alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Gadis Ini Ajak Menjaga Alam

- Advertisement -

Tak bisa dipungkiri, bencana alam seperti banjir dan tanah longsor adalah salah satu tanda kalau alam mulai rusak. Suryani, 19, paham betul akan hal itu. Dikatakan dia, banyak orang yang rakus mengeksploitasi alam. Dan, hanya sedikit yang peduli untuk menghijaukannya kembali. ”Padahal, untuk membuat pohon tumbuh besar membutuhkan waktu bertahun-tahun,” ujar dia.

Suryani mengakui, banyak orang dengan tanpa rasa bersalah dengan sesukanya menebang pohon penghijauan. Alumni MAN Rengel itu mengatakan, untuk menjaga alam lebih baik, tentu seseorang tidak bisa berjalan sendiri.

Dibutuhkan organisasi atau komunitas peduli alam. ‘’Itu yang membuat saya tertarik gabung dengan organisasi yang peduli dengan ekosistem,’’ tutur dia. Aktivis organisasi Geography Study Club (GSC) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu juga mengaku prihatin dengan kerusakan alam di Indonesia.

Baca Juga :  Hilal Berpotensi Terlihat di Tanjung Kodok Lamongan

Problem tersebut kerap jadi bahasannya bersama teman organisasinya. ‘’Karena itu, kami sedikit membantu menghijaukan alam dengan agenda rutin tanam pohon,’’ tutur dia.Mahasiswa asal Kecamatan Rengel itu mengatakan, alam bisa diselamatkan dengan pergerakan kecil yang dilakukan rutin.

Seperti penghijauan di daerah tandus. Langkah kecil lain yaitu tidak membuang sampah di laut atau di daerah penghijauan. ‘’Jika alam dirusak oleh tangan manusia, maka dampaknya alam akan memberontak dan mengakibatkan bencana. Itu yang harus kita sadari,’’ kata dia.

Tak bisa dipungkiri, bencana alam seperti banjir dan tanah longsor adalah salah satu tanda kalau alam mulai rusak. Suryani, 19, paham betul akan hal itu. Dikatakan dia, banyak orang yang rakus mengeksploitasi alam. Dan, hanya sedikit yang peduli untuk menghijaukannya kembali. ”Padahal, untuk membuat pohon tumbuh besar membutuhkan waktu bertahun-tahun,” ujar dia.

Suryani mengakui, banyak orang dengan tanpa rasa bersalah dengan sesukanya menebang pohon penghijauan. Alumni MAN Rengel itu mengatakan, untuk menjaga alam lebih baik, tentu seseorang tidak bisa berjalan sendiri.

Dibutuhkan organisasi atau komunitas peduli alam. ‘’Itu yang membuat saya tertarik gabung dengan organisasi yang peduli dengan ekosistem,’’ tutur dia. Aktivis organisasi Geography Study Club (GSC) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu juga mengaku prihatin dengan kerusakan alam di Indonesia.

Baca Juga :  Jalani Pemeliharaaan, GI Banyuwangi Pasokan Listrik ke Bali Aman

Problem tersebut kerap jadi bahasannya bersama teman organisasinya. ‘’Karena itu, kami sedikit membantu menghijaukan alam dengan agenda rutin tanam pohon,’’ tutur dia.Mahasiswa asal Kecamatan Rengel itu mengatakan, alam bisa diselamatkan dengan pergerakan kecil yang dilakukan rutin.

Seperti penghijauan di daerah tandus. Langkah kecil lain yaitu tidak membuang sampah di laut atau di daerah penghijauan. ‘’Jika alam dirusak oleh tangan manusia, maka dampaknya alam akan memberontak dan mengakibatkan bencana. Itu yang harus kita sadari,’’ kata dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/