alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Tingkatkan PAD, Bapenda Terus Berinovasi

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Di momen Hari Jadi ke 344 Bojonegoro (HJB), Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah memberikan penghargaan kepada beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Salah satunya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro yang dinilai mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari target yang ditentukan.

Kepala Bapenda Bojonegoro Ibnu Soeyoeti menyampaikan, bahwa upaya untuk meningkatkan PAD senantiasa digapai dengan adanya ragam inovasi. Sebab, semangat dibangun tentunya pemerintah daerah terus berinovasi dengan kemajuan teknologi dan jangan ketergantungan dana dari pemerintah pusat.

“Sebagaimana pesan dari Kementerian Keuangan, seluruh pemerintah jangan hanya bergantung dana-dana dari pusat. Perlu terus inovasi untuk peningkatan PAD,” bebernya.

Bapenda terus menjalin sinergisitas dengan beberapa stakeholder. Sinergi dibangun tentu harapannya makin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Adapun program Percepatan Perluasan Digitalisasi Pajak Daerah (P2DD) baru saja diluncurkan pada Kamis lalu (21/10).

Baca Juga :  Bojonegoro FC Baru Miliki 15 Pemain

Program tersebut bekerja sama dengan Bank Jatim Cabang Bojonegoro, BNI, BRI, Tokopedia, OVO, GoPay, PT Pos Indonesia, Alfamart, dan Indomaret. “Selain itu, kami juga sinergi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam peningkatan realisasi pajak daerah,” ujarnya.

Ibnu menambahkan, ada rencana pemasangan alat tapping box di beberapa restoran guna mencegah adanya kebocoran transaksi. Juga pemasangan smart water untuk perusahaan daerah air minum (PDAM) agar penghitungannya lebih akurat.

Perlu diketahui, berdasar data dari laman data.bojonegorokab.go.id diketahui PAD Bojonegoro terus mengalami peningkatan. PAD pada 2018 sebesar Rp 424 miliar, PAD pada 2019 sebesar Rp 558,9 miliar, PAD pada 2020 sebesar Rp 720,8 miliar, dan PAD pada 2021 sebesar Rp 769, 9 miliar.

Baca Juga :  HANYA LAMONGAN, KABUPATEN DI JATIM YANG PENUHI TARGET SENSUS ONLINE

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengungkapkan saat sambutan upacara HJB ke-344, bahwa dalam pembangunan harus bersinergi dan membangun secara linier. “Karena itu kami putuskan pembangunan merata sejahtera terasa sebagai tema HJB ke-344,” tuturnya.

Bupati menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh Forkopimda sekaligus seluruh ASN yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Mari kita jadikan momen ini sebagai pembangkit semangat untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat Bojonegoro yang kita cintai,” pungkasnya.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Di momen Hari Jadi ke 344 Bojonegoro (HJB), Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah memberikan penghargaan kepada beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Salah satunya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro yang dinilai mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari target yang ditentukan.

Kepala Bapenda Bojonegoro Ibnu Soeyoeti menyampaikan, bahwa upaya untuk meningkatkan PAD senantiasa digapai dengan adanya ragam inovasi. Sebab, semangat dibangun tentunya pemerintah daerah terus berinovasi dengan kemajuan teknologi dan jangan ketergantungan dana dari pemerintah pusat.

“Sebagaimana pesan dari Kementerian Keuangan, seluruh pemerintah jangan hanya bergantung dana-dana dari pusat. Perlu terus inovasi untuk peningkatan PAD,” bebernya.

Bapenda terus menjalin sinergisitas dengan beberapa stakeholder. Sinergi dibangun tentu harapannya makin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Adapun program Percepatan Perluasan Digitalisasi Pajak Daerah (P2DD) baru saja diluncurkan pada Kamis lalu (21/10).

Baca Juga :  Meski Banjir, Dinas Perikanan Klaim Produksi Ikan Budidaya Naik

Program tersebut bekerja sama dengan Bank Jatim Cabang Bojonegoro, BNI, BRI, Tokopedia, OVO, GoPay, PT Pos Indonesia, Alfamart, dan Indomaret. “Selain itu, kami juga sinergi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam peningkatan realisasi pajak daerah,” ujarnya.

Ibnu menambahkan, ada rencana pemasangan alat tapping box di beberapa restoran guna mencegah adanya kebocoran transaksi. Juga pemasangan smart water untuk perusahaan daerah air minum (PDAM) agar penghitungannya lebih akurat.

Perlu diketahui, berdasar data dari laman data.bojonegorokab.go.id diketahui PAD Bojonegoro terus mengalami peningkatan. PAD pada 2018 sebesar Rp 424 miliar, PAD pada 2019 sebesar Rp 558,9 miliar, PAD pada 2020 sebesar Rp 720,8 miliar, dan PAD pada 2021 sebesar Rp 769, 9 miliar.

Baca Juga :  Resepsi Berkerumun, Pengantin Lelaki Dijerat Pasal Berlapis

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengungkapkan saat sambutan upacara HJB ke-344, bahwa dalam pembangunan harus bersinergi dan membangun secara linier. “Karena itu kami putuskan pembangunan merata sejahtera terasa sebagai tema HJB ke-344,” tuturnya.

Bupati menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh Forkopimda sekaligus seluruh ASN yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Mari kita jadikan momen ini sebagai pembangkit semangat untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat Bojonegoro yang kita cintai,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/