alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Tak Ada Pembeli, Harga Garam Anjlok

LAMONGAN – Nasib petani garam di Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong tragis. Harga garam rakyat anjlok dan sulit melakukan penjualan.

‘’Harga garam saat ini sangat murah dan minim sekali pembeli,’’ kata seorang petani garam di Desa Sedayulawas, Tohari, Selasa (26/3).

Dia menuturkan, harga garamnya hanya laku Rp 800 per kilogram (kg). Tahun lalu saat musim hujan, garam bisa laku Rp 12 ribu sampai Rp 13 ribu.

‘’Kami terpaksa memilih untuk menunggu sampai harga membaik. Kalaupun dijual saat ini, juga tidak ada pembeli,’’ keluhnya.

Dia heran dengan minimnya pembeli. Sebab musim hujan sudah berlangsung cukup lama dan tambak sudah disebar bibit ikan. Seharusnya, petambak membutuhkan garam. Kalau tetap tidak ada pembeli, tahun ini dipastikan petani garam akan mengalami kerugian besar.  ‘’Padahal kualitas garam kami termasuk bagus. Yang berwarna hitam hanya sebagian saja,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Warga Masih Kesulitan Akses Santunan Kematian

Menurut dia, kondisinya berbeda dengan garam hasil produksi garam prisma. Harganya masih cukup bagus, Rp 15 ribu  per kg. Penjualannya juga tidak terlalu sulit. Bahkan bisa tetap produksi meski sedang musim hujan. ‘’Namun sistem garam prisma modal dan perawatannya mahal dibanding sistem tambak garam biasa,’’ katanya.

LAMONGAN – Nasib petani garam di Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong tragis. Harga garam rakyat anjlok dan sulit melakukan penjualan.

‘’Harga garam saat ini sangat murah dan minim sekali pembeli,’’ kata seorang petani garam di Desa Sedayulawas, Tohari, Selasa (26/3).

Dia menuturkan, harga garamnya hanya laku Rp 800 per kilogram (kg). Tahun lalu saat musim hujan, garam bisa laku Rp 12 ribu sampai Rp 13 ribu.

‘’Kami terpaksa memilih untuk menunggu sampai harga membaik. Kalaupun dijual saat ini, juga tidak ada pembeli,’’ keluhnya.

Dia heran dengan minimnya pembeli. Sebab musim hujan sudah berlangsung cukup lama dan tambak sudah disebar bibit ikan. Seharusnya, petambak membutuhkan garam. Kalau tetap tidak ada pembeli, tahun ini dipastikan petani garam akan mengalami kerugian besar.  ‘’Padahal kualitas garam kami termasuk bagus. Yang berwarna hitam hanya sebagian saja,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Proyek Jalan Cor 190 Km Dimulai, Total Anggaran Rp 950 Miliar

Menurut dia, kondisinya berbeda dengan garam hasil produksi garam prisma. Harganya masih cukup bagus, Rp 15 ribu  per kg. Penjualannya juga tidak terlalu sulit. Bahkan bisa tetap produksi meski sedang musim hujan. ‘’Namun sistem garam prisma modal dan perawatannya mahal dibanding sistem tambak garam biasa,’’ katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/