alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Galakkan Kesadaran dan Ketertiban Pengelolaan Kearsipan Lamongan

Sejak berpisah dengan perpustakaan pada 2017 dan menjadi dinas tersendiri, Dinas Kearsipan Daerah semakin dituntut untuk bisa memberi pengaruh pada dunia kearsipan di Kabupaten Lamongan. Sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab di bidang kearsipan, Dinas Kearsipan Daerah mempunyai kewajiban untuk membenahi dan menertibkan perangkat daerah di Lamongan untuk lebih sadar dan tertib arsip.

Beberapa langkah telah diambil Dinas Kearsipan Daerah di bawah kepemimpinan Drs Gunadi Msi untuk meningkatkan kesadaran dan ketertiban dalam mengelola kearsipan. Dinas Kearsipan berhasil meyakinkan seluruh perangkat daerah di Lamongan untuk mulai menata arsip yang dimilikinya. Salah satunya, dibentuknya unit kearsipan sebagai pengendali arsip dinamis  di masing masing OPD.

Baca Juga :  Dirikan Fasilitas Baca di RSUD

Program ini  didukung sepenuhnya oleh Bupati Lamongan, Fadeli. Sebab, kearsipan juga termasuk salah satu komponen penilaian reformasi birokrasi. Apalagi, kearsipan Lamongan sempat dalam kondisi terpuruk berdasarkan audit eksternal kearsipan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Pada 2017, masuk kategori buruk dengan nilai  50,96. Berkat perhatian semua pihak, pada 2018 berhasil naik menjadi cukup dengan nilai 64,21. Ada peningkatan 13.97. (mam)

Sejak berpisah dengan perpustakaan pada 2017 dan menjadi dinas tersendiri, Dinas Kearsipan Daerah semakin dituntut untuk bisa memberi pengaruh pada dunia kearsipan di Kabupaten Lamongan. Sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab di bidang kearsipan, Dinas Kearsipan Daerah mempunyai kewajiban untuk membenahi dan menertibkan perangkat daerah di Lamongan untuk lebih sadar dan tertib arsip.

Beberapa langkah telah diambil Dinas Kearsipan Daerah di bawah kepemimpinan Drs Gunadi Msi untuk meningkatkan kesadaran dan ketertiban dalam mengelola kearsipan. Dinas Kearsipan berhasil meyakinkan seluruh perangkat daerah di Lamongan untuk mulai menata arsip yang dimilikinya. Salah satunya, dibentuknya unit kearsipan sebagai pengendali arsip dinamis  di masing masing OPD.

Baca Juga :  Telepon Dulu, Baru Tidur

Program ini  didukung sepenuhnya oleh Bupati Lamongan, Fadeli. Sebab, kearsipan juga termasuk salah satu komponen penilaian reformasi birokrasi. Apalagi, kearsipan Lamongan sempat dalam kondisi terpuruk berdasarkan audit eksternal kearsipan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Pada 2017, masuk kategori buruk dengan nilai  50,96. Berkat perhatian semua pihak, pada 2018 berhasil naik menjadi cukup dengan nilai 64,21. Ada peningkatan 13.97. (mam)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/