alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Sunday, July 3, 2022

Penyewaan Alat Daki Andalkan Musim Libur

BISNIS – Penyewaan alat pendakian gunung tidak bisa dilakukan setiap bulan. Hanya, ketika musim libur panjang, rental alat mendaki ini mengalami peningkatan. Pelaku usaha terus berupaya agar permintaan bisa bertambah dan tak mengandalkan musim liburan.

Alifyanto Ardi pemilik penyewaan alat mendaki mengatakan, rental peranti mendaki cukup banyak. Tak hanya merental, kebanyakan juga melakukan penjualan peranti alat mendaki gunung.

Hanya permintaan tidak ramai setiap harinya. Karena penyewaan paling banyak ketika musim liburan. Apalagi musim libur panjang, akan banyak yang menyewa. “Karena penyewa didominasi anak sekolah,” ujarnya.

Meski begitu, menurut Alif, pada liburan biasa seperti sewa mingguan itu ada tapi untuk jumlah penyewanya hanya sedikit. Hasilnya sendiri untuk penyewaan mingguan paling tidak bisa menghasilkan Rp 300 ribu. 

Baca Juga :  Asyiknya Pelatihan Guru Inovatif dan Kreatif

Tapi, ketika masa liburan panjang, bisa mendapatkan sampai Rp 3 juta. Itu hampir semua perlengkapan sewanya selalu habis disewa orang. Dan selalu antre selama libur panjang sekolah.

Karena, menurut Alif, untuk pendaki di Blora itu kebanyakan pendaki musiman. Tapi dia menyayangkan sebenarnya pendaki zaman sekarang lebih banyak yang mengabaikan keamanan pendakian. 

Karena mereka lebih banyak yang mementingkan eksistensi dan up-load untuk kepuasan di media sosial. Selain pribadi, konsumen rental alat mendaki juga didominasi dari penyewa kelompok. 

Seperti menyewa tenda, tas, tali, alat masak, dan lain sebagainya. Namun, dia menyadari pehobi pendakian gunung di Blora semakin banyak. Bahkan, permintaan juga ditopang komunitas pecinta alam. Kebanyakan pehobi mendaki ini sering mengadakan event alam.

Baca Juga :  Proyek Jalan Cor 190 Km Dimulai, Total Anggaran Rp 950 Miliar

BISNIS – Penyewaan alat pendakian gunung tidak bisa dilakukan setiap bulan. Hanya, ketika musim libur panjang, rental alat mendaki ini mengalami peningkatan. Pelaku usaha terus berupaya agar permintaan bisa bertambah dan tak mengandalkan musim liburan.

Alifyanto Ardi pemilik penyewaan alat mendaki mengatakan, rental peranti mendaki cukup banyak. Tak hanya merental, kebanyakan juga melakukan penjualan peranti alat mendaki gunung.

Hanya permintaan tidak ramai setiap harinya. Karena penyewaan paling banyak ketika musim liburan. Apalagi musim libur panjang, akan banyak yang menyewa. “Karena penyewa didominasi anak sekolah,” ujarnya.

Meski begitu, menurut Alif, pada liburan biasa seperti sewa mingguan itu ada tapi untuk jumlah penyewanya hanya sedikit. Hasilnya sendiri untuk penyewaan mingguan paling tidak bisa menghasilkan Rp 300 ribu. 

Baca Juga :  Pekerjaan Padat, Gadis ini Sisihkan Waktu untuk Berolahraga

Tapi, ketika masa liburan panjang, bisa mendapatkan sampai Rp 3 juta. Itu hampir semua perlengkapan sewanya selalu habis disewa orang. Dan selalu antre selama libur panjang sekolah.

Karena, menurut Alif, untuk pendaki di Blora itu kebanyakan pendaki musiman. Tapi dia menyayangkan sebenarnya pendaki zaman sekarang lebih banyak yang mengabaikan keamanan pendakian. 

Karena mereka lebih banyak yang mementingkan eksistensi dan up-load untuk kepuasan di media sosial. Selain pribadi, konsumen rental alat mendaki juga didominasi dari penyewa kelompok. 

Seperti menyewa tenda, tas, tali, alat masak, dan lain sebagainya. Namun, dia menyadari pehobi pendakian gunung di Blora semakin banyak. Bahkan, permintaan juga ditopang komunitas pecinta alam. Kebanyakan pehobi mendaki ini sering mengadakan event alam.

Baca Juga :  Mengenal Lebih Dekat Komunitas Kobra

Artikel Terkait

Most Read

PEPC Harus Tanam 25 Ribu Pohon

Motor – Mobil Curian Dipamerkan

Artikel Terbaru

Makin Sombong, Makin Bernilai

Kehilangan Akun Line


/