alexametrics
25.1 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

25 Desa di 6 Kecamatan Rawan Kekeringan 

KOTA  – Meski dalam beberapa hari terakhir turun hujan, wilayah Lamongan tetap memiliki potensi terjadi kekeringan. Diperkirakan kekeringan akan terjadi pada satu hingga dua bulan ke depan. ‘’Diperkirakan kekeringan berpotensi terjadi terjadi di Lamongan pada satu atau dua bulan mendatang, khususnya di wilayah selatan,’’ kata Kasi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Muslimin selasa (26/6).

Menurut dia, kekeringan itu terjadi karena sudah tidak ada potensi hujan dan embung-embung sebagai cadangan air sudah menipis stok airnya. ‘’ Sampai sekarang (selasa,Red) memang belum ada laporan  permintaan distribusi air bersih di daerah yang menjadi langganan kekeringan tersebut,’’ ujarnya. 

Lebih lanjut dia mengungkapkan, beberapa wilayah yang dianggap rawan terjadi kekeringan, antara lain Kecamatan Kedungpring, Sugio, Modo, Bluluk, Sukorame dan Tikung. Enam kecamatan itu menjadi langganan kekeringan setiap masuk musim kemarau. ‘’Dari enam kecamatan itu terdapat 25 desa rawan kekeringan dan terus dipantau seperti tahun – tahun sebelumnya,’’ ungkapnya. 

Baca Juga :  Pelebaran Jalan Bojonegoro - Babat Terganjal Bangunan Liar

Dia mengimbau, bila ada desa atau wilayah yang mulai mengalami kesulitan air bersih agar segera melapor ke kepala desa atau camat. Selanjutnya di teruskan ke BPBD untuk segera dilakukan droping air bersih. ‘’Bila perlu kepala desa langsung menghubungi kami (BPBD,red) bila wilayahnya mengalami kekeringan, agar bisa segera dipasok air bersih,’’ tukasnya.Menurut dia, pihaknya sudah menyiapkan tiga armada truk tanki berkapasitas 6 Ribu liter untuk melakukan operasi droping air bersih bila terjadi kekeringan

KOTA  – Meski dalam beberapa hari terakhir turun hujan, wilayah Lamongan tetap memiliki potensi terjadi kekeringan. Diperkirakan kekeringan akan terjadi pada satu hingga dua bulan ke depan. ‘’Diperkirakan kekeringan berpotensi terjadi terjadi di Lamongan pada satu atau dua bulan mendatang, khususnya di wilayah selatan,’’ kata Kasi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Muslimin selasa (26/6).

Menurut dia, kekeringan itu terjadi karena sudah tidak ada potensi hujan dan embung-embung sebagai cadangan air sudah menipis stok airnya. ‘’ Sampai sekarang (selasa,Red) memang belum ada laporan  permintaan distribusi air bersih di daerah yang menjadi langganan kekeringan tersebut,’’ ujarnya. 

Lebih lanjut dia mengungkapkan, beberapa wilayah yang dianggap rawan terjadi kekeringan, antara lain Kecamatan Kedungpring, Sugio, Modo, Bluluk, Sukorame dan Tikung. Enam kecamatan itu menjadi langganan kekeringan setiap masuk musim kemarau. ‘’Dari enam kecamatan itu terdapat 25 desa rawan kekeringan dan terus dipantau seperti tahun – tahun sebelumnya,’’ ungkapnya. 

Baca Juga :  Pelebaran Jalan Bojonegoro - Babat Terganjal Bangunan Liar

Dia mengimbau, bila ada desa atau wilayah yang mulai mengalami kesulitan air bersih agar segera melapor ke kepala desa atau camat. Selanjutnya di teruskan ke BPBD untuk segera dilakukan droping air bersih. ‘’Bila perlu kepala desa langsung menghubungi kami (BPBD,red) bila wilayahnya mengalami kekeringan, agar bisa segera dipasok air bersih,’’ tukasnya.Menurut dia, pihaknya sudah menyiapkan tiga armada truk tanki berkapasitas 6 Ribu liter untuk melakukan operasi droping air bersih bila terjadi kekeringan

Artikel Terkait

Most Read

Selamat Mengabdi

13 CJH Tidak Melunasi BPIH

Artikel Terbaru


/