alexametrics
22.5 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Dilebarkan dengan Dana Rp 49 M

KOTA –  Volume lalu lintas (lalin) semakin padat, enam ruas jalan kabupaten di Lamongan bakal dilebarkan. Diperkirakan menelan anggaran Rp 49 Miliar.Enam ruas jalan itu yakni Deket – Soko, Tikung – Kembangbahu, Bluluk – Sukorame, Sumberwudi – Maduran, Turi – Kiringan. Sedangkan jalan  Sukodadi-Paciran hanya dilakukan peningkatan konstruksi karena lebarnya dinilai cukup, yakni 6,5 meter.

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Jalan Kabupaten Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Lamongan, Dandoko Hadi Susanto, jalan kabupaten masuk kategori kelas tiga dengan kapasitas volume kendaraan sekitar 5.000 ton. Tapi karena mobilitas kendaraan industri di Kota Soto tersebut cukup padat, sehingga lebih mudah mengalami kerusakan konstruksi dan harus diperbaiki.

Agar kuat, solusi perbaikannya dengan cor beton namun butuh biaya lebih tinggi dibanding konstruksi aspal.  “Normalnya jalan kabupaten kelas tiga, tapi karena mobilitas tinggi di Lamongan mengharuskan kapasitas dinaikkan satu tingkat menjadi kelas dua. Sehingga diperkirakan anggarannya menjadi kurang,’’ ujarnya jumat (26/1).

Baca Juga :  Tunggu Rapat Dulu

Dandoko mengatakan, selama ini perbaikan jalan kabupaten masih mengandalkan dana alokasi khusus (DAK) dari pusat. Karena perbaikannya harus menyeluruh. Tidak hanya pelebaran, tapi juga perubahan konstruksi dari aspal menjadi cor beton. ‘’Perubahan mekanisme konstruksi tersebut cukup mendesak. Mengingat volume lalu lintas, termasuk kendaraan berat, semakin padat yang membuat konstruksi jalan kabupaten mudah rusak,’’ terangnya. 

Dia menambahkan, jika hanya dilakukan perawatan dan penambalan, tidak akan mengurangi kerusakan jalan. Karena konstruksi aspal dengan cor berbeda. Cor lebih kuat dan tahan lama, serta tidak membutuhkan pemeliharaan hingga lima tahun. Sedangkan jalan aspal perbaikannya harus setiap tahun. “Perbaikan jalan tidak terpaku pada anggaran, tapi lebih pada efisiensinya,’’ ungkapnya. 

Baca Juga :  GPS Nonaktif, Lapor Polisi

Menurut Dandoko, kementerian pekerjaan umum perumahan rakyat (PUPR) tidak segan menggelontorkan dana lebih asalkan programnya jelas. Karena itu, selama pengajuan dibutuhkan survei dan studi kelayakan untuk memastikan kondisi jalan.  

Tahun lalu Lamongan mendapatkan suntikan DAK mencapai Rp 75 Miliar ditambah lagi pada perubahan anggaran. Tahun ini optimistis DAK untuk Lamongan akan lebih besar karena selisihnya tidak banyak. ‘’Tahun ini ada dua kegiatan dari enam ruas jalan itu yang diusulkan ke pusat berupa pelebaran dan peningkatan kapasitas jalan,’’ ujarnya.

KOTA –  Volume lalu lintas (lalin) semakin padat, enam ruas jalan kabupaten di Lamongan bakal dilebarkan. Diperkirakan menelan anggaran Rp 49 Miliar.Enam ruas jalan itu yakni Deket – Soko, Tikung – Kembangbahu, Bluluk – Sukorame, Sumberwudi – Maduran, Turi – Kiringan. Sedangkan jalan  Sukodadi-Paciran hanya dilakukan peningkatan konstruksi karena lebarnya dinilai cukup, yakni 6,5 meter.

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Jalan Kabupaten Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Lamongan, Dandoko Hadi Susanto, jalan kabupaten masuk kategori kelas tiga dengan kapasitas volume kendaraan sekitar 5.000 ton. Tapi karena mobilitas kendaraan industri di Kota Soto tersebut cukup padat, sehingga lebih mudah mengalami kerusakan konstruksi dan harus diperbaiki.

Agar kuat, solusi perbaikannya dengan cor beton namun butuh biaya lebih tinggi dibanding konstruksi aspal.  “Normalnya jalan kabupaten kelas tiga, tapi karena mobilitas tinggi di Lamongan mengharuskan kapasitas dinaikkan satu tingkat menjadi kelas dua. Sehingga diperkirakan anggarannya menjadi kurang,’’ ujarnya jumat (26/1).

Baca Juga :  Tunggu Rapat Dulu

Dandoko mengatakan, selama ini perbaikan jalan kabupaten masih mengandalkan dana alokasi khusus (DAK) dari pusat. Karena perbaikannya harus menyeluruh. Tidak hanya pelebaran, tapi juga perubahan konstruksi dari aspal menjadi cor beton. ‘’Perubahan mekanisme konstruksi tersebut cukup mendesak. Mengingat volume lalu lintas, termasuk kendaraan berat, semakin padat yang membuat konstruksi jalan kabupaten mudah rusak,’’ terangnya. 

Dia menambahkan, jika hanya dilakukan perawatan dan penambalan, tidak akan mengurangi kerusakan jalan. Karena konstruksi aspal dengan cor berbeda. Cor lebih kuat dan tahan lama, serta tidak membutuhkan pemeliharaan hingga lima tahun. Sedangkan jalan aspal perbaikannya harus setiap tahun. “Perbaikan jalan tidak terpaku pada anggaran, tapi lebih pada efisiensinya,’’ ungkapnya. 

Baca Juga :  Pembangunan Jalan, DPRD Ingatkan Harus Ada Regulasi Jelas

Menurut Dandoko, kementerian pekerjaan umum perumahan rakyat (PUPR) tidak segan menggelontorkan dana lebih asalkan programnya jelas. Karena itu, selama pengajuan dibutuhkan survei dan studi kelayakan untuk memastikan kondisi jalan.  

Tahun lalu Lamongan mendapatkan suntikan DAK mencapai Rp 75 Miliar ditambah lagi pada perubahan anggaran. Tahun ini optimistis DAK untuk Lamongan akan lebih besar karena selisihnya tidak banyak. ‘’Tahun ini ada dua kegiatan dari enam ruas jalan itu yang diusulkan ke pusat berupa pelebaran dan peningkatan kapasitas jalan,’’ ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/