alexametrics
32.8 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Setiap Titik Traffic Light Telan Rp 100 Juta

- Advertisement -

BOJONEGORO — Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Bojonegoro mulai fokus persiapan rencana pembangunan traffic light, di sejumlah persimpangan Jalan Raya Bojonegoro. Sebab, masih banyak persimpangan yang belum terpasang rambu lalu lintas tersebut.

Selain di perempatan Balen dan perempatan Kapas, rencananya juga akan dipasang di sejumlah persimpangan jalan jurusan Bojonegoro-Cepu. Sesuai dokumen anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2019, dalam setiap titik traffic light, dianggarkan Rp 100 juta.

“Ada beberapa titik, setiap titiknya dijatah Rp 100 juta,” kata Kepala Dishub Bojonegoro Iskandar.

Dia menuturkan, semua traffic light membuthkan energi listrik. Namun, untuk rencana pemasangan traffic light tahun ini, bukan mengambil listrik dari PLN. Sebaliknya, dari pembangkit listrik tenaga surya.

Baca Juga :  Oknum Fotografer Setubuhi Siswa dan Model, Korban Mencapai 28 Orang!
- Advertisement -

Selian untuk efisiensi biaya operasional, dengan alat tersebut akan lebih efektif, karena akan memanfaatkan tenaga surya. Sehingga, ketika listrik PLN padam, maka traffic light akan tetap menyala.

Namun, dengan alat tersebut akan memiliki kelemahan di antaranya ketika musim hujan kerap terjadi mendung dan hujan, maka tenaga surya tidak bisa maksimal. Namun, kondisi tersebut dinilai jarang terjadi.

“Sebaliknya, lebih sering cuaca panas. Apalagi lokasinya di jalan raya, yang mudah mendapatkan tenaga surya. Mungkin bulan depan mulai pemasangan,” imbuhnya.

Selain memasang traffic light, kata dia, pihaknya juga akan memasang CCTV di sejumlah jalan perbatasan kota, di antaranya jalan menuju Kabupaten Tuban, Lamongan, Ngawi, Blora, dan Nganjuk.

Baca Juga :  Belum Ada Rencana Penambahan Hutan Kota

BOJONEGORO — Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Bojonegoro mulai fokus persiapan rencana pembangunan traffic light, di sejumlah persimpangan Jalan Raya Bojonegoro. Sebab, masih banyak persimpangan yang belum terpasang rambu lalu lintas tersebut.

Selain di perempatan Balen dan perempatan Kapas, rencananya juga akan dipasang di sejumlah persimpangan jalan jurusan Bojonegoro-Cepu. Sesuai dokumen anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2019, dalam setiap titik traffic light, dianggarkan Rp 100 juta.

“Ada beberapa titik, setiap titiknya dijatah Rp 100 juta,” kata Kepala Dishub Bojonegoro Iskandar.

Dia menuturkan, semua traffic light membuthkan energi listrik. Namun, untuk rencana pemasangan traffic light tahun ini, bukan mengambil listrik dari PLN. Sebaliknya, dari pembangkit listrik tenaga surya.

Baca Juga :  Masih Sering Keasinan
- Advertisement -

Selian untuk efisiensi biaya operasional, dengan alat tersebut akan lebih efektif, karena akan memanfaatkan tenaga surya. Sehingga, ketika listrik PLN padam, maka traffic light akan tetap menyala.

Namun, dengan alat tersebut akan memiliki kelemahan di antaranya ketika musim hujan kerap terjadi mendung dan hujan, maka tenaga surya tidak bisa maksimal. Namun, kondisi tersebut dinilai jarang terjadi.

“Sebaliknya, lebih sering cuaca panas. Apalagi lokasinya di jalan raya, yang mudah mendapatkan tenaga surya. Mungkin bulan depan mulai pemasangan,” imbuhnya.

Selain memasang traffic light, kata dia, pihaknya juga akan memasang CCTV di sejumlah jalan perbatasan kota, di antaranya jalan menuju Kabupaten Tuban, Lamongan, Ngawi, Blora, dan Nganjuk.

Baca Juga :  Data Embung, Waduk, dan Jaringan Irigasi Tumpang Tindih

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/