alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Kenalkan Industri Migas ke Pelajar

BOJONEGORO – Potensi minyak dan gas (migas) di Kota Ledre dikenalkan kepada ratusan siswa, jumat (26/1). Edukasi energi tidak terbarukan ini menjadi penting, karena Bojonegoro terdapat industri ekstraktif tersebut.“Bojonegoro termasuk wilayah kaya minyak dan gas. Sebuah anugerah yang harus kita manfaatkan dengan baik,” kata Sendy Aditya Putra, senior engineer operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) ketika Belajar Energi Migas di SMKN Purwosari kemarin.

Program Belajar Energi Migas merupakan salah satu upaya mengenalkan operasi industri hulu migas kepada pelajar di Bojonegoro. Saat memaparkan materi, Sendy mengenakan pakaian keselamatan kerja, dan membawa beberapa peralatan, seperti kacamata dan sarung tangan. “Di EMCL, kami sangat mengutamakan keselamatan pekerja. Karena itu, peralatan perlindungan diri wajib dipakai saat bekerja,” jelas Sendy.  

Baca Juga :  Enya Ebiarta Ariani, Pemain Futsal dan Sepak Bola Putri

Dia menyampaikan, EMCL bangga ikut berpartisipasi dalam pengembangan sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Salah satunya pengembangan energi alternatif berupa biogas. “Biogas dari kotoran hewan merupakan energi terbarukan yang relevan di masyarakat, karena sumbernya banyak ditemui di sekitar lingkungan, seperti sapi dan unggas,” ungkapnya.

Kasi Kurikulum Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Bojonegoro, Kusnadi mengatakan, kegiatan seperti ini harus terus dilakukan dan berkesinambungan. Karena belajar dari para praktisi, lebih mengena daripada sekadar teori dari buku.

Kepala SMKN Purwosari, Roedi Agus Setyono menambahkan, kegiatan ini dilakukan agar anak-anak dapat mengenal tentang migas. Bahkan bisa bertanya ke narasumber sebagai pekerja migas. EMCL menyelenggarakan Belajar Energi Migas yang bekerja sama dengan Yayasan Kampung Ilmu dari Kecamatan Purwosari. 

Baca Juga :  Opsi Ganti Operator ¬†atau Perpanjang JOB-PPEJ

BOJONEGORO – Potensi minyak dan gas (migas) di Kota Ledre dikenalkan kepada ratusan siswa, jumat (26/1). Edukasi energi tidak terbarukan ini menjadi penting, karena Bojonegoro terdapat industri ekstraktif tersebut.“Bojonegoro termasuk wilayah kaya minyak dan gas. Sebuah anugerah yang harus kita manfaatkan dengan baik,” kata Sendy Aditya Putra, senior engineer operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) ketika Belajar Energi Migas di SMKN Purwosari kemarin.

Program Belajar Energi Migas merupakan salah satu upaya mengenalkan operasi industri hulu migas kepada pelajar di Bojonegoro. Saat memaparkan materi, Sendy mengenakan pakaian keselamatan kerja, dan membawa beberapa peralatan, seperti kacamata dan sarung tangan. “Di EMCL, kami sangat mengutamakan keselamatan pekerja. Karena itu, peralatan perlindungan diri wajib dipakai saat bekerja,” jelas Sendy.  

Baca Juga :  SKK Setorkan Anggaran CSR ke Pemkab

Dia menyampaikan, EMCL bangga ikut berpartisipasi dalam pengembangan sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Salah satunya pengembangan energi alternatif berupa biogas. “Biogas dari kotoran hewan merupakan energi terbarukan yang relevan di masyarakat, karena sumbernya banyak ditemui di sekitar lingkungan, seperti sapi dan unggas,” ungkapnya.

Kasi Kurikulum Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Bojonegoro, Kusnadi mengatakan, kegiatan seperti ini harus terus dilakukan dan berkesinambungan. Karena belajar dari para praktisi, lebih mengena daripada sekadar teori dari buku.

Kepala SMKN Purwosari, Roedi Agus Setyono menambahkan, kegiatan ini dilakukan agar anak-anak dapat mengenal tentang migas. Bahkan bisa bertanya ke narasumber sebagai pekerja migas. EMCL menyelenggarakan Belajar Energi Migas yang bekerja sama dengan Yayasan Kampung Ilmu dari Kecamatan Purwosari. 

Baca Juga :  KKM MI Lamongan Juga All-out Ikuti Try Out

Artikel Terkait

Most Read

BPJS Kesehatan Buka Layanan di CFD

Lawan Persibo dari Runner-up Grup I

Permintaan Sling Bag Didominasi Remaja

Artikel Terbaru

Delapan Incumbent Kalah Suara

PT DESI Bakal Dilarang Beroperasi

Matangkan Persiapan

Rudjito – Zaenuri Divonis 4 Tahun


/