alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Harga Cabai Belum Normal, Andalkan Stok Luar Daerah

Radar Bojonegoro – Harga cabai hingga kini masih belum kunjung normal. Diprediksi bisa sampai perayaan Tahun Baru mendatang. Stok cabai masih mengandalkan dari luar kota, seperti Kediri hingga Pacitan.

Dwijaya salah satu pedagang cabai di Pasar Kota mengatakan, stok cabai yang ia jual berasal dari Kabupaten Pacitan. Di tokonya, sejak tiga hari lalu harga cabai keriting dan cabai lompong masih Rp 65 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai rawit Rp 50 ribu per kilogram.

“Harga cabai cenderung masih tinggi. Harga normalnya cabai sekitar Rp 30 ribu per kilogram,” katanya kemarin (25/12). Berbeda dengan Ida pedagang pasar lainnya mengungkapkan harga cabai keriting sudah turun menjadi Rp 55 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Tersangka KDRT Dicokok Polisi

Sebelumnya Rp 65 ribu per kilogram. Serta harga cabai rawit masih Rp 50 ribu per kilogram. Pasokan cabai di lapaknya berasal dari Kediri. Kepala Disdag Bojonegoro Sukaemi menjelaskan, bahwa harga cabai memang belum normal tapi sudah berangsur turun. Pihaknya mengatakan stok cabai kali ini mengandalkan stok dari Kediri. “Stok saat ini dari Kediri. Karena kualitas cabai dari Kecamatan Dander cenderung kurang bagus,” tutur dia.

Adapun harga cabai rawit dan lompong sebelumnya Rp 50 ribu per kilogram, kini turun jadi Rp 45 ribu per kilogram. Lalu cabai keriting sebelumnya Rp 65 turun jadi Rp 55 ribu per kilogram. Kemmi, sapaan akrabnya mengklaim, ketersediaan stok cabai aman. Sehingga dia memprediksi harga cabai akan terus turun secara bertahap.

Baca Juga :  Jadi Fasilitator di 125 Sekolah, Ajak Guru Cakap Literasi dan Numerasi

“Selama pendistribusiannya lancar dan ketersediaan stok, tentu harga akan berangsur turun,” kata Kemmi. Selain cabai, harga telur ayam juga belum normal. Harga telur sempat tembus Rp 28 ribu per kilogram dua hari lalu. Tetapi mulai kemarin (25/12) harga telur sudah turun jadi Rp 25 ribu per kilogram. “Stok telur ayam juga dari luar daerah, saya dapat dari Blitar,” pungkasnya.

Radar Bojonegoro – Harga cabai hingga kini masih belum kunjung normal. Diprediksi bisa sampai perayaan Tahun Baru mendatang. Stok cabai masih mengandalkan dari luar kota, seperti Kediri hingga Pacitan.

Dwijaya salah satu pedagang cabai di Pasar Kota mengatakan, stok cabai yang ia jual berasal dari Kabupaten Pacitan. Di tokonya, sejak tiga hari lalu harga cabai keriting dan cabai lompong masih Rp 65 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai rawit Rp 50 ribu per kilogram.

“Harga cabai cenderung masih tinggi. Harga normalnya cabai sekitar Rp 30 ribu per kilogram,” katanya kemarin (25/12). Berbeda dengan Ida pedagang pasar lainnya mengungkapkan harga cabai keriting sudah turun menjadi Rp 55 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Pendaftar Haji Tak Surut, Daftar Sekarang Berangkat 2050

Sebelumnya Rp 65 ribu per kilogram. Serta harga cabai rawit masih Rp 50 ribu per kilogram. Pasokan cabai di lapaknya berasal dari Kediri. Kepala Disdag Bojonegoro Sukaemi menjelaskan, bahwa harga cabai memang belum normal tapi sudah berangsur turun. Pihaknya mengatakan stok cabai kali ini mengandalkan stok dari Kediri. “Stok saat ini dari Kediri. Karena kualitas cabai dari Kecamatan Dander cenderung kurang bagus,” tutur dia.

Adapun harga cabai rawit dan lompong sebelumnya Rp 50 ribu per kilogram, kini turun jadi Rp 45 ribu per kilogram. Lalu cabai keriting sebelumnya Rp 65 turun jadi Rp 55 ribu per kilogram. Kemmi, sapaan akrabnya mengklaim, ketersediaan stok cabai aman. Sehingga dia memprediksi harga cabai akan terus turun secara bertahap.

Baca Juga :  Sering Bocor, Pasar Buah Diperbaiki Tahun Ini

“Selama pendistribusiannya lancar dan ketersediaan stok, tentu harga akan berangsur turun,” kata Kemmi. Selain cabai, harga telur ayam juga belum normal. Harga telur sempat tembus Rp 28 ribu per kilogram dua hari lalu. Tetapi mulai kemarin (25/12) harga telur sudah turun jadi Rp 25 ribu per kilogram. “Stok telur ayam juga dari luar daerah, saya dapat dari Blitar,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/