alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Wednesday, May 18, 2022

Lamongan Kondusif

HJL – Terkejut sekaligus bangga. Itulah respons beberapa stakeholder di Lamongan mengetahui daerahnya ditetapkan  sebagai kabupaten/kota terbaik pertama tingkat nasional, Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial. Penetapan itu oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, yang diserahkan Menkopolkam, Wiranto.

Respons terkejut disebabkan Lamongan sebelumnya dikenal sebagai sentra teroris, dengan tertangkapnya Amrozi sebagai pelaku Bom Bali I pada 2002, kemudian dihukum mati. Bahkan nama Lamongan, sekaligus Indonesia menjadi mendunia dengan image aksi terorisme terparah.

Citra negatif sebagai daerah berbahaya itu ternyata dalam waktu 17 tahun kemudian, tepatnya pada 16 Mei 2019, berubah drastis menjadi daerah paling kondusif tingkat nasional. Ditunjukkan dengan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial di Kota Soto tersebut ditetapkan sebagai yang terbaik nasional.

Baca Juga :  Sering Terima Pesanan Kru Kapal

Sukses tersebut tak lepas dari solidnya koordinasi dan komunikasi pimpinan daerah yang tergabung dalam forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) yang dipimpin Bupati Lamongan, Fadeli.

Selain itu, forkopimda Lamongan berhasil merangkul dan menjalin komunikasi intensif dengan semua elemen masyarakat. Mulai kalangan ormas, parpol, pemuda, hingga tokoh agama. Sehingga, setiap permasalahan sosial dan politik yang muncul, bisa cepat terselesaikan sebelum sempat menjadi besar.

‘’Koordinasi yang solid di dalam forkopimda membuat setiap masalah sosial di Lamongan cepat tuntas sebelum sempat mencuat ke permukaan dan menjadi konsumsi publik,’’ tutur Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lamongan, Sudjito.

Sedangkan secara teknis, sukses itu tak lepas dari tindakan preventif yang intensif dan tepat sasaran terhadap setiap agenda sosial politik. Seperti pemilu 2019. Tindakan preventif berupa sosialisasi yang dilakukan sejak dini dan tepat sasaran sejak setahun sebelumnya. Selain itu, teknis laporan yang cepat dan akurat, baik di tingkat daerah sendiri maupun ke provinsi dan nasional menjadi poin tersendiri. ‘’Seperti Pemilu 2019. Laporan Lamongan yang paling cepat dan akurat. Sehingga mendapat apresiasi di tingkat nasional,’’ kata Sudjito. (feb)

Baca Juga :  Berjanji, Berbakti dan Mengabdi

 

 

HJL – Terkejut sekaligus bangga. Itulah respons beberapa stakeholder di Lamongan mengetahui daerahnya ditetapkan  sebagai kabupaten/kota terbaik pertama tingkat nasional, Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial. Penetapan itu oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, yang diserahkan Menkopolkam, Wiranto.

Respons terkejut disebabkan Lamongan sebelumnya dikenal sebagai sentra teroris, dengan tertangkapnya Amrozi sebagai pelaku Bom Bali I pada 2002, kemudian dihukum mati. Bahkan nama Lamongan, sekaligus Indonesia menjadi mendunia dengan image aksi terorisme terparah.

Citra negatif sebagai daerah berbahaya itu ternyata dalam waktu 17 tahun kemudian, tepatnya pada 16 Mei 2019, berubah drastis menjadi daerah paling kondusif tingkat nasional. Ditunjukkan dengan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial di Kota Soto tersebut ditetapkan sebagai yang terbaik nasional.

Baca Juga :  Ada Eceng Gondok, Air Tetap Mengalir

Sukses tersebut tak lepas dari solidnya koordinasi dan komunikasi pimpinan daerah yang tergabung dalam forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) yang dipimpin Bupati Lamongan, Fadeli.

Selain itu, forkopimda Lamongan berhasil merangkul dan menjalin komunikasi intensif dengan semua elemen masyarakat. Mulai kalangan ormas, parpol, pemuda, hingga tokoh agama. Sehingga, setiap permasalahan sosial dan politik yang muncul, bisa cepat terselesaikan sebelum sempat menjadi besar.

‘’Koordinasi yang solid di dalam forkopimda membuat setiap masalah sosial di Lamongan cepat tuntas sebelum sempat mencuat ke permukaan dan menjadi konsumsi publik,’’ tutur Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lamongan, Sudjito.

Sedangkan secara teknis, sukses itu tak lepas dari tindakan preventif yang intensif dan tepat sasaran terhadap setiap agenda sosial politik. Seperti pemilu 2019. Tindakan preventif berupa sosialisasi yang dilakukan sejak dini dan tepat sasaran sejak setahun sebelumnya. Selain itu, teknis laporan yang cepat dan akurat, baik di tingkat daerah sendiri maupun ke provinsi dan nasional menjadi poin tersendiri. ‘’Seperti Pemilu 2019. Laporan Lamongan yang paling cepat dan akurat. Sehingga mendapat apresiasi di tingkat nasional,’’ kata Sudjito. (feb)

Baca Juga :  Awas, Sayap Jembatan Ngasem-Dander Ambles

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/