alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Untuk Mama, Terlalu Sering Gunakan Popok Bisa Timbulkan Ruam 

COVER STORY – Popok yang dulu hanya dibeli oleh golongan orang tua menengah ke atas. Kini popok sudah mulai masuk ke ruang-ruang masyarakat kelas bawah. Bahkan, untuk mendapatkan popok juga semakin mudah. Manajemen keuangan keluarga pun, jika memiliki anak kecil akan menganggarkan untuk pembelian popok dalam setiap pekannya. Lebih-lebih jika sudah berada di keluarga modern. Hampir stok popok selalu disediakan di lemari. 

Hernowo Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bojonegoro mengatakan, ada hubungan pemakaian diapers dengan kejadian ruam (bintil merah) akibat popok pada bayi. Terlebih pada usia enam bulan sampai satu tahun. 

Dia menjelaskan, dalam sebuah penelitian diapers yaitu adalah alat yang berupa popok sekali pakai berdaya serap tinggi yang terbuat dari plastik dan campuran bahan kimia untuk menampung sisa metabolisme seperti air seni dan feses. 

“Di era modern saat ini, segala sesuatu dibuat canggih degan tujuan memberikan kemudahan kepada masyarakat. Khusus bagi para ibu yang memiliki bayi dan balita kini sudah banyak produk popok sekali pakai yang praktis.

Sehingga para ibu tidak direpotkan dengan banyak cucian,” katanya.Menurut Hernowo, walau telah dimudahkan segala sesuatu dengan memakai diapers dengan alasan praktis dan ekonomis, tetapi kulit bayi biasanya masih sangat halus serta masih sangat sensitif bila dipakai produk-produk bayi yang beredar di pasaran.

Baca Juga :  Pembangunan Taman Sosrodilogo Belum Jelas

Kadang, dengan kesensitifan kulit bayi, sering kali bayi mengalami berbagai macam penyakit. Gangguan kulit yang sering terjadi pada bayi adalah biang keringat, iritasi, ruam popok, ataupun eksim popok. 

Dalam pembahasan penelitian itu lanjut dia, bayi yang tidak terjadi ruam popok, sebagian besar jarang dan tidak memakai diapers. Dia menjelaskan, bayi hampir pernah mengalami ruam popok. Lokasi yang sering terkena adalah bagian pantat sekitar kemaluan, maupun paha.

Gejalanya ruam kemerahan atau lecet pada kulit di daerah yang ditutupi popok. 

Selain itu, biasanya bayi terlihat rewel terutama saat penggantian popok. Bayi biasanya juga memungkinkan menangis saat kulit yang didera itu tersentuh. “Jangan biarkan popok yang sudah basah karena menampung banyak urine berlama-lama dipakai bayi.

Kontak yang lama antarurine dan tinja dengan kulit bayi dapat menimbulkan ruam popok. Dengan begitu, ibu yang mengetahui dampak yang akan terjadi jika ibu memakaikan diapers pada bayinya terlalu sering dan tidak diganti, sedangkan popoknya sudah penuh, akan mengandung banyak kotoran atau mikroorganisme berkembang biak.

Baca Juga :  Peternak di Bojonegoro Racik Madu dan Kunyit Obati Sapi

Sehingga, ibu lebih memerhatikan kondisi atau kenyamamanan pada bayi,” terang dia.Menurut Hernowo, perlu ada penyuluhan tentang pemakaian diapers yang terlalu sering bisa menimbulkan kejadian ruam popok ,agar bisa menghindari pemakaian diapers terlalu sering.

Selain itu, perlunya sering mengganti popok paling lama tiga jam sekali. Hal itu, sesuai dengan jam minum bayi. Sebab, bayi itu minum maksimal setiap tiga jam sekali. 

“Jadi, biasakan sebelum memberikan minum Anda cek popok anak anda,” tulisnya. Dia menyatakan dalam penelitian tersebut disimpulkan ada hubungan pemakaian diapers dengan kejadian ruam  popok pada bayi berusia enam bulan sampai satu tahun.

Pemakaian diapers yang terlalu sering akan menyebabkan ruam popok karena menimbulkan perkembangbiakan mikroorganisme. Dia menambahkan, sebelum dipasang popok terhadap anak harus dilap sampai kering. Kalau usai berak harus secepatnya diganti.

“Pilih diapers yang baik. Kalau muncul ruam ya diobati. Masyarakat jangan takut pakai diapers,” tandasnya. 

COVER STORY – Popok yang dulu hanya dibeli oleh golongan orang tua menengah ke atas. Kini popok sudah mulai masuk ke ruang-ruang masyarakat kelas bawah. Bahkan, untuk mendapatkan popok juga semakin mudah. Manajemen keuangan keluarga pun, jika memiliki anak kecil akan menganggarkan untuk pembelian popok dalam setiap pekannya. Lebih-lebih jika sudah berada di keluarga modern. Hampir stok popok selalu disediakan di lemari. 

Hernowo Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bojonegoro mengatakan, ada hubungan pemakaian diapers dengan kejadian ruam (bintil merah) akibat popok pada bayi. Terlebih pada usia enam bulan sampai satu tahun. 

Dia menjelaskan, dalam sebuah penelitian diapers yaitu adalah alat yang berupa popok sekali pakai berdaya serap tinggi yang terbuat dari plastik dan campuran bahan kimia untuk menampung sisa metabolisme seperti air seni dan feses. 

“Di era modern saat ini, segala sesuatu dibuat canggih degan tujuan memberikan kemudahan kepada masyarakat. Khusus bagi para ibu yang memiliki bayi dan balita kini sudah banyak produk popok sekali pakai yang praktis.

Sehingga para ibu tidak direpotkan dengan banyak cucian,” katanya.Menurut Hernowo, walau telah dimudahkan segala sesuatu dengan memakai diapers dengan alasan praktis dan ekonomis, tetapi kulit bayi biasanya masih sangat halus serta masih sangat sensitif bila dipakai produk-produk bayi yang beredar di pasaran.

Baca Juga :  Dunia Kesehatan Sambut Positif Kehadiran Vaksin COVID-19

Kadang, dengan kesensitifan kulit bayi, sering kali bayi mengalami berbagai macam penyakit. Gangguan kulit yang sering terjadi pada bayi adalah biang keringat, iritasi, ruam popok, ataupun eksim popok. 

Dalam pembahasan penelitian itu lanjut dia, bayi yang tidak terjadi ruam popok, sebagian besar jarang dan tidak memakai diapers. Dia menjelaskan, bayi hampir pernah mengalami ruam popok. Lokasi yang sering terkena adalah bagian pantat sekitar kemaluan, maupun paha.

Gejalanya ruam kemerahan atau lecet pada kulit di daerah yang ditutupi popok. 

Selain itu, biasanya bayi terlihat rewel terutama saat penggantian popok. Bayi biasanya juga memungkinkan menangis saat kulit yang didera itu tersentuh. “Jangan biarkan popok yang sudah basah karena menampung banyak urine berlama-lama dipakai bayi.

Kontak yang lama antarurine dan tinja dengan kulit bayi dapat menimbulkan ruam popok. Dengan begitu, ibu yang mengetahui dampak yang akan terjadi jika ibu memakaikan diapers pada bayinya terlalu sering dan tidak diganti, sedangkan popoknya sudah penuh, akan mengandung banyak kotoran atau mikroorganisme berkembang biak.

Baca Juga :  Produksi Perikanan Glagah Tertinggi

Sehingga, ibu lebih memerhatikan kondisi atau kenyamamanan pada bayi,” terang dia.Menurut Hernowo, perlu ada penyuluhan tentang pemakaian diapers yang terlalu sering bisa menimbulkan kejadian ruam popok ,agar bisa menghindari pemakaian diapers terlalu sering.

Selain itu, perlunya sering mengganti popok paling lama tiga jam sekali. Hal itu, sesuai dengan jam minum bayi. Sebab, bayi itu minum maksimal setiap tiga jam sekali. 

“Jadi, biasakan sebelum memberikan minum Anda cek popok anak anda,” tulisnya. Dia menyatakan dalam penelitian tersebut disimpulkan ada hubungan pemakaian diapers dengan kejadian ruam  popok pada bayi berusia enam bulan sampai satu tahun.

Pemakaian diapers yang terlalu sering akan menyebabkan ruam popok karena menimbulkan perkembangbiakan mikroorganisme. Dia menambahkan, sebelum dipasang popok terhadap anak harus dilap sampai kering. Kalau usai berak harus secepatnya diganti.

“Pilih diapers yang baik. Kalau muncul ruam ya diobati. Masyarakat jangan takut pakai diapers,” tandasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Baru Diperbaiki Sudah Retak

Rembug Desa hingga Jandom Bareng 

Bagikan 500 Sembako dan 1.860 Masker

Artikel Terbaru


/