alexametrics
23.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Harga Cabai Naik, Telur Tak Kunjung Turun

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Liburan Natal dan tahun baru (Nataru) memicu beberapa harga bahan pokok mulai naik. Pantauan harga di Pasar Kota Bojonegoro, harga cabai dan bawang merah mulai naik perlahan. 

Bahkan, harga telur naik sejak akhir November. Hingga kini, harganya tak kunjung turun. Apalagi, pasokan telur juga menunggu kiriman dari luar daerah, yakni Blitar dan Tulungagung. Sebab, produksi telur di wilayah Bojonegoro, masih kurang dibanding konsumsi. 

Antok, salah satu penjual di Pasar Kota Bojonegoro mengatakan, harga telur kisaran Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram. “Kalau harga normalnya telur itu Rp 20 ribu hingga Rp 21 ribu per kilogram. Tapi akhir tahun ini harganya masih stabil di angka sekitar Rp 24 ribuan,” katanya kemarin (25/12).

Baca Juga :  TKI Sakit Parah di Malaysia

Yati, salah satu penjual cabai dan bawang merah mengatakan, harga cabai dan bawang merah mulai naik kemarin (25/12). Harga cabai keriting sebelumnya Rp 34 ribu per kilogram, naik jadi Rp 40 ribu. Harga cabai biasa sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram, naik jadi Rp 35 ribu per kilogram. Sedangkan, bawang merah juga naik. Awalnya Rp 30 ribu per kilogram naik jadi Rp 34 ribu per kilogram.

“Hari ini (kemarin, Red) semua harganya naik kisaran Rp 5.000,” tuturnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro Sukaemi mengungkapkan, kenaikan harga beberapa bahan pokok masih tergolong normal. Ia sudah memantau harga-harganya di Pasar Kota Bojonegoro. Pihaknya terus berusaha agar tidak ada kelangkaan bahan pokok, sehingga kenaikan harganya masih terkendali.

Baca Juga :  Kepolisian Duga Motor Balap Liar Bodong

Adapun seperti telur, wilayah Bojonegoro tidak bisa memenuhi kebutuhan warga. Sehingga, telur selalu menunggu kiriman dari Blitar dan Tulungagung. Jadi, pihaknya juga terus mendorong distributor dari luar daerah agar tidak telat mengirim ke Pasar Bojonegoro. Ia memprediksi bulan depan harga bahan pokok sudah kembail normal.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Liburan Natal dan tahun baru (Nataru) memicu beberapa harga bahan pokok mulai naik. Pantauan harga di Pasar Kota Bojonegoro, harga cabai dan bawang merah mulai naik perlahan. 

Bahkan, harga telur naik sejak akhir November. Hingga kini, harganya tak kunjung turun. Apalagi, pasokan telur juga menunggu kiriman dari luar daerah, yakni Blitar dan Tulungagung. Sebab, produksi telur di wilayah Bojonegoro, masih kurang dibanding konsumsi. 

Antok, salah satu penjual di Pasar Kota Bojonegoro mengatakan, harga telur kisaran Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram. “Kalau harga normalnya telur itu Rp 20 ribu hingga Rp 21 ribu per kilogram. Tapi akhir tahun ini harganya masih stabil di angka sekitar Rp 24 ribuan,” katanya kemarin (25/12).

Baca Juga :  TKI Sakit Parah di Malaysia

Yati, salah satu penjual cabai dan bawang merah mengatakan, harga cabai dan bawang merah mulai naik kemarin (25/12). Harga cabai keriting sebelumnya Rp 34 ribu per kilogram, naik jadi Rp 40 ribu. Harga cabai biasa sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram, naik jadi Rp 35 ribu per kilogram. Sedangkan, bawang merah juga naik. Awalnya Rp 30 ribu per kilogram naik jadi Rp 34 ribu per kilogram.

“Hari ini (kemarin, Red) semua harganya naik kisaran Rp 5.000,” tuturnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro Sukaemi mengungkapkan, kenaikan harga beberapa bahan pokok masih tergolong normal. Ia sudah memantau harga-harganya di Pasar Kota Bojonegoro. Pihaknya terus berusaha agar tidak ada kelangkaan bahan pokok, sehingga kenaikan harganya masih terkendali.

Baca Juga :  Destana, Solusi Penanggulangan Bencana Secara Mandiri

Adapun seperti telur, wilayah Bojonegoro tidak bisa memenuhi kebutuhan warga. Sehingga, telur selalu menunggu kiriman dari Blitar dan Tulungagung. Jadi, pihaknya juga terus mendorong distributor dari luar daerah agar tidak telat mengirim ke Pasar Bojonegoro. Ia memprediksi bulan depan harga bahan pokok sudah kembail normal.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/