alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Sunday, July 3, 2022

Kahyangan Api dan Waduk Pacal Mulai Buka

Radar Bojonegoro – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Bojonegoro mulai membuka dua objek wisata kemarin (26/2). Kahyangan Api dan Waduk Pacal. Namun, dibuka sebagai uji coba.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, portal dan pos penjagaan sementara terpasang di gapura Kahyangan Api sudah dilepas. Sudah tidak ada petugas objek wisata berada di depan. Sehingga pengunjung bisa leluasa masuk ke area wisata berjarak sekitar 1,5 kilometer dari gapura.

Namun, kondisi pengunjung masih sepi. Koordinator Tenaga Objek Wisata Kahyangan Api Sarji mengatakan, sejak kemarin mulai dibuka sesuai arahan atasan. Namun, jumlah pengunjung masih dibatasi. “50 persen dari kapasitas hari normal,” ungkapnya.

Sarji menjelaskan, pengujung masih belum ditarik biaya masuk. Sepanjang pagi hingga menjelang Salat Jumat, baru sekitar 15 pengunjung datang bergantian. “Tetap menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Cegah Kerumunan, CFD Tidak Diizinkan

Sementara itu, objek wisata Sumber Air Grogolan belum dibuka untuk umum. Lokasi objek wisata ini satu jalur dengan Kahyangan Api. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdawis) Wisata Sumber Air Grogolan Agus Wahyudi mengatakan, objek wisata di Desa Ngunut, Kecamatan Dander itu masih tutup. Rencana akan dibuka 9 Maret mendatang.

Tentu, jika penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro tidak diperpanjang. Kini pengelola mulai berbenah, membersihkan rumput liar. “Persiapan buka kembali,” jelasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Budiyanto mengatakan, mulai kemarin objek wisata milik pemkab dibuka. Namun, hanya Kahyangan Api dan Waduk Pacal. Sedangkan Tirta Wana Dander belum dibuka kerana berbasis kolam renang. “Sementara objek wisata dengan lokasi alam terbuka,” jelasnya.

Baca Juga :  Banyak Event, Okupansi Terus Meningkat

Budiyanto menjelaskan dua objek wisata dibuka sebagai uji coba. Dengan menerapkan protokol kesehatan. Jumlah pengunjung dibatasi, 50 persen dari hari biasa. “Agar tidak menimbulkan kerumunan,” ungkapnya. Selain itu objek wisata hanya buka hingga pukul 21.00. Sebab PPKM mikro masih belaku di beberapa desa di sekitar objek wisata. (irv)

Radar Bojonegoro – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Bojonegoro mulai membuka dua objek wisata kemarin (26/2). Kahyangan Api dan Waduk Pacal. Namun, dibuka sebagai uji coba.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, portal dan pos penjagaan sementara terpasang di gapura Kahyangan Api sudah dilepas. Sudah tidak ada petugas objek wisata berada di depan. Sehingga pengunjung bisa leluasa masuk ke area wisata berjarak sekitar 1,5 kilometer dari gapura.

Namun, kondisi pengunjung masih sepi. Koordinator Tenaga Objek Wisata Kahyangan Api Sarji mengatakan, sejak kemarin mulai dibuka sesuai arahan atasan. Namun, jumlah pengunjung masih dibatasi. “50 persen dari kapasitas hari normal,” ungkapnya.

Sarji menjelaskan, pengujung masih belum ditarik biaya masuk. Sepanjang pagi hingga menjelang Salat Jumat, baru sekitar 15 pengunjung datang bergantian. “Tetap menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Banyak Event, Okupansi Terus Meningkat

Sementara itu, objek wisata Sumber Air Grogolan belum dibuka untuk umum. Lokasi objek wisata ini satu jalur dengan Kahyangan Api. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdawis) Wisata Sumber Air Grogolan Agus Wahyudi mengatakan, objek wisata di Desa Ngunut, Kecamatan Dander itu masih tutup. Rencana akan dibuka 9 Maret mendatang.

Tentu, jika penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro tidak diperpanjang. Kini pengelola mulai berbenah, membersihkan rumput liar. “Persiapan buka kembali,” jelasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Budiyanto mengatakan, mulai kemarin objek wisata milik pemkab dibuka. Namun, hanya Kahyangan Api dan Waduk Pacal. Sedangkan Tirta Wana Dander belum dibuka kerana berbasis kolam renang. “Sementara objek wisata dengan lokasi alam terbuka,” jelasnya.

Baca Juga :  Butuh Edukasi, Korban Pinjaman Online Rerata Warga Pedesaan

Budiyanto menjelaskan dua objek wisata dibuka sebagai uji coba. Dengan menerapkan protokol kesehatan. Jumlah pengunjung dibatasi, 50 persen dari hari biasa. “Agar tidak menimbulkan kerumunan,” ungkapnya. Selain itu objek wisata hanya buka hingga pukul 21.00. Sebab PPKM mikro masih belaku di beberapa desa di sekitar objek wisata. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Makin Sombong, Makin Bernilai

Kehilangan Akun Line


/