, sebagian napi yang tidak bisa mencoblos itu karena tempat tinggalnya tidak bisa dipastikan di DPT setempat. Selain itu, NIK tidak keluar di rekaman E-KTP.

‘’Mendapatkan tambahan data yang bisa masuk sebanyak 134 napi,’’ ujarnya saat dikonfirmasi melalui ponsel.

Apalagi, lanjut dia, beberapa keluarga napi tidak aktif melakukan pengurusan formulir A5. Sebagian napi juga belum melakukan perekaman E-KTP. ‘’Saya kira sudah diupayakan semaksimal mungkin. Napi sendiri ada juga yang tak menghiraukan, serta golput,’’ tuturnya.

Baca Juga :  14 Ribu Data Kartu Tani Tidak Sinkron

Sementara itu, Ketua KPUK, Imam Ghozali, menjelaskan, napi sudah diusahakan semaksimal mungkin. Namun, sebagian belum masuk di DPT. Setelah dilakukan pengecekan, kemarin mendapatkan tambahan 108 napi yang bisa menggunakan formulir A5.

‘’Semua surat A5 untuk pemilihan di lapas sudah disediakan oleh petugas. Ada juga beberapa membawa surat keterangan karena sebagian KTP belum jadi,’’ ujarnya.

Bagaimana dengan pemilih yang berada di rumah sakit? ‘’Kalau rumah sakit, besok (hari ini, Red) anggota semua membawa surat A5 untuk pemilihan di tempat,’’ katanya.

Syaratnya, lanjut dia, pemilih menunjukkan KTP serta dilakukan pengecekan di DPT. Seperti diberitakan, pilgub Jatim tahun ini diikuti dua pasangan. Yakni, Khofifah Indar Parawansa berpasangan dengan Emil Dardak dan Saifullah Yusuf berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno. (ai/mal/yan)

Baca Juga :  Penumpang KA Melonjak, Tercatat 363 Warga Berangkat ke Jakarta

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Makin Sombong, Makin Bernilai

Kehilangan Akun Line


/