alexametrics
26 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Hiphop Berlirik Bahasa Jawa, Angkat Tema Lokal Jonegaran

Nurwa alias Bombom menghidupkan lagi skena musik hiphop di Bojonegoro. Ada semangat baru setelah merilis lagu baru berjudul Geger Geden.

“GER-GEGER ndhuwuran padha geger. Ger-geger mbok yo aja geger. Mbok damai-damai adem ayem sing suwantai. Mbok santai santai kaya nok pinggir pantai.” Inilah penggalan lirik reff lagu Geger Geden karya rapper kawakan, Nurwa  alias Bombom. Lagu ini ngerap karena teknik vokal berkata-kata dengan cepat. Biasanya, rap diiringi oleh DJ atau sebuah band.
Reff itu mengena karena Bombom memang sengaja menyoroti dinamika renggangnya antara bupati dan wakil bupati mencuat ke publik. Dipoles santai karena dengan lirik-lirik bergaya bahasa Jawa. “Lagu Geger Geden diharapkan bisa jadi penyejuk suasana. Kami sebagai masyarakat dan saya sebagai musisi hanya ingin bersuara lewat karya. Tentu semoga bisa menghibur banyak orang,” ucap Bombom sapaan akrabnya.
Ditemui di warung kopi andalannya turut selatan Stadion Letjen H. Soedirman (SLS) kemarin (25/11), Bombom mengatakan sudah bikin liriknya sejak Februari lalu. Namun, bukan tentang perseteruan tersebut. Temanya justru soal pergolakan antara hati dan pikiran. “Karena ada momentum itu dan cocok dengan judulnya, akhirnya liriknya saya ubah,” jelasnya.
Bombom mengaku telah memantapkan hatinya kembali ke panggung setelah vakum selama tujuh tahun. Sebenarnya, pada 2018 lalu Bombom sempat rilis lagu baru berjudul Ngopi Dulu Gan, tapi karena satu dan lain hal dia merasa belum bersemangat untuk fokus sebagai musisi.
“Semoga yang kali ini bisa benar-benar bisa konsisten, karena kebetulan saya sudah jadi salah satu talent di sebuah manajemen Javacreative. Semoga bisa jadi jalan untuk fokus sebagai seorang rapper,” ucap bapak satu anak itu.
Bukti keseriusannya, Bombom sudah punya jadwal tur di dalam dan luar Bojonegoro. Rapper kelahiran 1988 itu sekalian promosi lagu Geger Geden. Di setiap turnya, Bombom menunjukkan kebolehannya freestyle rap. Biasanya ia berinteraksi dengan penonton dan menawarkan beberapa opsi tema untuk di-freestyle rap. Tema yang umum seperti cinta, kehidupan, dan sebagainya.
“Karena rapper itu juga bisa disebut MC (master of ceremony), jadi lumrah interaksi dengan penonton. Sesekali saya juga riffing atau menjadikan penonton sebagai objek lelucon,” bebernya.
Proses rekaman lagu-lagu baru pun sedang berjalan. Setidaknya masih ada sekitar sepuluh lagu baru. Beberapa temanya masih menyenggol seputar lokal Bojonegoro. Misalnya, lagu akan bisa menjadi jingle para pendukung tim sepak bola Persibo dan lagu tentang RBK (Rel Bengkong, sebuah kawasan di Jalan Pondok Pinang).
“Sebagian besar orang Bojonegoro pasti tahu RBK hehehe. Sisanya lagu dengan tema umum dan berbahasa Indonesia,” jelas pria asal Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro Kota itu.
Targetnya tahun depan bisa rilis mini-album. Selain tur beberapa kota, Bombom sedang menginisiasi gerakan bernama Mbarang Bareng. Gerakan mengamen bersama musisi jalanan di ruang-ruang terbuka seperti momen car free day (CFD).
“Karena musisi jalanan ini kerap kali tidak bisa mendapat akses main reguler di kafe-kafe. Jadi saya dan teman-teman bikin Mbarang Bareng,” terangnya.
Bombom dipercaya menjadi guru ekstrakurikuler hiphop dan beatbox di Pondok Pesantren Miftahul Huda turut Desa Sendangrejo, Kecamatan Dander. “Sepertinya baru kali ini ada pondok pesantren bikin ektrakurikuler hiphop,” bebernya.
Perjalanan Bombon sebagai rapper cukup panjang. Awal menyukai dan memulai menjadi rapper sejak 2004, tepatnya kelas 2 SMP. Musisi hiphop dulu sering ia dengarkan di antarnya Jay Z, 50 Cent, Sweet Martabak, dan Neo.
Meski skena hiphop di Bojonegoro seperti mati suri, tapi Bombom masih tetap di jalur hiphop. “Memang perlu diakui, skena hiphop terlihat stagnan, skenanya pernah hype tahun 2010 ke bawah,” pungkasnya.
Bombom meninisasi lagu-lagunya dari cerita dan peristiwa terjadi Bojonegoro. Misalnya lagu RBK, Geger Geden, Ngopi Dulu Gan. Seperti niat awal Bombom, lagu-lagunya ini hanya untuk penyejuk suasanya. Sesejuk cuplikan reff lagu Geger Geden, yakni: Mbok santai-santai kaya nok pinggir pantai.

Baca Juga :  Tiga Bangunan di Wadang Ludes Terbakar

Nurwa alias Bombom menghidupkan lagi skena musik hiphop di Bojonegoro. Ada semangat baru setelah merilis lagu baru berjudul Geger Geden.

“GER-GEGER ndhuwuran padha geger. Ger-geger mbok yo aja geger. Mbok damai-damai adem ayem sing suwantai. Mbok santai santai kaya nok pinggir pantai.” Inilah penggalan lirik reff lagu Geger Geden karya rapper kawakan, Nurwa  alias Bombom. Lagu ini ngerap karena teknik vokal berkata-kata dengan cepat. Biasanya, rap diiringi oleh DJ atau sebuah band.
Reff itu mengena karena Bombom memang sengaja menyoroti dinamika renggangnya antara bupati dan wakil bupati mencuat ke publik. Dipoles santai karena dengan lirik-lirik bergaya bahasa Jawa. “Lagu Geger Geden diharapkan bisa jadi penyejuk suasana. Kami sebagai masyarakat dan saya sebagai musisi hanya ingin bersuara lewat karya. Tentu semoga bisa menghibur banyak orang,” ucap Bombom sapaan akrabnya.
Ditemui di warung kopi andalannya turut selatan Stadion Letjen H. Soedirman (SLS) kemarin (25/11), Bombom mengatakan sudah bikin liriknya sejak Februari lalu. Namun, bukan tentang perseteruan tersebut. Temanya justru soal pergolakan antara hati dan pikiran. “Karena ada momentum itu dan cocok dengan judulnya, akhirnya liriknya saya ubah,” jelasnya.
Bombom mengaku telah memantapkan hatinya kembali ke panggung setelah vakum selama tujuh tahun. Sebenarnya, pada 2018 lalu Bombom sempat rilis lagu baru berjudul Ngopi Dulu Gan, tapi karena satu dan lain hal dia merasa belum bersemangat untuk fokus sebagai musisi.
“Semoga yang kali ini bisa benar-benar bisa konsisten, karena kebetulan saya sudah jadi salah satu talent di sebuah manajemen Javacreative. Semoga bisa jadi jalan untuk fokus sebagai seorang rapper,” ucap bapak satu anak itu.
Bukti keseriusannya, Bombom sudah punya jadwal tur di dalam dan luar Bojonegoro. Rapper kelahiran 1988 itu sekalian promosi lagu Geger Geden. Di setiap turnya, Bombom menunjukkan kebolehannya freestyle rap. Biasanya ia berinteraksi dengan penonton dan menawarkan beberapa opsi tema untuk di-freestyle rap. Tema yang umum seperti cinta, kehidupan, dan sebagainya.
“Karena rapper itu juga bisa disebut MC (master of ceremony), jadi lumrah interaksi dengan penonton. Sesekali saya juga riffing atau menjadikan penonton sebagai objek lelucon,” bebernya.
Proses rekaman lagu-lagu baru pun sedang berjalan. Setidaknya masih ada sekitar sepuluh lagu baru. Beberapa temanya masih menyenggol seputar lokal Bojonegoro. Misalnya, lagu akan bisa menjadi jingle para pendukung tim sepak bola Persibo dan lagu tentang RBK (Rel Bengkong, sebuah kawasan di Jalan Pondok Pinang).
“Sebagian besar orang Bojonegoro pasti tahu RBK hehehe. Sisanya lagu dengan tema umum dan berbahasa Indonesia,” jelas pria asal Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro Kota itu.
Targetnya tahun depan bisa rilis mini-album. Selain tur beberapa kota, Bombom sedang menginisiasi gerakan bernama Mbarang Bareng. Gerakan mengamen bersama musisi jalanan di ruang-ruang terbuka seperti momen car free day (CFD).
“Karena musisi jalanan ini kerap kali tidak bisa mendapat akses main reguler di kafe-kafe. Jadi saya dan teman-teman bikin Mbarang Bareng,” terangnya.
Bombom dipercaya menjadi guru ekstrakurikuler hiphop dan beatbox di Pondok Pesantren Miftahul Huda turut Desa Sendangrejo, Kecamatan Dander. “Sepertinya baru kali ini ada pondok pesantren bikin ektrakurikuler hiphop,” bebernya.
Perjalanan Bombon sebagai rapper cukup panjang. Awal menyukai dan memulai menjadi rapper sejak 2004, tepatnya kelas 2 SMP. Musisi hiphop dulu sering ia dengarkan di antarnya Jay Z, 50 Cent, Sweet Martabak, dan Neo.
Meski skena hiphop di Bojonegoro seperti mati suri, tapi Bombom masih tetap di jalur hiphop. “Memang perlu diakui, skena hiphop terlihat stagnan, skenanya pernah hype tahun 2010 ke bawah,” pungkasnya.
Bombom meninisasi lagu-lagunya dari cerita dan peristiwa terjadi Bojonegoro. Misalnya lagu RBK, Geger Geden, Ngopi Dulu Gan. Seperti niat awal Bombom, lagu-lagunya ini hanya untuk penyejuk suasanya. Sesejuk cuplikan reff lagu Geger Geden, yakni: Mbok santai-santai kaya nok pinggir pantai.

Baca Juga :  Temui Serka Yatiman Minta Di Ajarkan Cara Membaca

Artikel Terkait

Most Read

Enam OPD Mulai Dirampingkan

Stok Elpiji Melon 9 Juta Tabung 

Artikel Terbaru


/