alexametrics
32.2 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Banyak Saingan, Bisnis Kafe Terus Beradu Konsep

Geliat bisnis di bidang kafe dan kuliner terus berkembang. Pelaku usaha kafe kuliner harus bisa menghadirkan konsep-konsep yang bisa menarik konsumen datang untuk nongkrong. Persaingan bisnis kompetitif, karena sudah banyak berdiri kafe di kawasan perkotaan.Hidayat salah satu karyawan kafe mengatakan, konsep kafe cukup menentukan konsumen untuk datang dan betah nongkrong.

Karena itu, kafe dikonsep dengan gambar-gambar mural dan kerap dijadikan tempat nonton bareng (nobar) film maupun sepak bola.Selain itu, kafe juga menyediakan majalah-majalah berisi tentang pop kultur, fashion, serta musik. Setidaknya, para remaja lebih tertarik dengan buku jenis tersebut.

Selain itu, di kafe tersebut juga memiliki beragam menu minuman dan snack. Andriani salah satu karyawan kafe lainnya menambahkan, konsep yang ditawarkan ialah rak-rak buku, bisa dibaca bebas para pengunjung. Selain itu, desain interiornya cocok untuk digunakan sebagai spot berfoto bersama.

Baca Juga :  Kafe Bersaing Menu Khas

”Setiap sudut ruangan kafe selalu disediakan rak buku yang bebas dibaca,” jelasnya. Lanjutnya, jenis buku ditawarkan pun banyak sekali. Mulai dari novel, komik, resep, majalah, dan sebagainya. Kafe tersebut juga harus memberikan suasana nyaman, karena membaca butuh ketenangan.

”Tetap ada suara musik, tetapi lirih,” ujarnya. Konsep gerai baca memang unik, paling tidak mampu untuk meningkatkan minat baca para remaja. Saat hari kerja, pengunjung kafe sekitar 50 orang, kalau akhir pekan bisa sampai 70-an orang.

”Harga kami tawarkan juga ekonomis. Tidak ada menu harganya lebih dari Rp 20 ribu,” ujarnya.

Geliat bisnis di bidang kafe dan kuliner terus berkembang. Pelaku usaha kafe kuliner harus bisa menghadirkan konsep-konsep yang bisa menarik konsumen datang untuk nongkrong. Persaingan bisnis kompetitif, karena sudah banyak berdiri kafe di kawasan perkotaan.Hidayat salah satu karyawan kafe mengatakan, konsep kafe cukup menentukan konsumen untuk datang dan betah nongkrong.

Karena itu, kafe dikonsep dengan gambar-gambar mural dan kerap dijadikan tempat nonton bareng (nobar) film maupun sepak bola.Selain itu, kafe juga menyediakan majalah-majalah berisi tentang pop kultur, fashion, serta musik. Setidaknya, para remaja lebih tertarik dengan buku jenis tersebut.

Selain itu, di kafe tersebut juga memiliki beragam menu minuman dan snack. Andriani salah satu karyawan kafe lainnya menambahkan, konsep yang ditawarkan ialah rak-rak buku, bisa dibaca bebas para pengunjung. Selain itu, desain interiornya cocok untuk digunakan sebagai spot berfoto bersama.

Baca Juga :  Dorong Peningkatan PAD dan Kesejahteraan Petani

”Setiap sudut ruangan kafe selalu disediakan rak buku yang bebas dibaca,” jelasnya. Lanjutnya, jenis buku ditawarkan pun banyak sekali. Mulai dari novel, komik, resep, majalah, dan sebagainya. Kafe tersebut juga harus memberikan suasana nyaman, karena membaca butuh ketenangan.

”Tetap ada suara musik, tetapi lirih,” ujarnya. Konsep gerai baca memang unik, paling tidak mampu untuk meningkatkan minat baca para remaja. Saat hari kerja, pengunjung kafe sekitar 50 orang, kalau akhir pekan bisa sampai 70-an orang.

”Harga kami tawarkan juga ekonomis. Tidak ada menu harganya lebih dari Rp 20 ribu,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/