alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Perangi Hoax dengan Berita Positif 

- Advertisement -

KOTA – Polres Lamongan harus bisa mengimbangi berita hoax (berita bohong) di media social (medsos) agar tidak menjadikan isu yang berkepanjangan. Sehingga personil polres harus bisa menulis berita.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolres Lamongan, AKBP Feby Hutagalung saat membuka pelatihan peningkatan kemampuan jurnalistik personil Polres Lamongan di Sasana Krida Jagrantara(SKJ) Mapolres Lamongan kemarin (26/2). Dua narasumber yakni Ketua PWI Jawa Timur, Akhmad Munir dan Ketua PWI Lamongan.‘’Untuk perangi berita hoax, anggota harus bisa menulis berita seperti wartawan, sehingga harus mengerti ilmu jurnalistik,’’ ucap Feby.

Dia mengungkapkan, saat setiap kali ada kejadian, tidak perlu menunggu lama akan ramai di sosial media. Sehingga memicu berbagai komentar dan opini meski tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya. ‘’Agar masyarakat tidak terpengaruh isu, perlu ditangkal ditangkal dengan berita-berita yang benar,’’ tuturnya. 

Baca Juga :  Buat Klub dan Dirikan Cabor Resmi, Terinspirasi Anaknya

Akhmad Munir menyambut baik inisiatif Kapolres Lamongan melatih anggota untuk bisa menulis berita. Kemampuan itu bisa untuk meng-counter berita-berita hoax, terutama di medsos. Ini suatu terobosan. ‘’Dan terbukti, berita-berita baik, khususnya lewat foto dan video, mampu mempengaruhi persepsi positif masyarakat,’’ terangnya. 

Dia juga mengungkapkan, untuk memerangi wartawan abal-abal, saat ini sedang dilakukan upaya pelurusan profesi wartawan melalui sertifikasi wartawan dalam uji kompetensi wartawan (UKW).

KOTA – Polres Lamongan harus bisa mengimbangi berita hoax (berita bohong) di media social (medsos) agar tidak menjadikan isu yang berkepanjangan. Sehingga personil polres harus bisa menulis berita.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolres Lamongan, AKBP Feby Hutagalung saat membuka pelatihan peningkatan kemampuan jurnalistik personil Polres Lamongan di Sasana Krida Jagrantara(SKJ) Mapolres Lamongan kemarin (26/2). Dua narasumber yakni Ketua PWI Jawa Timur, Akhmad Munir dan Ketua PWI Lamongan.‘’Untuk perangi berita hoax, anggota harus bisa menulis berita seperti wartawan, sehingga harus mengerti ilmu jurnalistik,’’ ucap Feby.

Dia mengungkapkan, saat setiap kali ada kejadian, tidak perlu menunggu lama akan ramai di sosial media. Sehingga memicu berbagai komentar dan opini meski tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya. ‘’Agar masyarakat tidak terpengaruh isu, perlu ditangkal ditangkal dengan berita-berita yang benar,’’ tuturnya. 

Baca Juga :  Dana PKH Rawan Dibelikan Rokok

Akhmad Munir menyambut baik inisiatif Kapolres Lamongan melatih anggota untuk bisa menulis berita. Kemampuan itu bisa untuk meng-counter berita-berita hoax, terutama di medsos. Ini suatu terobosan. ‘’Dan terbukti, berita-berita baik, khususnya lewat foto dan video, mampu mempengaruhi persepsi positif masyarakat,’’ terangnya. 

Dia juga mengungkapkan, untuk memerangi wartawan abal-abal, saat ini sedang dilakukan upaya pelurusan profesi wartawan melalui sertifikasi wartawan dalam uji kompetensi wartawan (UKW).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/