alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Penerima Vaksin Wajib Skrining Terlebih Dahulu

Radar Lamongan – Vaksinasi Covid-19 dijadwalkan serentak hari ini (27/1). Secara simbolis, vaksinasi dimulai role model pejabat forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) setempat. Mereka wajib menjalani skrining dulu. Tujuannya, memastikan kondisinya layak divaksin.

“Kita lakukan skrining akhir untuk memastikan peserta layak divaksinasi,” ujar Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Covid-19 Taufik Hidayat kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (26/1).

Taufik mengatakan, vaksin mulai kemarin didistribusikan ke puskesmas Se-Kabupaten Lamongan. Distribusi vaksin dilanjutkan pagi ini. Sasarannya, semua rumah sakit (RS) di Lamongan yang lolos sebagai fasyankes pelaksana vaksin. Dari 45 RS dan puskesmas, hanya 36 tempat yang lolos menjadi fasyankes pelaksana vaksin.

“Ada kriteria atau syarat yang harus dipenuhi fasyankes untuk menjadi pelaksana vaksinasi, dan ada sembilan yang tidak memenuhi syarat,” tutur pria yang kepala dinas kesehatan Lamongan itu.

Menurut Taufik, semua calon penerima vaksin, termasuk tenaga kesehatan, juga dilakukan skrining untuk memastikan dalam kondisi sehat. Jika mereka tidak lolos skrining, maka ada kemungkinan diganti orang lain.

Taufik menjelaskan, peserta yang lolos skiring akan divaksin dua kali selama periode 14 hari. Mereka kemudian dipantau untuk memastikan respons dari tubuh penerima vaksin. Sebab, setiap orang akan berbeda responsnya terhadap vaksin tersebut.

Baca Juga :  Menyerang dan Bertahan Masih Lemah 

Droping vaksin ke Lamongan tahap pertama sebanyak 4.480 botol. Nantinya dikirim lagi untuk vaksinasi kedua. “Memang disesuaikan dengan ruang dingin yang dimiliki fasyankes, sehingga distribusinya dua kali,” jelasnya.

Sementara itu, ada tidaknya perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Lamongan masih bergantung gubernur Jatim. Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Lamongan Arif Bakhtiar mengatakan, selain mengacu instruksi Mendagri Nomor 2 Tahun 2021, gubernur juga mengevaluasi masing-masing kabupaten/kota.

Pada PPKM tahap pertama, lanjut dia, Lamongan masuk sebagai satu dari lima belas kabupaten/kota yang menerapkan aturan tersebut. Untuk tahap kedua atau perpanjangan, edaran dari gubernur belum turun. “Kemarin masih dilakukan evaluasi seluruh kabupaten/kota Se-Jatim. Kita masih tunggu dalam minggu ini,” ujarnya.

Menurut dia, sesuai instruksi Mendagri terbaru, kabupaten/kota prioritas yang masuk perpanjangan di Jatim wilayah Surabaya raya dan Malang raya. Penerapan pembatasan – pembatasan sesuai poin-poin sebelumnya. Di antaranya, jam operasional pusat perbelanjaan atau mall sampai pukul 20.00. Kemudian pembatasan di tempat ibadah 50 persen dari kapasitas maksimal.

Baca Juga :  SMA Pelaksanaan, SMKN 1 Lamongan Awali Pendaftaran

Arif mengklaim semua warga Lamongan bisa kooperatif selama dua pekan. Sambil menunggu surat keputusan gubernur, pemkab tetap melakukan pengetatan protokol kesehatan dan operasi yustisi. ‘’Kalau normalnya tetap mengacu pada instruksi Mendagri. Tapi, tahap pertama dulu gubernur menambah wilayah di luar instruksi dan diperbolehkan,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Asisten Administrasi Pemerintahan Pemkab Lamongan Sujarwo menjelaskan, aparatur sipil negara (ASN) tetap masuk seperti biasa. Edaran work from home (WFH) 75 persen dan work from office 25 persen sudah berakhir Senin (25/1).

Sebelum ada edaran baru, ASN tetap bekerja seperti biasa dengan pembatasan-pembatasan. “Sekarang masih belum turun keputusannya, jadi kita tunggu resminnya bagaimana agar tidak salah,” katanya.

Berdasarkan data dari Covid Center Lamongan, tingkat kesembuhan 88,68 persen, di atas nasional 80,75 persen. Sedangkan tingkat kasus aktif 4,41 persen, di bawah nasional 16,44 persen. Tingkat kematiannya, 6,91 persen di Lamongan dan nasional hanya 2,81 persen

Radar Lamongan – Vaksinasi Covid-19 dijadwalkan serentak hari ini (27/1). Secara simbolis, vaksinasi dimulai role model pejabat forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) setempat. Mereka wajib menjalani skrining dulu. Tujuannya, memastikan kondisinya layak divaksin.

“Kita lakukan skrining akhir untuk memastikan peserta layak divaksinasi,” ujar Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Covid-19 Taufik Hidayat kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (26/1).

Taufik mengatakan, vaksin mulai kemarin didistribusikan ke puskesmas Se-Kabupaten Lamongan. Distribusi vaksin dilanjutkan pagi ini. Sasarannya, semua rumah sakit (RS) di Lamongan yang lolos sebagai fasyankes pelaksana vaksin. Dari 45 RS dan puskesmas, hanya 36 tempat yang lolos menjadi fasyankes pelaksana vaksin.

“Ada kriteria atau syarat yang harus dipenuhi fasyankes untuk menjadi pelaksana vaksinasi, dan ada sembilan yang tidak memenuhi syarat,” tutur pria yang kepala dinas kesehatan Lamongan itu.

Menurut Taufik, semua calon penerima vaksin, termasuk tenaga kesehatan, juga dilakukan skrining untuk memastikan dalam kondisi sehat. Jika mereka tidak lolos skrining, maka ada kemungkinan diganti orang lain.

Taufik menjelaskan, peserta yang lolos skiring akan divaksin dua kali selama periode 14 hari. Mereka kemudian dipantau untuk memastikan respons dari tubuh penerima vaksin. Sebab, setiap orang akan berbeda responsnya terhadap vaksin tersebut.

Baca Juga :  Lagi Serius Belajar Masak 

Droping vaksin ke Lamongan tahap pertama sebanyak 4.480 botol. Nantinya dikirim lagi untuk vaksinasi kedua. “Memang disesuaikan dengan ruang dingin yang dimiliki fasyankes, sehingga distribusinya dua kali,” jelasnya.

Sementara itu, ada tidaknya perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Lamongan masih bergantung gubernur Jatim. Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Lamongan Arif Bakhtiar mengatakan, selain mengacu instruksi Mendagri Nomor 2 Tahun 2021, gubernur juga mengevaluasi masing-masing kabupaten/kota.

Pada PPKM tahap pertama, lanjut dia, Lamongan masuk sebagai satu dari lima belas kabupaten/kota yang menerapkan aturan tersebut. Untuk tahap kedua atau perpanjangan, edaran dari gubernur belum turun. “Kemarin masih dilakukan evaluasi seluruh kabupaten/kota Se-Jatim. Kita masih tunggu dalam minggu ini,” ujarnya.

Menurut dia, sesuai instruksi Mendagri terbaru, kabupaten/kota prioritas yang masuk perpanjangan di Jatim wilayah Surabaya raya dan Malang raya. Penerapan pembatasan – pembatasan sesuai poin-poin sebelumnya. Di antaranya, jam operasional pusat perbelanjaan atau mall sampai pukul 20.00. Kemudian pembatasan di tempat ibadah 50 persen dari kapasitas maksimal.

Baca Juga :  Kemenkeu Tambah Anggaran Covid Sebanyak 15 Miliar

Arif mengklaim semua warga Lamongan bisa kooperatif selama dua pekan. Sambil menunggu surat keputusan gubernur, pemkab tetap melakukan pengetatan protokol kesehatan dan operasi yustisi. ‘’Kalau normalnya tetap mengacu pada instruksi Mendagri. Tapi, tahap pertama dulu gubernur menambah wilayah di luar instruksi dan diperbolehkan,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Asisten Administrasi Pemerintahan Pemkab Lamongan Sujarwo menjelaskan, aparatur sipil negara (ASN) tetap masuk seperti biasa. Edaran work from home (WFH) 75 persen dan work from office 25 persen sudah berakhir Senin (25/1).

Sebelum ada edaran baru, ASN tetap bekerja seperti biasa dengan pembatasan-pembatasan. “Sekarang masih belum turun keputusannya, jadi kita tunggu resminnya bagaimana agar tidak salah,” katanya.

Berdasarkan data dari Covid Center Lamongan, tingkat kesembuhan 88,68 persen, di atas nasional 80,75 persen. Sedangkan tingkat kasus aktif 4,41 persen, di bawah nasional 16,44 persen. Tingkat kematiannya, 6,91 persen di Lamongan dan nasional hanya 2,81 persen

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/