alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Harus Selalu Bersatu

KOTA – Puncak Hari Jadi Ke-450 Lamongan (HJL) tahun ini ditandai dengan  pembukaan selubung pataka dan pemasangan oncer sesanti oleh Ketua DPRD  Debby Kurniawan. Pataka itu kemudian diserahkan kepada Bupati Lamongan, Fadeli.

Selanjutnya, lambang Kabupaten Lamongan ini diarak dibarengi  bagi – bagi takjil. ‘’Prosesi tetap menggunakan pakem sebagaimana terdahulu. Hanya bertepatan bulan Ramadan dibarengi dengan bagi takjil gratis,’’ ujar Ketua Umum Panitia HJL Ke-450, Yuhronur Efendi. 

Menurut dia, proses kirab ini menjadi daya tarik bagi masyarakat Lamongan. Apalagi, acara dikemas sangat menarik meski dalam kondisi berpuasa. Sepanjang acara kirab, seluruh jajaran forkopimda dan pejabat terkait membagi-bagi takjil gratis.

Baca Juga :  Rangkai Bulan Depan

Antusiasme masyarakat sangat besar. Mereka berjubel di setiap perempatan jalan.

Warga tidak hanya bisa menunggu dan menyaksikan kirab. Mereka yang berada di setiap perempatan juga disuguhi sejumlah hiburan menarik seperti kesenian reog, jaranan, tongklek, barongsai, dan kesenian daerah lainnya.

Acara kemarin juga dihadiri seluruh pejabat pemkab, mulai dari camat, kepala OPD beserta sekretaris, kepala  BUMD, dan kepala SMPN Se-Kecamatan Lamongan.

Yuhronur berharap adanya kirab ini semakin memererat persatuan bangsa.

Bupati Lamongan, Fadeli, menuturkan, kirab budaya merupakan acara rutin tahunan. Acara ini menjadi puncak peringatan HJL Ke-450. Seperti tema yang diangkat, merajut persatuan  untuk kejayaan bangsa, Fadeli meminta seluruh masyarakat Lamongan untuk bersatu. Melupakan apa yang telah terjadi, menjadikannya pembelajaran. Lamongan harus bangkit, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional ini. Ternyata, Lamongan memiliki sejarah apik dengan lahirnya seorang mahapatih Gajahmada. Dengan sumpah palapanya, dia mengajak seluruh elemen untuk bersatu. “Sejarah ini harus diluruskan, dan ternyata kita punya pahlawan pemersatu bangsa,” katanya.

Baca Juga :  Hindari Sate Kambing

Penelusuran ini menjadi alasan supaya masyarakat senantiasa bersatu. Bahkan, tidak seperti biasanya, dalam perayaan HJL Ke-450 tahun ini Lamongan meraih banyak penghargaan. Juga mampu membuktikan bahwa Lamongan senantiasa kondusif. Sebagai apresiasinya, perayaan hari jadi dikemas merakyat. Bahkan, tahun ini dengan bangganya seluruh perangkat daerah mengenakan pakaian adat khas Lamongan yang didesain desainer lokal dengan memerhatikan kearifan dan budaya bangsa.

KOTA – Puncak Hari Jadi Ke-450 Lamongan (HJL) tahun ini ditandai dengan  pembukaan selubung pataka dan pemasangan oncer sesanti oleh Ketua DPRD  Debby Kurniawan. Pataka itu kemudian diserahkan kepada Bupati Lamongan, Fadeli.

Selanjutnya, lambang Kabupaten Lamongan ini diarak dibarengi  bagi – bagi takjil. ‘’Prosesi tetap menggunakan pakem sebagaimana terdahulu. Hanya bertepatan bulan Ramadan dibarengi dengan bagi takjil gratis,’’ ujar Ketua Umum Panitia HJL Ke-450, Yuhronur Efendi. 

Menurut dia, proses kirab ini menjadi daya tarik bagi masyarakat Lamongan. Apalagi, acara dikemas sangat menarik meski dalam kondisi berpuasa. Sepanjang acara kirab, seluruh jajaran forkopimda dan pejabat terkait membagi-bagi takjil gratis.

Baca Juga :  Tiga Mesin dan Seribu Liter Minyak Mentah Terbakar

Antusiasme masyarakat sangat besar. Mereka berjubel di setiap perempatan jalan.

Warga tidak hanya bisa menunggu dan menyaksikan kirab. Mereka yang berada di setiap perempatan juga disuguhi sejumlah hiburan menarik seperti kesenian reog, jaranan, tongklek, barongsai, dan kesenian daerah lainnya.

Acara kemarin juga dihadiri seluruh pejabat pemkab, mulai dari camat, kepala OPD beserta sekretaris, kepala  BUMD, dan kepala SMPN Se-Kecamatan Lamongan.

Yuhronur berharap adanya kirab ini semakin memererat persatuan bangsa.

Bupati Lamongan, Fadeli, menuturkan, kirab budaya merupakan acara rutin tahunan. Acara ini menjadi puncak peringatan HJL Ke-450. Seperti tema yang diangkat, merajut persatuan  untuk kejayaan bangsa, Fadeli meminta seluruh masyarakat Lamongan untuk bersatu. Melupakan apa yang telah terjadi, menjadikannya pembelajaran. Lamongan harus bangkit, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional ini. Ternyata, Lamongan memiliki sejarah apik dengan lahirnya seorang mahapatih Gajahmada. Dengan sumpah palapanya, dia mengajak seluruh elemen untuk bersatu. “Sejarah ini harus diluruskan, dan ternyata kita punya pahlawan pemersatu bangsa,” katanya.

Baca Juga :  Dinilai Potensial, 29 Destinasi Wisata Lamongan Bakal Dikembangkan

Penelusuran ini menjadi alasan supaya masyarakat senantiasa bersatu. Bahkan, tidak seperti biasanya, dalam perayaan HJL Ke-450 tahun ini Lamongan meraih banyak penghargaan. Juga mampu membuktikan bahwa Lamongan senantiasa kondusif. Sebagai apresiasinya, perayaan hari jadi dikemas merakyat. Bahkan, tahun ini dengan bangganya seluruh perangkat daerah mengenakan pakaian adat khas Lamongan yang didesain desainer lokal dengan memerhatikan kearifan dan budaya bangsa.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/