alexametrics
22.5 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Kabar Baik, Kementerian Sipakan Kuota Dua Ribu Asuransi Nelayan

TUBAN – Nelayan Tuban kini bisa bernapas lega. Pasalnya, pada tahun ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali mengucurkan jatah kartu asuransi untuk nelayan di Bumi Wali. Bocoran jatah kartu asuransi tersebut diketahui saat Komisi D DPRD Tuban melakukan kunjungan kerja (kunker) di kantor  Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP Jakarta, kemarin (26/1). 

‘’Jatah tahun ini dua ribu kartu asuransi untuk nelayan yang belum pernah mendapatkan program asuransi dari pemerintah,’’ kata Ketua Komisi D DPRD Tuban M. Imron Chudlori kepada Jawa Pos Radar Tuban. 

Meski jumlahnya menurun dibanding dua tahun sebelumnya, dia tidak mempersoalkan merosotnya jatah tersebut. Menurut Imron, terpenting nelayan  mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  Ditransfer Rp 560 Miliar, Dana Bagi Hasil Migas Sisa Rp 23 Miliar

Berapa pun besarnya bantuan tersebut. Perlu diketahui, kartu asuransi  yang diterima nelayan Tuban tahun ini memang menurun drastis. Bandingkan dengan 2016.

Nelayan yang menerima kartu asuransi 5.200 orang. Sementara tahun berikutnya, 2017 hanya turun untuk 2.700 nelayan.

‘’Tahun ini selain jatah, (nelayan yang belum mendapat kartu asuransi) juga dianjurkan untuk mengikuti asuransi secara mandiri dengan premi Rp 175 ribu per tahun,’’ ujar wakil rakyat dari Fraksi Kebangkitan Bangsa itu. 

Dalam kunker di Jakarta tersebut, komisi ini juga mendapat bocoran bantuan lain untuk nelayan Tuban. Sumbernya dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 834 juta.

Bantuan tersebut berbentuk kapal, mesin, dan alat tangkap. Peruntukannya bagi sejumlah desa. Antara lain, Beji dan Kaliuntu (Kecamatan Jenu).

Baca Juga :  Nelayan Payang-Cantrang Resah

Berikutnya, Glondonggede, Gadon, dan Tambakboyo (Kecamatan Tambakboyo). Juga, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban serta Gesikharjo  dan Glodok (Kecamatan Palang). 

Terkait bocoran bantuan asuransi nelayan dan bocoran bantuan tersebut, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Tuban Amenan belum bisa memastikan karena belum mengecek.

TUBAN – Nelayan Tuban kini bisa bernapas lega. Pasalnya, pada tahun ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali mengucurkan jatah kartu asuransi untuk nelayan di Bumi Wali. Bocoran jatah kartu asuransi tersebut diketahui saat Komisi D DPRD Tuban melakukan kunjungan kerja (kunker) di kantor  Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP Jakarta, kemarin (26/1). 

‘’Jatah tahun ini dua ribu kartu asuransi untuk nelayan yang belum pernah mendapatkan program asuransi dari pemerintah,’’ kata Ketua Komisi D DPRD Tuban M. Imron Chudlori kepada Jawa Pos Radar Tuban. 

Meski jumlahnya menurun dibanding dua tahun sebelumnya, dia tidak mempersoalkan merosotnya jatah tersebut. Menurut Imron, terpenting nelayan  mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  Hanya Dirasakan Nelayan Besar

Berapa pun besarnya bantuan tersebut. Perlu diketahui, kartu asuransi  yang diterima nelayan Tuban tahun ini memang menurun drastis. Bandingkan dengan 2016.

Nelayan yang menerima kartu asuransi 5.200 orang. Sementara tahun berikutnya, 2017 hanya turun untuk 2.700 nelayan.

‘’Tahun ini selain jatah, (nelayan yang belum mendapat kartu asuransi) juga dianjurkan untuk mengikuti asuransi secara mandiri dengan premi Rp 175 ribu per tahun,’’ ujar wakil rakyat dari Fraksi Kebangkitan Bangsa itu. 

Dalam kunker di Jakarta tersebut, komisi ini juga mendapat bocoran bantuan lain untuk nelayan Tuban. Sumbernya dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 834 juta.

Bantuan tersebut berbentuk kapal, mesin, dan alat tangkap. Peruntukannya bagi sejumlah desa. Antara lain, Beji dan Kaliuntu (Kecamatan Jenu).

Baca Juga :  Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Berikutnya, Glondonggede, Gadon, dan Tambakboyo (Kecamatan Tambakboyo). Juga, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban serta Gesikharjo  dan Glodok (Kecamatan Palang). 

Terkait bocoran bantuan asuransi nelayan dan bocoran bantuan tersebut, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Tuban Amenan belum bisa memastikan karena belum mengecek.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/