alexametrics
28.1 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Nominal Bantuan Subsidi Upah Guru Honorer Kemenag Rp 1,8 Juta

Radar Bojonegoro – Besaran nominal bantuan subsidi upah (BSU) pandemi Covid-19 bagi guru dan tenaga kependidikan (GTK) honorer madrasah ternyata berbeda dengan karyawan swasta. BSU bagi GTK honorer hanya sebesar Rp 1,8 juta. Sedangkan, BSU karyawan swasta menerima Rp 2,4 juta yang dibayarkan dua kali.

Pencairan BSU bagi guru honorer madrasah ini diperkirakan akhir bulan ini atau awal Desember mendatang. Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Pendma) Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Abdul Wahid mengatakan, bahwa besaran nominal BSU bagi GTK honorer madrasah Rp 1,8 juta.

Bukan hanya GTK honorer madrasah menerima BSU, tapi juga guru Pendidikan Agama Islam (PAI) non PNS di sekolah umum. “Kalau dari jumlahnya GTK honorer madrasah dan guru PAI non-PNS di sekolah umum perkiraan 5.000-an,” jelasnya.

Baca Juga :  UNBK SMA: Lebih Siap karena Terbiasa 

Syaratnya untuk GTK honorer madrasah wajib terdaftar di Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama (Simpatika). Sedangkan syarat bagi guru PAI sekolah umum yakni sudah terdaftar dalam sistem informasi dan administrasi guru PAI pada sekolah umum (Siaga Pendis).

Syarat lainnya, belum pernah mendapat bantuan sosial selama pandemi Covid-19. Pendataan tersebut dilakukan secara kolektif tiap sekolah madrasah. Kemudian, mengirimkan nomor rekening aktif pada Simpatika atau Siaga. Lalu, Kemenag akan melakukan pemeriksaan.

Apabila memenuhi syarat, BSU akan ditransfer ke rekening bersangkutan. Terkait jadwal pencairan BSU ditargetkan akhir November atau awal Desember. “Tidak ada potongan apapun, pencairan langsung dari pusat ditransfer ke rekening penerima,” tuturnya. 

Baca Juga :  Tidak Dapat ASI Lagi, Kondisi Bayi Kembar Menurun

Radar Bojonegoro – Besaran nominal bantuan subsidi upah (BSU) pandemi Covid-19 bagi guru dan tenaga kependidikan (GTK) honorer madrasah ternyata berbeda dengan karyawan swasta. BSU bagi GTK honorer hanya sebesar Rp 1,8 juta. Sedangkan, BSU karyawan swasta menerima Rp 2,4 juta yang dibayarkan dua kali.

Pencairan BSU bagi guru honorer madrasah ini diperkirakan akhir bulan ini atau awal Desember mendatang. Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Pendma) Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Abdul Wahid mengatakan, bahwa besaran nominal BSU bagi GTK honorer madrasah Rp 1,8 juta.

Bukan hanya GTK honorer madrasah menerima BSU, tapi juga guru Pendidikan Agama Islam (PAI) non PNS di sekolah umum. “Kalau dari jumlahnya GTK honorer madrasah dan guru PAI non-PNS di sekolah umum perkiraan 5.000-an,” jelasnya.

Baca Juga :  Proses Pembuatan Robot, Berbahan Utama Styrofoam dan Panel Surya

Syaratnya untuk GTK honorer madrasah wajib terdaftar di Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama (Simpatika). Sedangkan syarat bagi guru PAI sekolah umum yakni sudah terdaftar dalam sistem informasi dan administrasi guru PAI pada sekolah umum (Siaga Pendis).

Syarat lainnya, belum pernah mendapat bantuan sosial selama pandemi Covid-19. Pendataan tersebut dilakukan secara kolektif tiap sekolah madrasah. Kemudian, mengirimkan nomor rekening aktif pada Simpatika atau Siaga. Lalu, Kemenag akan melakukan pemeriksaan.

Apabila memenuhi syarat, BSU akan ditransfer ke rekening bersangkutan. Terkait jadwal pencairan BSU ditargetkan akhir November atau awal Desember. “Tidak ada potongan apapun, pencairan langsung dari pusat ditransfer ke rekening penerima,” tuturnya. 

Baca Juga :  UNBK SMA: Lebih Siap karena Terbiasa 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/