alexametrics
25.3 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Tebing Longsor, Marak Tambang Pasir Mekanik

TRUCUK – Ancaman kerusakan lingkungan terutama tebing-tebing Bengawan Solo longsor kian terbuka. Seperti terlihat di Desa Pagerwesi, Kecamatan Trucuk, senin (26/3). Meski bantaran di sebelahnya sudah longsor, penambangan pasir mekanik masih tetap dilakukan. 

Kepala Satpol PP Bojonegoro Achmad Gunawan mengatakan, penambangan pasir ilegal masih kerap ditemukan meski berkali-kali dilakukan penertiban. Banyak penambang paham pertambangan tanpa izin adalah ilegal. Tapi, tetap saja beraktivitas. Padahal, selain ilegal juga menimbulkan kerusakan lingkungan. “Selain ilegal, juga merusak lingkungan. Masyarakat harus berani melapor,” tegas Gunawan. 

Selain itu, penambangan pasir darat juga kian banyak. Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, kepolisian baru saja mengamankan pelaku usaha kegiatan pertambangan pasir darat tanpa izin minggu lalu. Penambangan di lahan kosong Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman, disinyalir ilegal dan membahayakan lingkungan. “Kami sudah amankan pelaku usahanya. Operator dan ceker, hingga kuli beserta barang bukti 1 unit alat berat ekskavator sudah diamankan,” ujarnya.

Baca Juga :  Korban Belum Mau Sekolah

Kapolres memastikan akan menindak tegas. Sebab, para pengusaha penambangan ilegal melanggar pasal 158 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba, dengan sanksi pidana penjara maksimal 10 tahun. Pidana denda maksimal Rp 10 miliar. “Segala usaha yang berhubungan dengan tambang ilegal akan kami tindak tegas,” janjinya. 

TRUCUK – Ancaman kerusakan lingkungan terutama tebing-tebing Bengawan Solo longsor kian terbuka. Seperti terlihat di Desa Pagerwesi, Kecamatan Trucuk, senin (26/3). Meski bantaran di sebelahnya sudah longsor, penambangan pasir mekanik masih tetap dilakukan. 

Kepala Satpol PP Bojonegoro Achmad Gunawan mengatakan, penambangan pasir ilegal masih kerap ditemukan meski berkali-kali dilakukan penertiban. Banyak penambang paham pertambangan tanpa izin adalah ilegal. Tapi, tetap saja beraktivitas. Padahal, selain ilegal juga menimbulkan kerusakan lingkungan. “Selain ilegal, juga merusak lingkungan. Masyarakat harus berani melapor,” tegas Gunawan. 

Selain itu, penambangan pasir darat juga kian banyak. Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, kepolisian baru saja mengamankan pelaku usaha kegiatan pertambangan pasir darat tanpa izin minggu lalu. Penambangan di lahan kosong Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman, disinyalir ilegal dan membahayakan lingkungan. “Kami sudah amankan pelaku usahanya. Operator dan ceker, hingga kuli beserta barang bukti 1 unit alat berat ekskavator sudah diamankan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pengusaha Diuntungkan, Pengendara Lain ''Dikorbankan''

Kapolres memastikan akan menindak tegas. Sebab, para pengusaha penambangan ilegal melanggar pasal 158 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba, dengan sanksi pidana penjara maksimal 10 tahun. Pidana denda maksimal Rp 10 miliar. “Segala usaha yang berhubungan dengan tambang ilegal akan kami tindak tegas,” janjinya. 

Artikel Terkait

Most Read

Kekuatan dalam Ancaman

PAUD, SD, Dan SMP Akhirnya PTM 50 Persen

Mutasi Tunggu Izin Kemendagri

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/