alexametrics
28.9 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Harga Bawang Putih Melonjak Drastis

KOTA – Harga bawang putih di Lamongan melambung. Kenaikannya mencapai Rp 10 Ribu hingga Rp 12 Ribu per kg. Akibatnya, permintaan bahan dapur itu menurun dan pedagang mengeluh karena penjualan ikut turun. Pedagang pasar Sidoharjo Lamongan, Rusmini me ngung kapkan, harga bawang putih mengalami kenaikan sangat cepat. Sebelumnya hanya Rp 33 Ribu per kg, senin (26/3) menjadi Rp 45 Ribu per kg. Namun kenaikannya tidak merata.

Bahkan antara satu pedagang dengan lainnya di satu pasar itu menjual dengan harga berbeda. “Kalau harganya tidak sama, konsumen akan memilih harga lebih murah,” ujarnya. Rusmini mengatakan, kenaikan bawang putih memang terjadi secara terus menerus. Minggu lalu masih dibawah Rp 30 Ribu, kemudian setiap harinya naik antara Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per kg. Sehingga total senin kenaikannya cukup drastic. ‘’Kenaikan harga akibat pasokan barang dari tengkulak berkurang,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Nabila Toreh Emas Pertama Tuban

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, M. Zamroni menuturkan, kenaikan harga bawang hanya terjadi di Pasar Sidoharjo. Di Pasar Babat dan Paciran masih aman. Kenaikan harga itu dilakukan sepihak dan antara satu pedagang dengan lainnya tidak sama. Ada pedagang menjual di bawah Rp 40 Ribu per kg dan ada pula di atas Rp 40 ribu. “Masih kita tunggu kenaikan itu terjadi berapa lama,” ujarnya.

Zamroni menjelaskan, ketika kenaikan harga terjadi dalam kurun waktu lama dan serentak di sejumlah pasar, pihaknya akan menggandeng bulog untuk melakukan operasi pasar. Sedangkan saat ini kenaikan hanya terjadi di satu pasar. Sehingga akan diupayakan untuk menyatukan harga. Misalnya dengan koordinasi. “Kita koordinasikan dulu dengan pihak tengkulak dan pedagang,”jelasnya. Terpisah, Kasi Pengadaan Barang Bulog sub drive Bojonegoro, Sri Budiono, menambahkan, saat ini bulog belum melakukan pengadaan bawang putih.

Baca Juga :  Adu Kreatif Memasak Menu Serba Ikan

Karena berdasarkan rapat koordinasi terbatas (Rakortas) pemerintah pusat, harga bawang putih justru turun. Sebelumnya, harga pokok penjualan (HPP) +20 persen, menjadi HPP +10 persen. Jadi secara kuantitatif memang turun. Dari harga Rp 8.760 per kg menjadi Rp 8.030. Sehingga Budiono mengklaim, kenaikan mungkin hanya terjadi antara tengkulak dan pedagang karena pasokan minim. “Karena pemerintah tidak menaikkan har ga, sehingga bulog tidak me nyetok cadangan ba wang,” im buhnya.

KOTA – Harga bawang putih di Lamongan melambung. Kenaikannya mencapai Rp 10 Ribu hingga Rp 12 Ribu per kg. Akibatnya, permintaan bahan dapur itu menurun dan pedagang mengeluh karena penjualan ikut turun. Pedagang pasar Sidoharjo Lamongan, Rusmini me ngung kapkan, harga bawang putih mengalami kenaikan sangat cepat. Sebelumnya hanya Rp 33 Ribu per kg, senin (26/3) menjadi Rp 45 Ribu per kg. Namun kenaikannya tidak merata.

Bahkan antara satu pedagang dengan lainnya di satu pasar itu menjual dengan harga berbeda. “Kalau harganya tidak sama, konsumen akan memilih harga lebih murah,” ujarnya. Rusmini mengatakan, kenaikan bawang putih memang terjadi secara terus menerus. Minggu lalu masih dibawah Rp 30 Ribu, kemudian setiap harinya naik antara Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per kg. Sehingga total senin kenaikannya cukup drastic. ‘’Kenaikan harga akibat pasokan barang dari tengkulak berkurang,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Harga Sembako di Lamongan Merangkak Naik

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, M. Zamroni menuturkan, kenaikan harga bawang hanya terjadi di Pasar Sidoharjo. Di Pasar Babat dan Paciran masih aman. Kenaikan harga itu dilakukan sepihak dan antara satu pedagang dengan lainnya tidak sama. Ada pedagang menjual di bawah Rp 40 Ribu per kg dan ada pula di atas Rp 40 ribu. “Masih kita tunggu kenaikan itu terjadi berapa lama,” ujarnya.

Zamroni menjelaskan, ketika kenaikan harga terjadi dalam kurun waktu lama dan serentak di sejumlah pasar, pihaknya akan menggandeng bulog untuk melakukan operasi pasar. Sedangkan saat ini kenaikan hanya terjadi di satu pasar. Sehingga akan diupayakan untuk menyatukan harga. Misalnya dengan koordinasi. “Kita koordinasikan dulu dengan pihak tengkulak dan pedagang,”jelasnya. Terpisah, Kasi Pengadaan Barang Bulog sub drive Bojonegoro, Sri Budiono, menambahkan, saat ini bulog belum melakukan pengadaan bawang putih.

Baca Juga :  Pemalsu Piagam Dihapus dari SMPN 1 Tuban

Karena berdasarkan rapat koordinasi terbatas (Rakortas) pemerintah pusat, harga bawang putih justru turun. Sebelumnya, harga pokok penjualan (HPP) +20 persen, menjadi HPP +10 persen. Jadi secara kuantitatif memang turun. Dari harga Rp 8.760 per kg menjadi Rp 8.030. Sehingga Budiono mengklaim, kenaikan mungkin hanya terjadi antara tengkulak dan pedagang karena pasokan minim. “Karena pemerintah tidak menaikkan har ga, sehingga bulog tidak me nyetok cadangan ba wang,” im buhnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/