alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Waspadai Jalan Longsor

LAMONGAN – Tidak hanya banjir dan longsor di bantaran sungai bisa memicu longsor pada infrastruktru jalan. Tingginya intensitas hujan juga bisa memicu longsor. Seperti jalan yang menghubungkan Desa Laren dan Desa Pelangwot, Kecamatan Laren.  Jalan poros desa itu longsor pada dua titik masuk wilayah Desa Laren.

‘’Memang ada longsor di jalan menuju Desa Pelangwot. Ada dua titik yang longsor, satu titik yang tergolong parah,’’ kata Camat Laren, Naim Selasa (26/3).

Menurut dia, satu titik mengalami longsor dengan kedalaman sekitar 60 cm, panjang 5 meter (m) dan lebar 2 m. Sedangkan satu titik lainnya, dengan kedalaman 20 cm dan panjang satu meter. ‘’Untuk sementara, sudah dilakukan pengurukan menggunakan pedel. Namun tetap saja masih longsor lagi. Sehingga perlu penanganan permanen,’’ terangnya.

Baca Juga :  Sesuai Moment, Kreator Undangan Kebanjiran Pesanan

Naim mengungkapkan, kondisi topografi jalan yang longsor tersebut cukup curam. Apalagi tidak ada penguat. Sehingga pengurukan yang dilakukan tidak tahan lama. Langsung longsor lagi, terutama ketika terkena guyuran hujan. ‘’Untungnya masih bisa dilewati di bagian jalan yang tidak longsor. Kalau mobil juga bisa lewat, namun harus berhati – hati agar tidak terperosok,’’ ungkapnya.

Meski begitu, Naim mengaku akan akan secepatnya melakukan perbaikan agar akses warga tidak terganggu. Dan kalau tidak segera ditangani, dikhawatirkan longsornya semakin parah sehingga tidak bisa dilewati. Apalagi kondisi tanahnya sangat gembur, sehingga mudah longsor. Saat ini badan jalan yang longsor diperkirakan mencapai 40 persen. ‘’Kalaupun dibiarkan pasti akan bertambah lebar yang longsor, sehingga akses jalan warga untuk keluar desa akan terganggu,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Asyik Mancing, Terpeleset, Tenggelam

Dia menambahkan, selain jalan, tanggul Bengawan Solo di wilayahnya juga rawan longsor di beberapa titik. Kondisi debit air Bengawan Solo yang naik drastic, apalagi ditambah dengan kondisi yang turun drastis akan memudahkan terjadinya longsor di bantaran sungai tersebut. ‘’Wilayah Laren termasuk cukup banyak yang rawan longsor disbanding kecamatan lain, terutama untuk kawasan bantaran Bengawan Solo,’’ ujarnya.

LAMONGAN – Tidak hanya banjir dan longsor di bantaran sungai bisa memicu longsor pada infrastruktru jalan. Tingginya intensitas hujan juga bisa memicu longsor. Seperti jalan yang menghubungkan Desa Laren dan Desa Pelangwot, Kecamatan Laren.  Jalan poros desa itu longsor pada dua titik masuk wilayah Desa Laren.

‘’Memang ada longsor di jalan menuju Desa Pelangwot. Ada dua titik yang longsor, satu titik yang tergolong parah,’’ kata Camat Laren, Naim Selasa (26/3).

Menurut dia, satu titik mengalami longsor dengan kedalaman sekitar 60 cm, panjang 5 meter (m) dan lebar 2 m. Sedangkan satu titik lainnya, dengan kedalaman 20 cm dan panjang satu meter. ‘’Untuk sementara, sudah dilakukan pengurukan menggunakan pedel. Namun tetap saja masih longsor lagi. Sehingga perlu penanganan permanen,’’ terangnya.

Baca Juga :  Ikuti Trend, Motif Furniture Akar Kayu Jati Berbentuk Polkadot

Naim mengungkapkan, kondisi topografi jalan yang longsor tersebut cukup curam. Apalagi tidak ada penguat. Sehingga pengurukan yang dilakukan tidak tahan lama. Langsung longsor lagi, terutama ketika terkena guyuran hujan. ‘’Untungnya masih bisa dilewati di bagian jalan yang tidak longsor. Kalau mobil juga bisa lewat, namun harus berhati – hati agar tidak terperosok,’’ ungkapnya.

Meski begitu, Naim mengaku akan akan secepatnya melakukan perbaikan agar akses warga tidak terganggu. Dan kalau tidak segera ditangani, dikhawatirkan longsornya semakin parah sehingga tidak bisa dilewati. Apalagi kondisi tanahnya sangat gembur, sehingga mudah longsor. Saat ini badan jalan yang longsor diperkirakan mencapai 40 persen. ‘’Kalaupun dibiarkan pasti akan bertambah lebar yang longsor, sehingga akses jalan warga untuk keluar desa akan terganggu,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Pengacara Marfuah Sebut Kewenangan ULP

Dia menambahkan, selain jalan, tanggul Bengawan Solo di wilayahnya juga rawan longsor di beberapa titik. Kondisi debit air Bengawan Solo yang naik drastic, apalagi ditambah dengan kondisi yang turun drastis akan memudahkan terjadinya longsor di bantaran sungai tersebut. ‘’Wilayah Laren termasuk cukup banyak yang rawan longsor disbanding kecamatan lain, terutama untuk kawasan bantaran Bengawan Solo,’’ ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/