Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Imbas Drainase Bocor, Jalan Utama di Desa Tutup Blora Longsor Hingga 10 Meter

A
Penulis: Achmad Syaeroyzi❯

 

BUTUH PENANGANAN: Kondisi akses jalan Dusun Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan yang longsor. Tampak sejumlah warga melintas dengan jalan kaki melintas di sana.
BUTUH PENANGANAN: Kondisi akses jalan Dusun Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan yang longsor. Tampak sejumlah warga melintas dengan jalan kaki melintas di sana.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Mobilisasi warga di Dusun Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan terganggu.


Advertisement

Hujan lebat beberapa hari menyebabkan kebocoran drainase yang memicu jalan longsor hingga 10 meter. Keterbatasan anggaran menyebabkan jalur tersebut belum bisa cepat ditangani.

Subkordinasi Pembangunan dan Revitalisasi Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora Wahyu Benyamin Aripin menjelaskan, penyebab longsor tersebut membuat akses jalan tidak bisa dilewati sementara.

"Amblesnya tanah kita hitung dari sungai kurang lebih 10 meter, panjang jalan yang longsor 50 sampai 70 meter. Kemudian amblesnya dari kebocoran drainase dari atas,'' terang Beny, sapaan akrabnya.

Advertisement

Pihaknya sudah menyampaikan penyebab amblesnya tanah kepada camat setempat, yakni terkadang drainase sekitar lokasi kurang diperhatikan.

Sehingga, diakuinya, akibat kebocoran drainase turun ke bawah yang menjadikan tanah di bawah jadi gembur.

''Kejadian ini sering terjadi, khususnya di area ini. Waktu itu sudah ada bencana tanah turun dan kita sudah laporkan, saat ini paling parah penurunan tanahnya," ucapnya. Beny mengaku, pihaknya hanya bisa melakukan penanganan sementara.

Advertisement

"Kita terkendala anggaran. Lanjut kemudian kolaborasi bersama instansi terkait. Sementara penanganan yang kita lakukan dengan memberi bambu di sepajang longsoran, intinya bisa dilewati dulu," katanya.

Beny menuturkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

''Informasinya BBWS sudah melakukan pengukuran untuk penanganan permanen dan semi permanen, dan semoga saja lewat Kementerian lewat BBWS Pemali Juwana memberikan anggarannya," ucap Beny. (ozi/ind)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dua SPPG di Bojonegoro Terpaksa Tutup, Dipicu Dana Pusat Tersendat

Dua SPPG di Bojonegoro Terpaksa Tutup, Dipicu Dana Pusat Tersendat

Memasuki 2026, laporan kembali muncul di Desa Tikusan, Kecamatan Kapas, pada 15–16 April 2026. Sebanyak 17 penerima manfaat dilaporkan mengalami keluhan setelah menyantap menu MBG yang berasal dari SPPG Plesungan 2.

Banyak Gerai Indomaret Tutup Sementara, Ternyata Dipicu Polemik Mekanisme Lembur Karyawan

Banyak Gerai Indomaret Tutup Sementara, Ternyata Dipicu Polemik Mekanisme Lembur Karyawan

Penutupan sementara sejumlah gerai Indomaret pada 31 Mei hingga 1 Juni 2026 belakangan menjadi perhatian publik. Muncullah penjelasan dari kalangan karyawan terkait mekanisme lembur saat hari libur nasional.

PSEL Bisa Jadi Harapan Baru, Kapasitas TPA Blora Makin Sempit

PSEL Bisa Jadi Harapan Baru, Kapasitas TPA Blora Makin Sempit

Dua tempat pemrosesan akhir (TPA) di Kabupaten Blora kian krisis kapasitas. Pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) kini digadang-gadang menjadi tumpuan harapan, untuk mengurai persoalan sampah yang makin menumpuk di Kabupaten Blora

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer