alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Tambak Terpaksa Dipanen Dini

KOTA – Beberapa petani tambak di Lamongan terpaksa melakukan panen dini. Karena areal tambaknya terendam banjir akibat intensitas hujan cukup tinggi akhir-akhir ini. Di antaranya petani tambak di Desa Sumberwudi dan lebih parah lagi di Desa Kendal, keduanya di Kecamatan Karanggeneng.‘’Ikan saya baru umur dua bulan, mas. Saya memilih panen lebih awal agar bisa menikmati hasilnya,’’ kata Slamet salah satu petani dari Desa Sumberwudi jumat (26/1). 

Menurut dia, masa panen tambaknya sebenarnya masih kurang satu hingga dua bulan lagi. Namun karena takut ikannya banyak yang hilang terbawa banjir, sehingga lebih memilih untuk melakukan panen dini. ‘’Intinya kalau terkena banjir seperti ini, petani nggak mau rugi banyak. Sehingga memilih panen lebih awal meskipun hanya kembali uang untuk beli pakan ikan saja,’’ terangnya. 

Baca Juga :  Tetap Waspada, Meski Tren TMA Turun

Dia mengungkapkan, ikan yang dipanen dini masih belum bernilai ekonomis. Misalnya ikan Mujair hanya sebesar dua hingga tiga jari orang dewasa. Harga jualnya belum diketahui. Tapi dipastikan sangat murah. ‘’Tambak saya sudah terendam banjir sekitar 30 cm di atas galengan (pematang). Dan banjir seperti ini terjadi setiap tahun saat musim hujan,’’ ungkapnya. 

Menurut dia, para petambak juga kerepotan mencari tenaga untuk memanen dini ikannya. Karena jumlah tenaga kerjanya terbatas, tapi tambak yang minta dipanen dini cukup banyak. ‘’Karena air tambak meluap, memanen ikannya harus dengan jala, karena air tambak tidak bisa dikuras. Sehingga hasil panen juga tidak maksimal,’’ tukasnya. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Lamongan, Suprapto membenarkan adanya tambak yang kebanjiran. ‘’Kawasan Bengawan Jero masih aman. Namun beberapa tambak petani mengalami kebanjiran. Karena berada di dataran rendah. Belum ada laporan air menggenangi pemukiman warga,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  DPRD Soroti Kinerja BUMD

KOTA – Beberapa petani tambak di Lamongan terpaksa melakukan panen dini. Karena areal tambaknya terendam banjir akibat intensitas hujan cukup tinggi akhir-akhir ini. Di antaranya petani tambak di Desa Sumberwudi dan lebih parah lagi di Desa Kendal, keduanya di Kecamatan Karanggeneng.‘’Ikan saya baru umur dua bulan, mas. Saya memilih panen lebih awal agar bisa menikmati hasilnya,’’ kata Slamet salah satu petani dari Desa Sumberwudi jumat (26/1). 

Menurut dia, masa panen tambaknya sebenarnya masih kurang satu hingga dua bulan lagi. Namun karena takut ikannya banyak yang hilang terbawa banjir, sehingga lebih memilih untuk melakukan panen dini. ‘’Intinya kalau terkena banjir seperti ini, petani nggak mau rugi banyak. Sehingga memilih panen lebih awal meskipun hanya kembali uang untuk beli pakan ikan saja,’’ terangnya. 

Baca Juga :  Motor Bak Tertabrak Bus dan Truk di Pucuk, Lamongan

Dia mengungkapkan, ikan yang dipanen dini masih belum bernilai ekonomis. Misalnya ikan Mujair hanya sebesar dua hingga tiga jari orang dewasa. Harga jualnya belum diketahui. Tapi dipastikan sangat murah. ‘’Tambak saya sudah terendam banjir sekitar 30 cm di atas galengan (pematang). Dan banjir seperti ini terjadi setiap tahun saat musim hujan,’’ ungkapnya. 

Menurut dia, para petambak juga kerepotan mencari tenaga untuk memanen dini ikannya. Karena jumlah tenaga kerjanya terbatas, tapi tambak yang minta dipanen dini cukup banyak. ‘’Karena air tambak meluap, memanen ikannya harus dengan jala, karena air tambak tidak bisa dikuras. Sehingga hasil panen juga tidak maksimal,’’ tukasnya. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Lamongan, Suprapto membenarkan adanya tambak yang kebanjiran. ‘’Kawasan Bengawan Jero masih aman. Namun beberapa tambak petani mengalami kebanjiran. Karena berada di dataran rendah. Belum ada laporan air menggenangi pemukiman warga,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Dicukur, Anjal Menangis

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/