alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Terima Pelimpahan Tersangka Kedua

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Lamongan Rujito telah ditahan di Rutan Kelas II B Lamongan dua minggu lalu. Tersangka tindak pidana korupsi (tipikor) proyek pengurugan tanah di kantor DTPHP Lamongan Tahun 2017 senilai Rp 1,5 miliar (m) itu tak sendirian. 

Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan giliran melakukan penahanan terhadap kontraktor M Zaenuri, setelah mendapatkan pelimpahan dari Polda Jatim kemarin siang (26/1).  Zaenuri merupakan pemenang tender melalui layanan pengadaan sistim elektronik (LPSE) proyek tersebut. Kasi Intel Kejari Lamongan Condro Maharanto membenarkan, telah menerima tersangka dan barang bukti dari Tim Tipikor Polda Jatim. 

‘’Tersangka telah memperkaya sendiri, yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 579.115.410. Dimana ini semua laporan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP ) Jawa Timur,’’ terang Condro kepada Jawa Pos Radar Lamongan. 

Baca Juga :  Zakat Sebagai Basis Perwujudan Keadilan Sosial

Menurut dia, tersangka cukup kooperatis saat dimintai keterangan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sama halnya seperti Rujito, penahanan terhadap Zaenuri selama lima tahun ke depan. Sebelum masa penahanan perakhir, tutur Condro, pihaknya berupaya melakukan pelimpahan berkas ke Pengadilan Tipikor Surabaya. 

Kasi Pidsus Kejari Lamongan Anton Wahyudi menjelaskan, telah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka, yang dinyatakan sehat dan negatif dari Covid-19. Anton membeberkan, barang bukti  yang dilimpahkan sebanyak Rp 91 juta lebih dari rekening tersangka. 

‘’Barang bukti ini, termasuk keuntungan atau perbuatan yang dilakukan oleh tersangka,’’ katanya. 

Dia mengatakan, nantinya seluruhnya akan dilakukan pembuktian dalam persidangan. Berdasarkan hitungan BPKP Jawa timur, diakuinya, negera diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 500 juta. 

Baca Juga :  Emak-Emak di Lamongan Antusias Dukung Heppiii Community Donorkan Darah

‘’Akan dilihat dipersidangan. Apakah adanya temuan dari BPKP akan muncul tersangka baru atau yang lainnya. Sehingga ditunggu saja nanti saat persidangan,’’ terang Anton.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Lamongan Rujito telah ditahan di Rutan Kelas II B Lamongan dua minggu lalu. Tersangka tindak pidana korupsi (tipikor) proyek pengurugan tanah di kantor DTPHP Lamongan Tahun 2017 senilai Rp 1,5 miliar (m) itu tak sendirian. 

Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan giliran melakukan penahanan terhadap kontraktor M Zaenuri, setelah mendapatkan pelimpahan dari Polda Jatim kemarin siang (26/1).  Zaenuri merupakan pemenang tender melalui layanan pengadaan sistim elektronik (LPSE) proyek tersebut. Kasi Intel Kejari Lamongan Condro Maharanto membenarkan, telah menerima tersangka dan barang bukti dari Tim Tipikor Polda Jatim. 

‘’Tersangka telah memperkaya sendiri, yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 579.115.410. Dimana ini semua laporan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP ) Jawa Timur,’’ terang Condro kepada Jawa Pos Radar Lamongan. 

Baca Juga :  Gadis ini Ingin Jadi Desainer Handal

Menurut dia, tersangka cukup kooperatis saat dimintai keterangan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sama halnya seperti Rujito, penahanan terhadap Zaenuri selama lima tahun ke depan. Sebelum masa penahanan perakhir, tutur Condro, pihaknya berupaya melakukan pelimpahan berkas ke Pengadilan Tipikor Surabaya. 

Kasi Pidsus Kejari Lamongan Anton Wahyudi menjelaskan, telah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka, yang dinyatakan sehat dan negatif dari Covid-19. Anton membeberkan, barang bukti  yang dilimpahkan sebanyak Rp 91 juta lebih dari rekening tersangka. 

‘’Barang bukti ini, termasuk keuntungan atau perbuatan yang dilakukan oleh tersangka,’’ katanya. 

Dia mengatakan, nantinya seluruhnya akan dilakukan pembuktian dalam persidangan. Berdasarkan hitungan BPKP Jawa timur, diakuinya, negera diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 500 juta. 

Baca Juga :  Penerangan Jalan Umum Dianggarkan Rp 1,5 M

‘’Akan dilihat dipersidangan. Apakah adanya temuan dari BPKP akan muncul tersangka baru atau yang lainnya. Sehingga ditunggu saja nanti saat persidangan,’’ terang Anton.

Artikel Terkait

Most Read

Cabdin Dukung Literasi Medsos Masuk RPP

Ngantuk, Motor Tercebur ke Parit

Harga Tanah Jauh Meroket di atas NJOP

27 Wajah Lama, 23 Wajah Baru

Artikel Terbaru


/