alexametrics
32.2 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Pemerintah Keluarkan Larangan Mudik, Awak Bus dan Agen Tiket Mengeluh

Radar Bojonegoro – Kebijakan larangan mudik yang diberlakukan pemerintah pusat dikeluhkan para sopir dan agen travel. Pendapatannya akan menurun bahkan diprediksi tidak ada pemasukan seperti tahun kemarin. Dibutuhkan kebijakan berpihak terhadap jasa transportasi dan awak bus.

Wawan Hendrawan salah satu sopir bus di Terminal Rajekwesi mengeluhkan kebijakan diberlakukan pemerintah dengan melarang mudik tahun ini. Dampaknya terasa pada angkutan umum. Selain itu berpengaruh terhadap pemasukan para sopir dan kernet. “Tidak ada pemasukan, tahun lalu sampai menjual sepeda,” ujarnya.

Wawan sebelumnya mengira mudik tahun ini diperbolehkan. Adanya larangan mudik, ia berharap kebijakan itu dikaji ulang karena hari ini juga sudah ada vaksinasi telah dilakukan pemerintah. Darminto salah satu agen travel di Terminal Bojonegoro juga mengeluhkan hal sama. Menurutnya harus ada penjelasan lebih lanjut.

Baca Juga :  Dibor 1894, Dilakukan Setahun setelah Cepu 

Misalnya, ada pengecualian penumpang yang sudah melakukan vaksin atau tes korona bisa melakukan mudik. “Bukan tiba-tiba melarang,” jelasnya. Menurut Darminto, harus ada pertimbangan dan mengajak berbagai kalangan merumuskan kebijakan agar dampaknya di masyarakat bisa diminimalisir. “Kalau seperti dulu ya kami pasti tidak dapat pemasukan,” keluhnya.

Parjono pemilik PO Dali Prima akan meninjau terlebih dahulu, tapi pihaknya akan tetap mengikuti apapun kebijakan dilakukan pemerintah. Karena perusahaannya terikat dengan Dinas Perhubungan Bojonegoro. “Kami akan mematuhi segala peraturan,” jelasnya. (mgl)

Radar Bojonegoro – Kebijakan larangan mudik yang diberlakukan pemerintah pusat dikeluhkan para sopir dan agen travel. Pendapatannya akan menurun bahkan diprediksi tidak ada pemasukan seperti tahun kemarin. Dibutuhkan kebijakan berpihak terhadap jasa transportasi dan awak bus.

Wawan Hendrawan salah satu sopir bus di Terminal Rajekwesi mengeluhkan kebijakan diberlakukan pemerintah dengan melarang mudik tahun ini. Dampaknya terasa pada angkutan umum. Selain itu berpengaruh terhadap pemasukan para sopir dan kernet. “Tidak ada pemasukan, tahun lalu sampai menjual sepeda,” ujarnya.

Wawan sebelumnya mengira mudik tahun ini diperbolehkan. Adanya larangan mudik, ia berharap kebijakan itu dikaji ulang karena hari ini juga sudah ada vaksinasi telah dilakukan pemerintah. Darminto salah satu agen travel di Terminal Bojonegoro juga mengeluhkan hal sama. Menurutnya harus ada penjelasan lebih lanjut.

Baca Juga :  Penjualan Komputer Cenderung Menurun

Misalnya, ada pengecualian penumpang yang sudah melakukan vaksin atau tes korona bisa melakukan mudik. “Bukan tiba-tiba melarang,” jelasnya. Menurut Darminto, harus ada pertimbangan dan mengajak berbagai kalangan merumuskan kebijakan agar dampaknya di masyarakat bisa diminimalisir. “Kalau seperti dulu ya kami pasti tidak dapat pemasukan,” keluhnya.

Parjono pemilik PO Dali Prima akan meninjau terlebih dahulu, tapi pihaknya akan tetap mengikuti apapun kebijakan dilakukan pemerintah. Karena perusahaannya terikat dengan Dinas Perhubungan Bojonegoro. “Kami akan mematuhi segala peraturan,” jelasnya. (mgl)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/