alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Implementasi Inovasi Pendidikan Karakter G 99 SATU HATI

- Advertisement -

TUBAN – Inovasi penguatan pendidikan karakter pada anak usia dini kembali diluncurkan bidang SD Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Jumat (20/4). Bertempat di Pendapa Krida Manunggal Tuban, peluncuran inovasi yang dirangkai dengan peringatan Isra Mikraj itu diresmikan Bupati Tuban Fathul Huda.

Inovasi untuk membekali dan menyiapkan generasi penerus Kabupaten Tuban yang unggul dan berkarakter itu diberi nama G 99 SATU HATI. Yang merupakan makna dari Gerakan untuk menggemakan, menggetarkan, menggaungkan (99) Asmaul Husna pada diri setia anak sejak usia dini. Harapannya, terwujud pribadi yang unggul dan taat beribadah sesuai dengan slogan SATU HATI (Saya Anak Tuban Unggul dan Hafal Asmaul Husna Taat dalam Ibadah).

Kabid SD Disdik Tuban Witono mengatakan, G 99 SATU HATI merupakan implementasi dari penguatan pendidikan karakter sejak usia dini. Tujuannya, menanamkan nilai-niai religius pada diri anak sejak usia dini. Dengan harapan, Asmaul Husna yang mengandung sifat-sifat Allah itu bisa diterapkan dalam aktivitas pembelajaran. ‘’Begitu juga dalam kehidupan sehari-hari, sehingga bisa mewujudkan pribadi yang religius,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Tak Bayar THR Dikenakan Denda 5 Persen

Witono lebih lanjut menjelaskan, gerakan G 99 merupakan program hafalan wajib untuk seluruh SD negeri maupun swasta se-Kabupaten Tuban dengan jumlah peserta didik sekitar 72.742 siswa. Adapun bentuk pembiasannya diserahkan ke masing-masing sekolah. Bisa dilaksanakan saat awal atau akhir pelajaran maupun sebelum atau sesudah salat Duhur berjamaah. ‘’Khusus untuk hari Jumat diwajibkan secara bersama-sama untuk seluruh siswa dari semua tingkatan (dari kelas 1-6, Red),’’ terang mantan kepala SMPN 3 Tuban itu.

Dalam sambutannya, Bupati Tuban Fathul Huda memberikan apreasiasi atas inovasi penguatan pendidikan karakter yang kembali diluncurkan disdik. Dikatakan bupati, penanaman pendidikan karakter sejak dini melalui pembiasaan hafalan Asmaul Husna merupakan langkah yang sangat positif. Karena itu, orang nomor satu di Pemkab Tuban ini berharap, inovasi penguatan pendidikan karakter harus dikawal penuh. Tentu, dengan peran maksimal dari semua guru.

Baca Juga :  Kemenag Belum Putuskan Izin Madrasah Gelar Tatap Muka
- Advertisement -

‘’Saya sangat mengapresiasi dan bangga dengan inovasi ini (gerakan Asmaul Husna, Red),’’ tutur dia yang meminta kepada semua guru untuk mensukseskan inovasi tersebut.

Hadir dalam peluncuran inovasi tersebut, Kepala Disdik Tuban Sutrisno, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Wilayah Tuban Edy Sukarno, perwakilan Dewan Pendidikan Tuban, sejumlah pejabat terkait serta seribu lebih pendidik, kepala SD/SMP, kepala UPTD disdik, pengawas, dan sejumlah tamu undangan.

TUBAN – Inovasi penguatan pendidikan karakter pada anak usia dini kembali diluncurkan bidang SD Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Jumat (20/4). Bertempat di Pendapa Krida Manunggal Tuban, peluncuran inovasi yang dirangkai dengan peringatan Isra Mikraj itu diresmikan Bupati Tuban Fathul Huda.

Inovasi untuk membekali dan menyiapkan generasi penerus Kabupaten Tuban yang unggul dan berkarakter itu diberi nama G 99 SATU HATI. Yang merupakan makna dari Gerakan untuk menggemakan, menggetarkan, menggaungkan (99) Asmaul Husna pada diri setia anak sejak usia dini. Harapannya, terwujud pribadi yang unggul dan taat beribadah sesuai dengan slogan SATU HATI (Saya Anak Tuban Unggul dan Hafal Asmaul Husna Taat dalam Ibadah).

Kabid SD Disdik Tuban Witono mengatakan, G 99 SATU HATI merupakan implementasi dari penguatan pendidikan karakter sejak usia dini. Tujuannya, menanamkan nilai-niai religius pada diri anak sejak usia dini. Dengan harapan, Asmaul Husna yang mengandung sifat-sifat Allah itu bisa diterapkan dalam aktivitas pembelajaran. ‘’Begitu juga dalam kehidupan sehari-hari, sehingga bisa mewujudkan pribadi yang religius,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Meriah, 2.500 Anak TK/RA Mewarnai Bersama

Witono lebih lanjut menjelaskan, gerakan G 99 merupakan program hafalan wajib untuk seluruh SD negeri maupun swasta se-Kabupaten Tuban dengan jumlah peserta didik sekitar 72.742 siswa. Adapun bentuk pembiasannya diserahkan ke masing-masing sekolah. Bisa dilaksanakan saat awal atau akhir pelajaran maupun sebelum atau sesudah salat Duhur berjamaah. ‘’Khusus untuk hari Jumat diwajibkan secara bersama-sama untuk seluruh siswa dari semua tingkatan (dari kelas 1-6, Red),’’ terang mantan kepala SMPN 3 Tuban itu.

Dalam sambutannya, Bupati Tuban Fathul Huda memberikan apreasiasi atas inovasi penguatan pendidikan karakter yang kembali diluncurkan disdik. Dikatakan bupati, penanaman pendidikan karakter sejak dini melalui pembiasaan hafalan Asmaul Husna merupakan langkah yang sangat positif. Karena itu, orang nomor satu di Pemkab Tuban ini berharap, inovasi penguatan pendidikan karakter harus dikawal penuh. Tentu, dengan peran maksimal dari semua guru.

Baca Juga :  KADER PDI PERJUANGAN BULATKAN DUKUNGAN BERSAMA KANG YUDI
- Advertisement -

‘’Saya sangat mengapresiasi dan bangga dengan inovasi ini (gerakan Asmaul Husna, Red),’’ tutur dia yang meminta kepada semua guru untuk mensukseskan inovasi tersebut.

Hadir dalam peluncuran inovasi tersebut, Kepala Disdik Tuban Sutrisno, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Wilayah Tuban Edy Sukarno, perwakilan Dewan Pendidikan Tuban, sejumlah pejabat terkait serta seribu lebih pendidik, kepala SD/SMP, kepala UPTD disdik, pengawas, dan sejumlah tamu undangan.

Artikel Terkait

Most Read

Penyelesaian Akhir Mengecewakan

Tahun Ini, Empat Kali Gerhana

Makin Hidupkan Iklim E-Sport

Artikel Terbaru


/