alexametrics
24.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Jelang Malam Nisfu Sya’ban, Penjual Janur Menjamur

- Advertisement -

Malam Nisfu Sya’ban mulai memanggil. Ditandai banyaknya pedagang ketupat dan janur atau daun kelapa muda. Tradisi keagaaman bergerak di musala dan masjid. Uniknya disertai olahan makan ketupat.

IRVAN RAMADHON, Radar Bojonegoro

Usai azan Asar berkumandang, sinar matahari mulai meredup. Sebagian pedagang Pasar Kota pulang usai berjualan sekitar pukul 15.00 kemarin. Namun, ada juga pedagang berdatangan yang berjualan pasar sore hingga malam.

Pemandangan berbeda ketika memasuki pasar sore di utara dan timur Pasar Kota. Tak biasa ada penjual janur atau daun kelapa muda dengan jumlah banyak. Ada yang menjual di lapak dan lesehan. Ada juga di atas bak mobil seraya menunggu pengendara yang melintas di utara Pasar Kota kemarin.

Ternyata, penjualan ketupat itu untuk menyambut malam Nisfu Sya’ban. Nisfu berarti pertengahan. Tradisi keagamaan ini menunjukkan masyarakat mulai menyambut puasa.

Baca Juga :  Liburan, Terminal Biasa Saja
- Advertisement -

Ketika momen Nisfu Sya’ban dan Lebaran ketupat. “Hari biasa yang membeli hanya pedagang ketupat sayur,” ujarnya ditemui di Pasar Kota kemarin. Toha mengaku mendapat janur dari Pasar Babat. Membeli dengan jumlah banyak.

Selanjutnya, dijual lagi ke Pasar Kota Bojonegoro dan Pasar Rengel Tuban. Satu ikat janur dijual Rp 3.000, harga pembeli eceran. Sedangkan pembeli dalam jumlah besar (grosir) dijual sekitar Rp 25.000 setiap 10 ikat. “Harga berbeda untuk yang dijual lagi, berbagi keuntungan,” ujar pedagang berjualan di atas pikap itu.

Pemuda 26 tahun itu memastikan, harga janur bisa naik atau bahkan turun ketika mendekati malam Nifsu Sya’ban. Tergantung ketersedian janur di pasaran. Saat masih banyak harganya bisa jatuh hingga Rp 2.000 per ikat. Sebaliknya harga naik sekitar Rp 5.000 jika keberadaannya langka. “Yang terpenting habis, harga menyesuaikan pasar. Berjualan hingga Minggu,” jelasnya.

Baca Juga :  Semangat Karang Taruna Budidaya Jamur Tiram 

Ibu-ibu juga banyak berjualan janur secara lesehan di Pasar Kota. Salah satu pedagang lainnya mengaku dirinya sudah menjual janur sejak Rabu (24/3) lalu. Dan akan terus berjualan hingga Minggu. Tepat pada malam Nifsu Sya’ban. Perempuan tersebut menjelaskan harga satu ikat janur sekitar Rp 3.500. Sedangkan, harga satu ikat ketupat sekitar Rp 15 ribu. Pembeli janur lebih banyak dibanding dengan ketupat. “Semakin mendekati Nifsu Sya’ban naik harganya,” ujarnya.

Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Bojonegoro Zainudin Asyari mengatakan, malam Nisfu Sya’ban jatuh pada Minggu malam (28/3). Tidak ada kegiatan secara seremonial, namun setidaknya masyarakat menyambut malam Nisfu Sya’ban di musala atau masjid. Malam Nisfu Sya’ban bisa digelar usai Magrib, Isya, atau Subuh. ‘’Amalannya setidaknya membaca Surat Yasin,’’ ujarnya tadi malam. (irv)

Malam Nisfu Sya’ban mulai memanggil. Ditandai banyaknya pedagang ketupat dan janur atau daun kelapa muda. Tradisi keagaaman bergerak di musala dan masjid. Uniknya disertai olahan makan ketupat.

IRVAN RAMADHON, Radar Bojonegoro

Usai azan Asar berkumandang, sinar matahari mulai meredup. Sebagian pedagang Pasar Kota pulang usai berjualan sekitar pukul 15.00 kemarin. Namun, ada juga pedagang berdatangan yang berjualan pasar sore hingga malam.

Pemandangan berbeda ketika memasuki pasar sore di utara dan timur Pasar Kota. Tak biasa ada penjual janur atau daun kelapa muda dengan jumlah banyak. Ada yang menjual di lapak dan lesehan. Ada juga di atas bak mobil seraya menunggu pengendara yang melintas di utara Pasar Kota kemarin.

Ternyata, penjualan ketupat itu untuk menyambut malam Nisfu Sya’ban. Nisfu berarti pertengahan. Tradisi keagamaan ini menunjukkan masyarakat mulai menyambut puasa.

Baca Juga :  Golkar Blora Usulkan Duet Airlangga-Anies di Pilpres 2024
- Advertisement -

Ketika momen Nisfu Sya’ban dan Lebaran ketupat. “Hari biasa yang membeli hanya pedagang ketupat sayur,” ujarnya ditemui di Pasar Kota kemarin. Toha mengaku mendapat janur dari Pasar Babat. Membeli dengan jumlah banyak.

Selanjutnya, dijual lagi ke Pasar Kota Bojonegoro dan Pasar Rengel Tuban. Satu ikat janur dijual Rp 3.000, harga pembeli eceran. Sedangkan pembeli dalam jumlah besar (grosir) dijual sekitar Rp 25.000 setiap 10 ikat. “Harga berbeda untuk yang dijual lagi, berbagi keuntungan,” ujar pedagang berjualan di atas pikap itu.

Pemuda 26 tahun itu memastikan, harga janur bisa naik atau bahkan turun ketika mendekati malam Nifsu Sya’ban. Tergantung ketersedian janur di pasaran. Saat masih banyak harganya bisa jatuh hingga Rp 2.000 per ikat. Sebaliknya harga naik sekitar Rp 5.000 jika keberadaannya langka. “Yang terpenting habis, harga menyesuaikan pasar. Berjualan hingga Minggu,” jelasnya.

Baca Juga :  Trotoar Kembali Ditempati PKL

Ibu-ibu juga banyak berjualan janur secara lesehan di Pasar Kota. Salah satu pedagang lainnya mengaku dirinya sudah menjual janur sejak Rabu (24/3) lalu. Dan akan terus berjualan hingga Minggu. Tepat pada malam Nifsu Sya’ban. Perempuan tersebut menjelaskan harga satu ikat janur sekitar Rp 3.500. Sedangkan, harga satu ikat ketupat sekitar Rp 15 ribu. Pembeli janur lebih banyak dibanding dengan ketupat. “Semakin mendekati Nifsu Sya’ban naik harganya,” ujarnya.

Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Bojonegoro Zainudin Asyari mengatakan, malam Nisfu Sya’ban jatuh pada Minggu malam (28/3). Tidak ada kegiatan secara seremonial, namun setidaknya masyarakat menyambut malam Nisfu Sya’ban di musala atau masjid. Malam Nisfu Sya’ban bisa digelar usai Magrib, Isya, atau Subuh. ‘’Amalannya setidaknya membaca Surat Yasin,’’ ujarnya tadi malam. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Radar-Temprina Koordinasi Tryout SD

Taufik Jabat Manajer Baru Persela

Lagi, Finishing Jadi Alasan

Artikel Terbaru


/