alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Menuju Generasi Rabbani

TUBAN – Puncak peringatan milad ke-18 Yayasan Bina Insan Kamil (Yabika) Tuban berlangsung pada Sabtu (21/4) lalu. Pada momen yang istimewa tersebut, Yabika kembali mengingatkan pentingnya pendidikan karakter anak usia dini dengan menggelar sarasehan bertema: Pendidikan Karakter Generasi Milenial.

Kegiatan yang berlangsung di Hall SD Insan Kamil itu menghadirkan KH. Abdurrahman Navis, LC (direktur Aswaja Center PWNU Jatim), Dr. KH. Syukron Jazila (komisi dakwah MUI Jatim), Prof. Masdar Hilmi, PhD (guru besar UINSA Surabaya), dan KH. Imam Mawardi (sekretaris Majelis Al Muwasholah Jatim). Seluruh konsep pendidikan karakter dikupas secara tuntas dalam kegiatan sarasehan tersebut. Baik dari sudut pandang agama maupun secara akademis.

Ketua Yayasan Bina Insan Kamil Drs. Erkamni menyampaikan, tema Pendidikan Karakter Generasi Milenial sejalan dengan konsep pendidikan yang diusung Insan Kamil. Yakni, fokus pada penanaman karakter sejak usia dini. ‘’Insan Kamil adalah lembaga dakwah yang fokus pada bidang pendidikan dan sosial dalam mencetak generasi rabbani (yang selalu memegang teguh nilai-nilai ajaran agama, Red),’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pelukan Hangat Serma Suratno Seperti Kepada Anaknya

Nah, dari konsep pendidikan karakter itulah dibutuhkan pemahaman yang sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Sebab, penanaman pendidikan karakter tidak bisa hanya dilakukan sekolah. ‘’Keluarga dan lingkungan juga harus terlibat. Untuk itu dibutuhkan pemahaman secara simultan, bersama-sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dan, inilah konsep pendidikan Insan Kamil (sarasehan bareng dengan wali murid dan masyarakat, Red) dalam memahami pendidikan karakter secara bersama-sama,’’ katanya.

Disampaikan Erkamni, pendidikan generasi milenial harus ditekankan pada tiga konsep. Yakni, karakter atau akhlak, kompetensi atau kemampuan untuk bersaing menjadi generasi unggul, dan literasi atau memberikan pemahaman ilmu pengetahuan secara luas pada anak. ‘’Anak adalah investasi masa depan. Dan, jika ketiga konsep ini mampu kita terapkan, maka anak didik kita akan menjadi generasi unggul yang berkarakter,’’ terang dia. 

Baca Juga :  ABK Hilang, Tiga Hari Belum Ditemukan¬†

Masih dikatakan Erkhamni, pada peringatan milad ke-18 yang jatuh pada 20 Maret tersebut, juga digelar sejumlah kegiatan seperti bakti sosial dengan membersihkan sejumlah masjid di lingkungan sekitar, santunan anak yatim dan piatu, pelatihan tenaga pendidik, dan sejumlah kegiatan penanaman pendidikan karakter pada anak. 

TUBAN – Puncak peringatan milad ke-18 Yayasan Bina Insan Kamil (Yabika) Tuban berlangsung pada Sabtu (21/4) lalu. Pada momen yang istimewa tersebut, Yabika kembali mengingatkan pentingnya pendidikan karakter anak usia dini dengan menggelar sarasehan bertema: Pendidikan Karakter Generasi Milenial.

Kegiatan yang berlangsung di Hall SD Insan Kamil itu menghadirkan KH. Abdurrahman Navis, LC (direktur Aswaja Center PWNU Jatim), Dr. KH. Syukron Jazila (komisi dakwah MUI Jatim), Prof. Masdar Hilmi, PhD (guru besar UINSA Surabaya), dan KH. Imam Mawardi (sekretaris Majelis Al Muwasholah Jatim). Seluruh konsep pendidikan karakter dikupas secara tuntas dalam kegiatan sarasehan tersebut. Baik dari sudut pandang agama maupun secara akademis.

Ketua Yayasan Bina Insan Kamil Drs. Erkamni menyampaikan, tema Pendidikan Karakter Generasi Milenial sejalan dengan konsep pendidikan yang diusung Insan Kamil. Yakni, fokus pada penanaman karakter sejak usia dini. ‘’Insan Kamil adalah lembaga dakwah yang fokus pada bidang pendidikan dan sosial dalam mencetak generasi rabbani (yang selalu memegang teguh nilai-nilai ajaran agama, Red),’’ tuturnya.

Baca Juga :  ABK Hilang, Tiga Hari Belum Ditemukan¬†

Nah, dari konsep pendidikan karakter itulah dibutuhkan pemahaman yang sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Sebab, penanaman pendidikan karakter tidak bisa hanya dilakukan sekolah. ‘’Keluarga dan lingkungan juga harus terlibat. Untuk itu dibutuhkan pemahaman secara simultan, bersama-sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dan, inilah konsep pendidikan Insan Kamil (sarasehan bareng dengan wali murid dan masyarakat, Red) dalam memahami pendidikan karakter secara bersama-sama,’’ katanya.

Disampaikan Erkamni, pendidikan generasi milenial harus ditekankan pada tiga konsep. Yakni, karakter atau akhlak, kompetensi atau kemampuan untuk bersaing menjadi generasi unggul, dan literasi atau memberikan pemahaman ilmu pengetahuan secara luas pada anak. ‘’Anak adalah investasi masa depan. Dan, jika ketiga konsep ini mampu kita terapkan, maka anak didik kita akan menjadi generasi unggul yang berkarakter,’’ terang dia. 

Baca Juga :  Ekspor Impor Menurun Akibat Kebijakan Pemerintah

Masih dikatakan Erkhamni, pada peringatan milad ke-18 yang jatuh pada 20 Maret tersebut, juga digelar sejumlah kegiatan seperti bakti sosial dengan membersihkan sejumlah masjid di lingkungan sekitar, santunan anak yatim dan piatu, pelatihan tenaga pendidik, dan sejumlah kegiatan penanaman pendidikan karakter pada anak. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/