alexametrics
27.8 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Sektor UMKM Dituntut Banyak Inovasi

TUBAN – Naiknya harga bahan pokok terutama beras, juga membawa dampak pada sebagian bisnis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Usaha produk camilan, misalnya mengalami lesu pasar. Sehingga, penjualan juga tidak seperti biasanya. 

‘’Harga beras naik, sehingga pasar agak sepi,’’ kata Susy Diyah Anggraeni, salah satu pengusaha UMKM camilan di Tuban kemarin (26/1).

Dia mengatakan, beberapa waktu belakangan ini, sebagian masyarakat mengesampingkan jajan, atau membeli camilan. Karena harga beras cukup mahal. Hal itu berdampak penurunan omzet, hanya Susy tidak mau membuka berapa persen turunnya. 

‘’Sejak musim hujan alhamdulillah mulai laris lagi,’’ tambahnya.

Pengusaha punya produksi camilan unggulan keripik pisang ini mengaku harus pandai-pandai melihat peluang. Selain keripik pisang, produk utamanya adalah keripik singkong.

Baca Juga :  Matangkan Pemberdayaan UMKM dan IKM

Dua produk ini sudah mulai jalan dan dikenal pasar.  ‘’Agar tidak jenuh dan banyak variasi saya harus terus berinovasi dengan produk-produk baru,’’ terangnya.

Produk baru yang sedang diproduksi, misalnya keripik pisang ulin. Selain itu keripik belimbing madu dan keripik kentang hitam. Hanya, belimbing madu dan kentang hitam tidak bisa didapat sepanjang musim. 

Jika pas musimnya, belimbing dan kentang hitam melimpah. ‘’Namun, kalau tidak musim ya tidak ada. Saat ini saya mencoba untuk membuat produk tersebut,’’ ungkap dia.

Susy mengaku rata-rata setiap hari bisa memproduksi 100 kilogram berbagai olahan camilan. Untuk pasarnya, selain di Tuban juga sudah merambah beberapa kota di luar Tuban. Bahkan, sampai Jakarta dan Bandung.

Baca Juga :  Sebabkan Polusi, Pemkab Bentuk Tim Pengawas Produksi Batching Plant

‘’Hanya belum sampai ke luar pulau,’’ tandasnya.

TUBAN – Naiknya harga bahan pokok terutama beras, juga membawa dampak pada sebagian bisnis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Usaha produk camilan, misalnya mengalami lesu pasar. Sehingga, penjualan juga tidak seperti biasanya. 

‘’Harga beras naik, sehingga pasar agak sepi,’’ kata Susy Diyah Anggraeni, salah satu pengusaha UMKM camilan di Tuban kemarin (26/1).

Dia mengatakan, beberapa waktu belakangan ini, sebagian masyarakat mengesampingkan jajan, atau membeli camilan. Karena harga beras cukup mahal. Hal itu berdampak penurunan omzet, hanya Susy tidak mau membuka berapa persen turunnya. 

‘’Sejak musim hujan alhamdulillah mulai laris lagi,’’ tambahnya.

Pengusaha punya produksi camilan unggulan keripik pisang ini mengaku harus pandai-pandai melihat peluang. Selain keripik pisang, produk utamanya adalah keripik singkong.

Baca Juga :  Hari-Hari Terakhir Bupati Lamongan, Fadeli Menjelang Purna Tugas

Dua produk ini sudah mulai jalan dan dikenal pasar.  ‘’Agar tidak jenuh dan banyak variasi saya harus terus berinovasi dengan produk-produk baru,’’ terangnya.

Produk baru yang sedang diproduksi, misalnya keripik pisang ulin. Selain itu keripik belimbing madu dan keripik kentang hitam. Hanya, belimbing madu dan kentang hitam tidak bisa didapat sepanjang musim. 

Jika pas musimnya, belimbing dan kentang hitam melimpah. ‘’Namun, kalau tidak musim ya tidak ada. Saat ini saya mencoba untuk membuat produk tersebut,’’ ungkap dia.

Susy mengaku rata-rata setiap hari bisa memproduksi 100 kilogram berbagai olahan camilan. Untuk pasarnya, selain di Tuban juga sudah merambah beberapa kota di luar Tuban. Bahkan, sampai Jakarta dan Bandung.

Baca Juga :  Pasar Paciran Belum Bisa Dibuka

‘’Hanya belum sampai ke luar pulau,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/